Home » » ANALISIS STRUKTURAL SASTRA DALAM NOVEL PULANG KARYA TOHA MOCHTAR

ANALISIS STRUKTURAL SASTRA DALAM NOVEL PULANG KARYA TOHA MOCHTAR

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Jul 4, 2014 | 11:50 PM

A.                PENDAHULUAN
Sastra muncul karena dilatar belakangi bahwa sastra muncul dari masyarakat dan merupakan cermin dari kehidupan masyarakat dapat dilihat dari nilai- nilai atau norma yang ada seperti norma agama, susila, atau sosial. Karya sastra merupakan cerita berupa tafsiran atau imajinasi pengarang tentang peristiwa yang pernah terjadi dalam khayalan saja, akan tetapi sastra mengandung unsur kehidupan yang menimbulkan rasa senang, nikmat, terharu, menarik perhatian dan menyegarkan perasaan penikmatnya. Selain itu sastra berguna juga untuk manusia, kebudayaan, serta zaman karena didalam karya sastra dilukiskan keadaan dan kehidupan sosial suatu masyarakat, peristiwa-peristiiwa, ide dan gagasan serta nilai-nilai yang diamanatkan pencipta lewat tokoh-tokoh cerita.
Kegiatan membaca prosa fiksi pada dasarnya merpakan kegiatan berapresiasi sastra secara langsung. Apakah arti kata “apresiasi” yang sebenarnta? Dengan kata lain apresiasi sastra adalah upaya memahami karya sastra, yaitu upaya bagtaimana cara untuk dapat mengerti sebuah karya sastra yang kita baca, baik fiksi maupun puisi, mengerti maknanya, baik yang internasional maupun yang aktual, dan mengerti seluk beluk strukturnya. Apresiasi sastra itu merupakan upaya  “merebut makna” karya sastra (Teew, 1980) sebagai tugas utama seorang pembaca.
Penulis  menganalisis novel PULANG karya Toha Mohtar menggunakan pendekatan strukturalisme, yaitu memandang karya sastra sebagai lembaga sosial atau sebagai sistem tanda yang terdiri atas struktur saling berhubungan yang memenuhi dan menentukan dirinya sendiri (otonom). Karya sastra analisis struktural dalam karya sastra khususnya prosa fiksi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi, mengkaji dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsur intrinsik fiksi seperti plot, tokoh, penokohan, latar, sudut pandang, tema dan amanat.





B. PEMBAHASAN
1. Sinopsis Novel “Pulang” karya Toha Mohtar
Pulang mengisahkan seorang pemuda pribumi yang menjadi tentara Heiho, yang memerangi bangsanya sendiri. Nama pemuda itu Tamin. Tujuh tahun lamanya Tamin menjadi Heiho dan tinggal di Jepang. Kisah dimulai ketika si tokoh utama Tamin berkeinginan pulang kembali ke Indonesia. Tamin sangat rindu pada keluarga dan kampong halamannya.
Selama ini, orang-orang di kampung halamannya menganggap Tamin sebagai pahlawan gerilya yang telah berjuang membela bangsa dan negaranya dari penjajah. Itulah sebabnya ketika Tamin datang, orang-orang sekampung mengelu-elukannya. Padahal kenyataannya Tamin adalah seorang pengkhianat bangsa. Tamin adalah seorang tentara penjajah yang melawan negaranya sendiri. Hal inilah yang menggelisahkan hati Tamin saat ia pulang. Bahkan orangtuanya sendiri tidak tahu bahwa ia adalah tentara Heiho.
 Melihat kenyataan ini, Tamin terpaksa berbohong ketika ia disuruh menceritakan pengalamannya bertempur selama tujuh tahun. Ia mengarang cerita bagaimana bergerilya di hutam-hutan di Jawa Barat dan bertempur melawan penjajahan Belanda. Betapa cerita bohong ini menggelisahkan dan menyiksa perasaan Tamin. Lebih-lebih ketika dirinya diminta untuk menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Karena tidak kuat mengingkari hati nuraninya, Tamin diam-diam pergi meninggalkan desanya. Ia pergi mengembara. Namun dalam pengembaraannya pun Tamin merasa tersiksa. Ia khawatir jika ada orang yang tahu dan membocorkan keadaan dirinya yang sebenarnya kepada orang-orang kampong halamannya.
Suatu hari dalam pengembaraannya Tamin bertemu dengan Pak Banji, seorang tetangga kampung halamannya. Dari cerita pak Banji, Tamin baru tahu bahwa Ayahnya telah meninggal. Pak Banji juga mengabarkan bahwa orang-orang sekampungnya mengharapkan ia pulang. Mereka sangat ingin mendengarkan kisah perjuangan Tamin melawan penjajah.
Mendengar cerita Pak Banji di satu sisi Tamin senang belum mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Namun di sisi lain, ia sangat sedih karena ayahnya telah meninggal dunia. Karena dua perasaan yang bercampur aduk itulah Tamin memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Ia bertekat untuk membangun kampung halamannya sebagai wujud penyesalan karena telah melawan bangsanya sendiri.
Dalam hati kecil ia berkeyakinan bahwa sebenarnya dirinya tidak sepenuhnya bersalah ketika menjadi tentara Heiho. Waktu itu ia sangat terpengaruh dengan propaganda Jepang dan sekutunya. Dan tekatnya membangun kampungnya adalah manifestasi terhadap kecintaannya kepada kampung halaman tercintanya.
2. analisis Struktural
a. Tema
Tema merupakan makna cerita, gagasan sentral, atau dasar cerita. Dalam novel Pulang karya Toha Mohtar bertemakan “konflik batin seorang pemuda peribumi yang menjadi tentara heiho”.
b. Plot
Plot adalah cerita yang berisi urutan kejadian, tiap kejadian itu dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain. Dalam novel Pulang karya Toha Mohtar pengarang mengisahkan seorang pemuda pribumi yang bernama Tamin. Tamin menjadi tentara heiho dan seorang anak. Konflik Tamin muncul ketika ia berinteraksi dengan beberapa tokoh yaitu Sumi, ayah, dan ibunya. Fenomena yang terjadi di masyarakat menunjukkan masalah rumah tangga yang dapat memunculkan konflik dikarenakan masalah yang sensitif berkaitan dengan masalah yang menyangkut efeksi atau perasaan dan fungsi-fungsi kerohanian dan masalah ekonomi. Konlfik social yang munculndapat dikarenakan masalah kepulangan seorang nak yang mengembara sebagi Heiho sering menjadi masalah utama dalam kehidupan rumah tangga yang berkaitan dengan masalah yang menyangkut efeksi atau perasaan dan fungsi-fungsi kerohanian.
c. Latar
Latar adalah segala penggambaran mengenai waktu, ruang atau tempat, situasi, dan suasana yang ada dalam karya sastra tersebut.  Latar dalam cerita Novel Pulang mengambil tempat-tempat tertentu untuk membentuk karakteristik dan lakon cerita ini seperti di ruang tamu, dapur, kebun, pasar  dan lain-lain. Sebagian besar di sepanjang kaki Wilis, Kelud dan Brantas.
d. tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah orang-orang yang diceritakan dalam suatu karya naratif, atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Sedangkan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan atau menampilkan tokoh-tokoh dalam ceritanya. Maka untuk novel Pulang tokoh yang pertama bernama Tamin sebagai tokoh utama ia memiliki karakter pembohong, penghianat karena menjadi Heiho untuk memerangi bangsa sendiri, tetapi dibalik semua itu ia penyayang dan patuh pada orang tuanya.
Ibu               : “Katakan, engkau tak akan pergi lagi, Tamin!”
Tamin          : “Ya, aku tak hendak pergi lagi, akan selalu disini, mak!” 
Percakapan di atas menunjukan bahwa Tamin patuh pada orang tuanya. Tokoh kedua yaitu Ibunda Tamin, sebagai sosok seorang ibu tidaklah terlepas dari rasa kasih sayang dan lemah lembut. Ia selalu sabar dalam menunggu kedatangan anaknya pulang, setia selalu pada keluarga. Seperti percakapan ketika ibunya berkata.
Ibu               :“Katakan, engkau tak akan pergi lagi, Tamin!”
                            dengan mata yang sejuk itu menatap wajah anaknya dengan penuh sayang.
Melalui percakapan tersebut sudah dijelaskan bahwa Ibu Tamin memiliki sifat yang penyayang terhadap anaknya Tamin. Yang dibuktikan ketika Ibu Tamin menatap dengan mata yang sejuk dan penuh dengan saying tersebut. Tokoh yang ketiga, Bapak Tamin adalah seorang pemimpin keluarga yang bijaksana, baik hati, setia dan penyayang terhadap keluarga yang dapat dilihat dari percakapannya dengan Tamin:
Bapak         : “akhirnya engkau kembali jua, Tamin. Tuhan  mengabulkan
                           doaku siang dan malam. Tak ada yang lebih besar
                           kuharapkan dalam hidup ini, kecuali kedatanganmu. “Apa 
                           gerangan yang aku mimpikan semalam?”
Percakapan di atas dapat menunjukkan bahwa watak Bapak Tamin yang penuh dengan sifat penyayang. Tokoh yang keempat yaitu Sumi adik perempuan dari Tamin memiliki sifat penyayang, sopan santun pada orang tua, dan baik hati. Tokoh yang kelima yaitu Mbok Min seorang dukun bayi yang baik hati, suka bercanda terlihat ketika ia berbincang dengan Tamin:
Mbok Min   : “Engkau sudah kawin? Oh, jika belum perawan-
                            perawan desa ini berpacu merebut engkau!”
    kata Mbok Min, dan Tamin tertawa  karenanya.
Tokoh keenam yaitu Pak Banji yang memiliki sifat periang, baik hati, agak keras, dan ramah terhadap siapapun. Dan tokoh yang ketujuh yaitu Isah memiliki sifat cantik, lemah lembut, sopan terhadap orang tua, suka menolong orang lain.

e. Gaya bahasa
Gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Gaya bahasa yang digunakan yaitu personifikasi dimana jenis majas yang meletakan sifat-sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak, misalnya suara air bertambah keras memanggil-manggil, matahari telah menyembunyikan diri seluruhnya di balik gunung Wilis, tinggal cahayanya yang bertambah lemah menembus langit dan memberikan ciuman terakhir pada mendung yang berarak-arak di atas kepala, turunnya senja kala itu disambut oleh kesepian; burung-burung yang pulang sarang malas berkicau. Sebagian besar menggunakan idiom-idiom, sehingga kurang dapat dipahami dalam bahasa Indonesia sesuai EYD.
f. sudut pandang
Sudut pandang adalah bagaimana cara si pengarang bercerita atau memposisikan diri di dalam suatu alur cerita karya sastra. Dalam novel ini posisi pengarang terlibat langsung atau ada dalam cerita, dan menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut. Maka dari itu, dapat dikatakan untuk sudut pandang yang digunakan pada novel berjudul Pulang ini adalah sudut pandang orang pertama.

g. Amanat
Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya. Amanat yang terkandung dalam novel ini yaitu: 1. Kita harus berbakti kepada orang tua; 2. Lebih baik jujur walau kenyataan itu pahit daripada terbelenggu oleh perasaan hati dan pikiran yang merasa bersalah; 3. Jangan berbohong untuk menutupi sebuah pengkhianatan terhadap Bangsa sendiri; 4. Lebih baik hidup sederhana di kampung halaman daripada di negara lain penuh dengan kemewahan tetapi memerangi negara sendiri. Unsur-unsur pembangun karya sastra baik ekstrinsik maupun instrinsik sudah dijelaskan pada pembahasan yang sebelumnya. Selanjutnya, berikut ini adalah sinopsis dari novel Pulang.











C. KESIMPULAN
Kegiatan membaca prosa fiksi pada dasarnya merpakan kegiatan berapresiasi sastra secara langsung. Apakah arti kata “apresiasi” yang sebenarnta? Dengan kata lain apresiasi sastra adalah upaya memahami karya sastra, yaitu upaya bagtaimana cara untuk dapat mengerti sebuah karya sastra yang kit abaca, baik fiksi maupun puisi, mengerti maknanya, baik yang internasional maupun yang actual, dan mengerti seluk beluk strukturnya.
Apresiasi sastra itu merupakan upaya  “merebut makna” karya sastra (Teew, 1980) sebagai tugas utama seorang pembaca. Untuk menganalisis novel PULANG karya Toha Mohtar penulis menggunakan pendekatan strukturalisme, yaitu pendekatan yang memandang karya sastra sebagai teks mandiri. Penelitian dilakukan secara objektif yaitu menekankan aspek intrinsic kary sastra. Unsure-unsur itu tidak jauh berbeda dengan sebuah “artefak” (benda seni) yang bermakna. Artefk tersebut terdiri dari unsure dalam teks seperti tema, plot, latar, penokohan, tokoh, gya bahasa,dan sudut pandang yang menjalin rapi.
Dalam analisis novel “pulang” karya Toha Muchtar menggunakan pendekatan structural ini penulis membahas tentang , plot, latar, penokohan, tokoh, gya bahasa,dan sudut pandang. Unsure-unsur intrinsic ini terjalin secara rapi. Manfaat secara praktis yaitu bagi mahasiswa sastra untuk kegiatan analisis terhadap karya sastra dari segi pemahaman konflik sosial yang dialami oleh tokoh yang terdapat dalam sebuah karya sastra.








Daftar Pustaka

Endraswara. Suwardi. 2013. Metodologi penelitian sastra. Yogyakarta.CAPS
Sayuti. Sayuti. A. 2000. Berkenalan dengan prosa puisi. Yogyakarta. KDT
http://www.slideshare.net/lhaylap/teori-strukturalisme-prosa-fiksi
tnggal 15 juni jam 21.15
diunduh tnggl 29-06-2014 jam 21.42



0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.