A. Pendahuluan
Latar Belakang
Manusia merupakan mahluk Tuhan yang
diciptakan secara sempurna dibanding dengan mahluk yang lain. Selain
perilaku, kepribadian, dan pola pikir, manusia juga memiliki indera mata
sebagai penglihatan, hidung sebagai penciuman dan telinga sebagai pendengaran.
Telinga sangat berpengaruh untuk kehidupan manusia, karena tanpa telinga kita
tidak dapat mendengarkan segala sesuatu yang bermanfaat bagi kita.
Kita harus selalu bersyukur mempunyai dua
telinga yang lengkap dan sehat. Di luar sana banyak saudara kita yang mendapatkan
telinga cacat
dan tak bisa digunakan sebagaimana mestinya seperti kita.
Telinga sangat berfungsi bagi manusia
selain alat pendengaran juga
sebagai alat kelengkapan pada tubuh
manusia,
maka pantas kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Kita
sebagai makhluk Tuhan yang sempurna
patut selalu mensyukuri pemberiannya,
terutama telinga bagi seorang pelajar maupun seseorang yang terus melakukan perjuangan hidupnya. Dengarkanlah kata
hati jangan sekali-kali dengar perkataan orang lain yang hanya bisa berbicara
saja tanpa memberi contoh apalagi hanya mengganggap diri kita tidak mampu menggapai
cita-cita.
B. Kajian Teori
METODE
ANALISIS KONTEN
Metode analisis
konten (content analysis) suatu
analisis isi yang digunakan untuk menganalisis isi dari suatu wacana (misalnya
Karya Sastra). Kajian konten analisis juga dapat mengantarkan penelitian wacana
untuk membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru (replicable) dan sahih data dengan memperhatikan konteksnya
(Krippendorff,1991:15). Peneliti dapat memaknai data-data berupa kalimat,
pargraf, atau keseluruhan wacana dengan memperhatikan dan memformulasikannya
pada konteks (tempat, waktu, dan situasi berlakunya suatu peristiwa).
Singkatnya, analisis konten digunakan untuk menyusun interpretasi penelitian
yang sesuai dan komprehensif.
Langkah-langkah menganalisis video wacana dengan Metode
Analisis Konten :
1.
Pengadaan data
2.
Reduksi data / data
yang kurang relevan dikurangi ( jika diperlukan )
3.
Inferensi /
pengambilan kesimpulan
4.
Analisis
Tujuan analisis
konten :
1.
Menjelaskan
kecenderungan isi komunikasi
2.
Menjelaskan
karakteristik yang diketahui dari sumber-sumber kepada pesan-pesan yang
dihasilkan
3.
Memeriksa atau
mengaudit idi komunikasi terhadap standar yang berlaku
4.
Menganalisis teknik
persuasi
5.
Menganalisis gaya
suatu tulisan
C. Teks (naskah)
Pada
suatu hari ada segerombol katak-katak kecil, yang menggelar lomba lari. Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara
yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk
menyaksikkan perlombaan, dan memberi semangat kepada para peserta perlombaan. Tak
satupun penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan bisa mencapai
puncak menara.
Terdengar
suara “oh, jalannya terlalu sulitt!!! Mereka tidak akan pernah sampai puncak”
kata salah satu penonton. Ada juga yang berteriak “tidak ada kesempatan untuk
berhasil… menaranya terlalu tinggi..!! katak-katak kecil mulai berjatuhan, satu
persatu. Penonton terus bersorak “terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan
berhasil!” Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah. Tapi ada satu yang
melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi. Dia tak akan menyerah!
Akhirnya
yang lain telah menyerah untuk melalui menara. Kecuali satu katak kecil yang
telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!. Banyak
peserta bertanya “bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk
mencapai tujuan?”. Ternyata, katak yang
menjadi pemenang itu TULI!!
D. Pembahasan
Pada suatu hari ada
segerombol katak-katak kecil, yang menggelar lomba lari. Tujuannya adalah
mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama
mengelilingi menara untuk menyaksikkan perlombaan, dan memberi semangat kepada
para peserta perlombaan. Tak satupun penonton benar-benar percaya bahwa
katak-katak kecil akan bisa mencapai puncak menara.
Analisis :
Kalimat diatas dijelaskan ada sekelompok pemuda berani yang
menggelar suatu perlombaan demi tujuan menjadi pemimpin yang diharapkan. Para
penonton ikut memeriahkannya, mereka segenap tidak percaya pemuda- pemuda
tersebut bisa menggapainya.
Terdengar
suara “oh, jalannya terlalu sulitt!!! Mereka tidak akan pernah sampai puncak”
kata salah satu penonton. Ada juga yang berteriak “tidak ada kesempatan untuk
berhasil… menaranya terlalu tinggi..!! katak-katak kecil mulai berjatuhan, satu
persatu. Penonton terus bersorak “terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan
berhasil!” Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah. Tapi ada satu yang
melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi. Dia tak akan menyerah!
Analisis :
Meski terdengar beberapa ujaran
dari para penonton yang berkata tidak akan pernah sampai ke puncak, tidak ada
kesempatan untuk berhasil, para pemuda kecil tersebut berjatuhan satu persatu
bahkan semangatnya juga, karena mendapat ejekan dari penonton. Banyak pemuda
tersebut berjatuhan karena semangatnya lumpuh hanya pengaruh orang lain, tapi
dari sekian itu ada satu pemuda yang mempunyai semngat yang kuat.
Akhirnya
yang lain telah menyerah untuk melalui menara. Kecuali satu katak kecil yang
telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!.
Banyak peserta bertanya “bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan
untuk mencapai tujuan?”. Ternyata, katak
yang menjadi pemenang itu TULI!!
Analisis :
Pemuda tersebut berhasil
mencapai menara, dan banyak peserta yang bertanya bagaimana sampai ke puncak
menara tersebut, lalu pemuda tersebut menjawab janganlah pernah dengar
perkataan orang lain yang hanya bisa berbicara dan menganggap bahwa kamu tidak
dapat menggapai cita-citamu.
E. Penutup
Kesimpulan:
Kita sebagai makhluk Tuhan harus selalu
bersyukur akan karunia-Nya. Telinga yang kita miliki selalu kita gunakan
sebagai hal yang positif. Manusia juga sebagai makhluk yang sosial tidak akan bisa hidup
tanpa orang lain. Namun bila berkaitan dengan kehidupan yang mandiri, harus ada percaya diri apabila dalam
mengambil suatu keputusan kita percaya pada hati kita. Jangan pernah mendengar
orang lain yang hanya bisa berbicara saja sobat! Karena segala sesuatu yang
kamu dengar dan kamu baca bisa mempengaruhi perilakumu! Berlakulah tuli jika
orang berkata kepadamu bahwa kamu tidak bisa menggapai cita-cita mu!
Daftar
Pustaka
Mulyana.
2005. Kajian Wacana : Teori, Metode dan
Aplikasi Prinsip-prinsip Analisis Wacana. Yogyakarta : Tiara Wacana
BIODATA PENULIS

Nama :
Heru Nurananto
Alamat
Asli : Jl. Cendrawasih
no. 65 Kelurahan Negeri Katon Rt 19 Rw 08
No.Hp/Alamat
E-mail :
-
Kesan : meskipun
lupa dengan tugas wacana mengenai analisis video motivasi namun selesai juga
proses pengerjaannya. Karena saya menggunakan ilmu The Power Of Kepepet.
Pesan : bila
saudara lupa akan pekerjaan saudara sebagai mahasiswa terlalu banyak tugas, tetaplah kerjakan
tugas tersebut walaupun
sangat mepet sekali waktunya, karena itu tergantung niat kita dan niat sudah
kalah maka gunakanlah Power Of Kepepet.
Jangan lupa apabila saudara sudah pusing dengan
keadaan perkuliahan karena terlalu banyak tugas maka segeralah keluar atau
pergi mencari keindahan alam untuk menyegarkan pikiran anda. Keluar gas
kendaraan anda dan siap touring mencari tempat yang bisa menyegarkan pikiran
seperti pantai, tempat-tempat bersejarah sehingga dapat menambah ilmu
pengetahuan. Cukup sekian terimakasih.
BIODATA PENULIS

Nama : ANGGA
APRINASTA PUTRA
Tempat,Tanggal
Lahir :
KELAPA KAMPIT, 12 APRIL 1995
Alamat Asli : Jln.
Balai Selatan Kelapa Kampit RT/RW 004/002 KEC. Kelapa Kampit, Kab. Belitung
33471
No.Hp/Alamat E-mail : aprinastaangga@gmail.com
Kesan : banyak
cobaan yang harus dihadapi, tetap semangat dan sukses untuk terbitnya antologi
kajian wacana ini.
Pesan : jangan
pernah mendengar perkataan orang lain, yakin pasti bisa menggapai dan meraih
cita- cita.

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.