A.
Pendahuluan
a.
Latar
belakang masalah
Belajar
aktif merupakan strategi belajar yang diartikan sebagai proses belajar mengajar
yang menggunakan berbagai metode yang menitikberatkan kepada keaktifan siswa
dan melibatkan berbagai potensi siswa, baik yang bersifat fisik, mental,
emosional maupun intelektual untuk mencapai tujuan pendidikan yang berhubungan
dengan wawasan kognitif, afektif, dan psikomotorik secara optimal. Siswa yang
terlibat dalam pembelajaran aktif sering kali mengorganisasikan pekerjaannya,
informasi riset, diskusi dan menjelaskan gagasan, mengamati demo atau fenomena,
menyelesaikan masalah dan memformulasikan pertanyaan yang dimilikinya.
Pembelajaran aktif sering kali dikombinasikan dengan pembelajaran kerja sama
atau kolaborasi dimana siswa bekerja secara interkatif dalam tim yang memajukan
ketergantungan dan pertanggungjawaban individual untuk mencapai tujuan bersama.
Pembelajaran bahasa Indonesia yang berkualitas
sangat menentukan keberhasilan pembentukan pengetahuan keterampilan, dan sikap
dalam diri peserta didik. Oleh karena itu, kurikulum 2013 mengharuskan
penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, karena pendekatan saintifik
merupakan pendekatan ilmiah yang mengutamakan langkah- langkah dari hal yang
spesifik menuju ke arah penarikan simpulan atau langkah- langkah yang dilakukan
secara induktif.
Salah
satu alternative untuk memperbaiki kondisi pembelajaran adalah, metode Active learning atau suatu pendekatan
dalam pengelolaan sistem pembelajaran melalui cara- cara belajar yang aktif
menuju belajar yang mandiri.
b.
Rumusan
masalah
Berdasarkan latar
belakang di atas, maka permasalahan yang diangkat dari makalah ini adalah model
pembelajaran Active Learning.
c.
Tujuan
Tujuan
dari cara belajar siswa aktif (Active Learning) ialah agar dapat menjadikan
siswa aktif dan kondusif ketika belajar, terwujudnya suasana belajar yang
dinamis, efektif, efisien serta jauh dari suasana yang menjenuhkan dan
membosankan. Jika dilihat dari pemaparan Melvin L.Silbermen, dalam bukunya ini,
menjelaskan tujuan Active Learning
kurang lebih sebagai berikut:
a. Menjadikan
siswa aktif sejak awal (mulainya pembelajaran)
b. Membantu
siswa mendapatkan pengajaran, keterampilan, dan sikap secara aktif.
c. Mempertahankan
agar belajar tidak terlupakan.
d. Selain
dari itu juga, dengan memodivikasi ungkapan konfusius, dia menjelaskan tujuan
dari active learning ialah agar dapat
mengingat, memahami, terampil dan menguasai.
d.
Manfaat
Adapun manfaat dari
makalah ini adalah sebagai masukan dan pertimbangan kepada mahasiswa sebagai
calon guru untuk menggunakan model pembelajaran Active Learning.
e.
Kajian
teori
Active learning
(belajar aktif) merupakan suatu pendekatan dalam pengelolaan sistem
pembelajaran melalui cara- cara belajar yang aktif menuju belajar yang mandiri.
Kemampuan belajar mandiri ini merupakan tujuan akhir dari pembelajaran aktif.
Kegiatan pembelajaran mesti dirancang dengan baik agar bermakna bagi peserta
didik. Belajar yang bermakna terjadi bila peserta didik mampu memutuskan apa
yang akan dipelajari dan bagaimana cara mempelajarinya (Pannen, 2001).
Istilah active learning menurut
Panen mengacu kepada teknik instruksional interaktif yang mengharuskan siswa
melakukan pemikiran tingkat tinggi seperti analisis, sintesis, dan evaluasi.
Siswa dalam melakukan pembelajaran aktif dapat menggunakan sumber daya di luar
pengajar seperti perpustakaan, sites/web, wawancara, atau fokus group, untuk
memperoleh informasi. Mereka dapat menunjukkan kemampuannya menganalisis,
sintesis, dan mengevaluasi melalui proyek, presentasi, eksperimen, simulasi,
internships, praktikum, proyek studi independen, pengajaran kepada sejawat, permainan
peran, atau dokumen tertulis. Banyak pengamat pendidikan yang memberikan
pengertian yang berbeda- beda terhadap active
learning ( belajar aktif) ini. Silberman (1996) menyatakan bahwa active learning strategy adalah sebuah
kesatuan sumber kumpulan strategi- strategi pembelajaran yang komprehensif yang
meliputi berbagai cara untuk membuat peserta didik menjadi aktif. Sedangkan
menurut Sukandi (2003), strategi bekajar aktif adalah cara pandang yang
menganggap belajar sebagai kegiatan membangun makna atau pengertian terhadap
pengalaman dan informasi yang dilakukan oleh si pembelajar, bukan oleh si
pengajar serta menganggap mengajar sebagai kegiatan menciptakan suasana yang
mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab si pembelajar, sehingga berkeinginan
terus untuk belajar selama hidupnya, dan tidak tergantung kepada guru atau
orang lain bila mereka mempelajari hal- hal baru. Adanya pemecahan masalah (Probelm Solving)
strategi pemecahan masalah adalah satu strategi yang mendorong siswa mengawasi
langkah- langkah yang mereka gunakan dalam memecahkan satu masalah. Mereka akan
menunjukkan dan menjelaskan bagaimana mereka menyelesaikan masalah itu. Dengan
menganalisis langkah- langkah yang rinci, guru dapat memperoleh informasi yang
berharga tentang kecakapan pemecahan masalah yang dimiliki oleh siswa- siswa.
Untuk menjadi pemecah masalah, siswa perlu belajar berbuat dari pada hanya
mengoreksi jawaban- jawaban masalah yang ada dalam buku teks. Langkah-langkah yang bisa Anda tempuh adalah
sebagai berikut (Zaini, 2007):
a. Pilihlah
satu, dua, atau tiga masalah di antara masalah- masalah yang telah dipelajari
oleh siswa.
b. Pecahkan
sendiri(guru) masalah- masalah itu dan tulis semua langkah- langkah atau
prosedur yang dialui untuk memecahkan masalah itu. (catat berapa lama Anda
menyelesaikan masalah itu).
c. Kalau
anda mendapati bahwa masalah tersebut memerlukan waktu yang banyak atau terlalu
sulit, ganti dengan yang lain.
d. Sewaktu
anda mendapatkan satu masalah yang bagus yang dapat Anda pecahkan dan
dokumentasikan kurang dari tiga puluh menit, berikan mereka keapada siswa.
(Asumsikan bahwa siswa akan menyelesaikan sekitar satu jam)
e. Buatlah
perintah atau petunjuk kerja dengan sangat jelas.
f. Berikan
dan jelaskan evaluasi masalah- masalah kepada siswa.
g. Jelaskan
kepada mereka bahwa ini bukan tes atau ulangan atau kuis.
h. Berikan
waktu yang layak kepada siswa untuk mengerjakan tugas ini,
i.
Setelah siswa mengerjakan tugas, Anda
mengumpulkannya siap untuk melakukan koreksi atau evaluasinya dengan criteria
yang sudah dibuat.
j.
Setelah dkoreksi, Anda mengembalikannya
kepada siswa.
B.
Pembahasan
Topik : Teks Eksplanasi
Materi :
Tsunami
Aloksi Waktu : 4 x 40 Menit
Kompetensi Dasar
3.3 Mengklasifikasi teks hasil observasi,
tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui
lisan maupun tulisan.
4.3 Menelaah dan merevisi teks hasil
observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek sesuai dengan struktur dan
kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan.
Tujuan Pembelajaran
1. Mampu mengklasifikasi teks eksplanasi
baik melalui lisan maupun tulisan.
2. Mampu menelaah dan merevisi teks
eksplanasi sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun
tulisan.
Contoh teks
Eksplanasi:
Kata “tsunami” berasal dari bahasa Jepang “tsu” yang
berarti ‘pelabuhan dan “nami” yang berrti gelombang’. Namun, para ilmuwan
mengartikan tsunami dengan ‘gelombang pasang’(tidal wave) atau dikenal juga
dengan sebutan gelombang laut karena gempa (seismic sea waves). Tsunami adalah
serangkaian gelombang yang terbentuk karena gempa atau letusan gunung berapi di
bawah laut atau di daratan dekat pantai. Gelombangnya yang besar menyebabkan
banjir dan kerusakan saat menghantam pantai.
a.
Pilihlah
satu, dua, atau tiga masalah di antara masalah- masalah yang telah dipelajari
oleh siswa.
(Siswa membaca teks
eksplanasi dengan cermat. Siswa menanyakan tentang struktur dan ciri-ciri
bahasa teks eksplanasi. Siswa mendiskusikan persamaan teks eksplanasi dari
struktur isi dan ciri-ciri bahasa. Siswa mendiskusikan perbedaan teks
eksplanasi dari struktur dan fitur bahasanya)
b. Pecahkan sendiri(guru) masalah-
masalah itu dan tulis semua langkah- langkah atau prosedur yang dialui untuk
memecahkan masalah itu. (catat berapa lama Anda menyelesaikan masalah itu).
(Siswa mengidentifikasi teks-teks eksplanasi yang pernah dibaca/didengar
berdasarkan hasil pemahaman (struktur dan ciri bahasa). Siswa mempresentasikan
hasil diskusi teks eksplanasi dengan data yang mendukung (kutipan frasa atau kalimat)
dengan penuh rasa percaya diri dan bahasa yang lugas. Siswa menanggapi
presentasi teman/kelompok lain secara lugas dan santun.
c. Kalau anda mendapati bahwa masalah
tersebut memerlukan waktu yang banyak atau terlalu sulit, ganti dengan yang
lain. (Siswa mengamati masalah yang terjadi di sekitar
melalui gambar, tayangan, atau media lain yang mendukung. Siswa menanyakan
tentang cara menyusun teks eksplanasi)
d. Sewaktu anda mendapatkan satu
masalah yang bagus yang dapat Anda pecahkan dan dokumentasikan kurang dari tiga
puluh menit, berikan mereka kepada siswa. (Asumsikan bahwa siswa akan
menyelesaikan sekitar satu jam) (Siswa
mengidentifikasi bahan-bahan yang akan digunakan untuk menulis teks eksplanasi).Siswa
menyusun teks eksplanasi dengan memperhatikan struktur teks. Siswa menentukan
thesis. Siswa menyusun teks eksplanasi berdasarkan tesis dengan argumen yang
mendukung.Siswa menyusun teks eksplanasi berdasarkan tesis dengan argumen yang
mendukung. Siswa membuat kesimpulan tulisan
e. Buatlah perintah atau petunjuk
kerja dengan sangat jelas.( Siswa menemukan teks eksplanasi
yang mirip dengan memperhatikan struktur dan ciri-ciri bahasanya)
f. Berikan dan jelaskan evaluasi
masalah- masalah kepada siswa.( Siswa membacakan
tulisan eksplanasi yang telah dibuat. Siswa menananggapi saran teman dari teman
lain berkaitan dengan struktur dan isi teks)
g. Jelaskan kepada mereka bahwa ini
bukan tes atau ulangan atau kuis.(Siswa membacakan
tulisan eksplanasi yang telah dibuat).
h. Berikan waktu yang layak kepada
siswa untuk mengerjakan tugas ini,(Siswa mengamati
masalah yang terjadi di sekitar melalui gambar, tayangan, atau media lain yang
mendukung dengan waktu yang telah ditentukan).
i.
Setelah
siswa mengerjakan tugas, Anda mengumpulkannya siap untuk melakukan koreksi atau
evaluasinya dengan criteria yang sudah dibuat.(Siswa bersama
guru menyimpulkan pembelajaran)
j.
Setelah
dkoreksi, Anda mengembalikannya kepada siswa.( Siswa
melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan. Siswa dan guru
merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya).
Penilaian
Proses dan Hasil Belajar
a. Jenis/teknik
penilaian
b. Bentuk
Instrumen
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik
Penilaian Bentuk Instrumen
1. Mengklasifikasi
teks hasil observasi, tanggapan
deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui lisan maupun
tulisan.
Penilaian
Observasi kinerja penulisan laporan.
1. Tes
tertulis (Lembar penilaian siswa)
2. Rubrik
penilaian kinerja
2.
Menelaah
dan merevisi teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi,
eksplanasi, dan cerita pendek sesuai
dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan.
Latihan menyusun teks eksplanasi
1. Tes
tertulis (Lembar penilaian siswa)
2. Rubrik
penilaian kinerja
C.
Kesimpulan
dan saran
Belajar aktif merupakan strategi belajar
yang diartikan sebagai proses belajar mengajar yang menggunakan berbagai metode
yang menitikberatkan kepada keaktifan siswa dan melibatkan berbagai potensi
siswa, baik yang bersifat fisik, mental, emosional maupun intelektual untuk
mencapai tujuan pendidikan yang berhubungan dengan wawasan kognitif, afektif,
dan psikomotorik secara optimal. Active
learning (belajar aktif) merupakan suatu pendekatan dalam pengelolaan
sistem pembelajaran melalui cara- cara belajar yang aktif menuju belajar yang
mandiri.
Pendekatan active learning memungkinkan terjadinya pembelajaran yang
menyenangkan, pendidik dapat menyediakan lingkungan yang aman melalui modelling dan setting batas- batas perilaku dalam kelas. Peserta didik merupakan
bagian dari rencana pelajaran. Kelemahan yang terjadi dalam penerapan
pendekatan active learning ialah
waktu yang disediakan untuk pembelajaran sudah ditentukan sebelumnya, sehingga
untuk kegiatan pembelajaran yang memakan waktu lama akan terputus menjadi dua
atau lebih pertemuan.
Saran
Dalam penerapan pendekatan active learning menuntut keaktifan dan
partisipasi peserta didik seoptimal mungkin sehingga peserta didik mampu
mengubah tingkah lakunya secara efektif dan efisien dalam kehidupan mereka
sehari-hari. Dalam pendekatannya banyak mengalami kelemahan seperti
keterbatasan waktu, kemungkinan bertambahnya waktu untuk persiapan, ukuran
kelas yang besar, keterbatasan materi, peralatan, dan sumber daya, serta risiko
peneran active learning. Untuk itu
pentingnya terhadap manajemen waktu supaya menjadikan pendekatan active learning sebagai pembelajaran
yang menyenangkan.
D. Daftar Pustaka
- Cahyo, Agus. N. 2013.
Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar
Mengajar
Teraktual
dan Terpopuler. Yogyakarta: Diva Press
- Nur,
Muhammad. 2000. Pendekatan
Discovery Dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Paradigma
-http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2014/06/model-pembelajaran-discovery-learning-kurikulum-2013.html
(di akses 9/1/2015 pukul 23:00)
- Rohmadi, Muhammad, Subiyantoro
Slamet.2011. Bunga Rampai Model-model
pembelajaran bahasa, sastra, dan seni. Surakarta : Yuma Pressindo

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.