Home » » PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TEKS EKSPLANASI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TEKS EKSPLANASI

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Jan 14, 2015 | 10:39 PM

A.    Pendahuluan
a.      Latar belakang masalah
Belajar aktif merupakan strategi belajar yang diartikan sebagai proses belajar mengajar yang menggunakan berbagai metode yang menitikberatkan kepada keaktifan siswa dan melibatkan berbagai potensi siswa, baik yang bersifat fisik, mental, emosional maupun intelektual untuk mencapai tujuan pendidikan yang berhubungan dengan wawasan kognitif, afektif, dan psikomotorik secara optimal. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran aktif sering kali mengorganisasikan pekerjaannya, informasi riset, diskusi dan menjelaskan gagasan, mengamati demo atau fenomena, menyelesaikan masalah dan memformulasikan pertanyaan yang dimilikinya. Pembelajaran aktif sering kali dikombinasikan dengan pembelajaran kerja sama atau kolaborasi dimana siswa bekerja secara interkatif dalam tim yang memajukan ketergantungan dan pertanggungjawaban individual untuk mencapai tujuan bersama.
 Pembelajaran bahasa Indonesia yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan pembentukan pengetahuan keterampilan, dan sikap dalam diri peserta didik. Oleh karena itu, kurikulum 2013 mengharuskan penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, karena pendekatan saintifik merupakan pendekatan ilmiah yang mengutamakan langkah- langkah dari hal yang spesifik menuju ke arah penarikan simpulan atau langkah- langkah yang dilakukan secara induktif.
Salah satu alternative untuk memperbaiki kondisi pembelajaran adalah, metode Active learning atau suatu pendekatan dalam pengelolaan sistem pembelajaran melalui cara- cara belajar yang aktif menuju belajar yang mandiri.









b.      Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang diangkat dari makalah ini adalah model pembelajaran Active Learning.


c.       Tujuan
Tujuan dari cara belajar siswa aktif (Active Learning) ialah agar dapat menjadikan siswa aktif dan kondusif ketika belajar, terwujudnya suasana belajar yang dinamis, efektif, efisien serta jauh dari suasana yang menjenuhkan dan membosankan. Jika dilihat dari pemaparan Melvin L.Silbermen, dalam bukunya ini, menjelaskan tujuan Active Learning kurang lebih sebagai berikut:
a.       Menjadikan siswa aktif sejak awal (mulainya pembelajaran)
b.      Membantu siswa mendapatkan pengajaran, keterampilan, dan sikap secara aktif.
c.       Mempertahankan agar belajar tidak terlupakan.
d.      Selain dari itu juga, dengan memodivikasi ungkapan konfusius, dia menjelaskan tujuan dari active learning ialah agar dapat mengingat, memahami, terampil dan menguasai.

d.      Manfaat
Adapun manfaat dari makalah ini adalah sebagai masukan dan pertimbangan kepada mahasiswa sebagai calon guru untuk menggunakan model pembelajaran Active Learning.


e.       Kajian teori
Active learning (belajar aktif) merupakan suatu pendekatan dalam pengelolaan sistem pembelajaran melalui cara- cara belajar yang aktif menuju belajar yang mandiri. Kemampuan belajar mandiri ini merupakan tujuan akhir dari pembelajaran aktif. Kegiatan pembelajaran mesti dirancang dengan baik agar bermakna bagi peserta didik. Belajar yang bermakna terjadi bila peserta didik mampu memutuskan apa yang akan dipelajari dan bagaimana cara mempelajarinya (Pannen, 2001).
      Istilah active learning menurut Panen mengacu kepada teknik instruksional interaktif yang mengharuskan siswa melakukan pemikiran tingkat tinggi seperti analisis, sintesis, dan evaluasi. Siswa dalam melakukan pembelajaran aktif dapat menggunakan sumber daya di luar pengajar seperti perpustakaan, sites/web, wawancara, atau fokus group, untuk memperoleh informasi. Mereka dapat menunjukkan kemampuannya menganalisis, sintesis, dan mengevaluasi melalui proyek, presentasi, eksperimen, simulasi, internships, praktikum, proyek studi independen, pengajaran kepada sejawat, permainan peran, atau dokumen tertulis. Banyak pengamat pendidikan yang memberikan pengertian yang berbeda- beda terhadap active learning ( belajar aktif) ini. Silberman (1996) menyatakan bahwa active learning strategy adalah sebuah kesatuan sumber kumpulan strategi- strategi pembelajaran yang komprehensif yang meliputi berbagai cara untuk membuat peserta didik menjadi aktif. Sedangkan menurut Sukandi (2003), strategi bekajar aktif adalah cara pandang yang menganggap belajar sebagai kegiatan membangun makna atau pengertian terhadap pengalaman dan informasi yang dilakukan oleh si pembelajar, bukan oleh si pengajar serta menganggap mengajar sebagai kegiatan menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab si pembelajar, sehingga berkeinginan terus untuk belajar selama hidupnya, dan tidak tergantung kepada guru atau orang lain bila mereka mempelajari hal- hal baru.  Adanya pemecahan masalah (Probelm Solving) strategi pemecahan masalah adalah satu strategi yang mendorong siswa mengawasi langkah- langkah yang mereka gunakan dalam memecahkan satu masalah. Mereka akan menunjukkan dan menjelaskan bagaimana mereka menyelesaikan masalah itu. Dengan menganalisis langkah- langkah yang rinci, guru dapat memperoleh informasi yang berharga tentang kecakapan pemecahan masalah yang dimiliki oleh siswa- siswa. Untuk menjadi pemecah masalah, siswa perlu belajar berbuat dari pada hanya mengoreksi jawaban- jawaban masalah yang ada dalam buku teks.  Langkah-langkah yang bisa Anda tempuh adalah sebagai berikut (Zaini, 2007):
a.       Pilihlah satu, dua, atau tiga masalah di antara masalah- masalah yang telah dipelajari oleh siswa.
b.      Pecahkan sendiri(guru) masalah- masalah itu dan tulis semua langkah- langkah atau prosedur yang dialui untuk memecahkan masalah itu. (catat berapa lama Anda menyelesaikan masalah itu).
c.       Kalau anda mendapati bahwa masalah tersebut memerlukan waktu yang banyak atau terlalu sulit, ganti dengan yang lain.
d.      Sewaktu anda mendapatkan satu masalah yang bagus yang dapat Anda pecahkan dan dokumentasikan kurang dari tiga puluh menit, berikan mereka keapada siswa. (Asumsikan bahwa siswa akan menyelesaikan sekitar satu jam)
e.       Buatlah perintah atau petunjuk kerja dengan sangat jelas.
f.       Berikan dan jelaskan evaluasi masalah- masalah kepada siswa.
g.      Jelaskan kepada mereka bahwa ini bukan tes atau ulangan atau kuis.
h.      Berikan waktu yang layak kepada siswa untuk mengerjakan tugas ini,
i.        Setelah siswa mengerjakan tugas, Anda mengumpulkannya siap untuk melakukan koreksi atau evaluasinya dengan criteria yang sudah dibuat.
j.        Setelah dkoreksi, Anda mengembalikannya kepada siswa.





















B.     Pembahasan

Topik                          : Teks Eksplanasi

Materi                        : Tsunami

Aloksi Waktu             : 4 x 40 Menit

Kompetensi Dasar
3.3       Mengklasifikasi teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui lisan maupun tulisan.
4.3       Menelaah dan merevisi teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi,  dan cerita pendek sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan.


Tujuan Pembelajaran
1.         Mampu mengklasifikasi teks eksplanasi baik melalui lisan maupun tulisan.
2.         Mampu menelaah dan merevisi teks eksplanasi sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan.
Contoh teks Eksplanasi:
Kata “tsunami” berasal dari bahasa Jepang “tsu” yang berarti ‘pelabuhan dan “nami” yang berrti gelombang’. Namun, para ilmuwan mengartikan tsunami dengan ‘gelombang pasang’(tidal wave) atau dikenal juga dengan sebutan gelombang laut karena gempa (seismic sea waves). Tsunami adalah serangkaian gelombang yang terbentuk karena gempa atau letusan gunung berapi di bawah laut atau di daratan dekat pantai. Gelombangnya yang besar menyebabkan banjir dan kerusakan saat menghantam pantai.

a.      Pilihlah satu, dua, atau tiga masalah di antara masalah- masalah yang telah dipelajari oleh siswa.
(Siswa membaca teks eksplanasi dengan cermat. Siswa menanyakan tentang struktur dan ciri-ciri bahasa teks eksplanasi. Siswa mendiskusikan persamaan teks eksplanasi dari struktur isi dan ciri-ciri bahasa. Siswa mendiskusikan perbedaan teks eksplanasi dari struktur dan fitur bahasanya)
b.      Pecahkan sendiri(guru) masalah- masalah itu dan tulis semua langkah- langkah atau prosedur yang dialui untuk memecahkan masalah itu. (catat berapa lama Anda menyelesaikan masalah itu). (Siswa mengidentifikasi teks-teks eksplanasi yang pernah dibaca/didengar berdasarkan hasil pemahaman (struktur dan ciri bahasa). Siswa mempresentasikan hasil diskusi teks eksplanasi dengan data yang mendukung (kutipan frasa atau kalimat) dengan penuh rasa percaya diri dan bahasa yang lugas. Siswa menanggapi presentasi teman/kelompok lain secara lugas dan santun.
c.       Kalau anda mendapati bahwa masalah tersebut memerlukan waktu yang banyak atau terlalu sulit, ganti dengan yang lain. (Siswa mengamati masalah yang terjadi di sekitar melalui gambar, tayangan, atau media lain yang mendukung. Siswa menanyakan tentang cara menyusun teks eksplanasi)
d.      Sewaktu anda mendapatkan satu masalah yang bagus yang dapat Anda pecahkan dan dokumentasikan kurang dari tiga puluh menit, berikan mereka kepada siswa. (Asumsikan bahwa siswa akan menyelesaikan sekitar satu jam) (Siswa mengidentifikasi bahan-bahan yang akan digunakan untuk menulis teks eksplanasi).Siswa menyusun teks eksplanasi dengan memperhatikan struktur teks. Siswa menentukan thesis. Siswa menyusun teks eksplanasi berdasarkan tesis dengan argumen yang mendukung.Siswa menyusun teks eksplanasi berdasarkan tesis dengan argumen yang mendukung. Siswa membuat kesimpulan tulisan
e.       Buatlah perintah atau petunjuk kerja dengan sangat jelas.( Siswa menemukan teks eksplanasi yang mirip dengan memperhatikan struktur dan ciri-ciri bahasanya)
f.       Berikan dan jelaskan evaluasi masalah- masalah kepada siswa.( Siswa membacakan tulisan eksplanasi yang telah dibuat. Siswa menananggapi saran teman dari teman lain berkaitan dengan struktur dan isi teks)
g.      Jelaskan kepada mereka bahwa ini bukan tes atau ulangan atau kuis.(Siswa membacakan tulisan eksplanasi yang telah dibuat).
h.      Berikan waktu yang layak kepada siswa untuk mengerjakan tugas ini,(Siswa mengamati masalah yang terjadi di sekitar melalui gambar, tayangan, atau media lain yang mendukung dengan waktu yang telah ditentukan).
i.        Setelah siswa mengerjakan tugas, Anda mengumpulkannya siap untuk melakukan koreksi atau evaluasinya dengan criteria yang sudah dibuat.(Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran)
j.        Setelah dkoreksi, Anda mengembalikannya kepada siswa.( Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan. Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya).



Penilaian Proses dan Hasil Belajar
a.   Jenis/teknik penilaian
b.   Bentuk Instrumen
Indikator  Pencapaian Kompetensi          
Teknik  Penilaian   Bentuk Instrumen


1.   Mengklasifikasi teks hasil observasi,  tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui lisan maupun tulisan.
                 Penilaian Observasi kinerja penulisan laporan.          
1.         Tes tertulis (Lembar penilaian siswa)
2.         Rubrik penilaian kinerja

2.    Menelaah dan merevisi teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi,  dan cerita pendek sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan.
Latihan menyusun teks eksplanasi     
1.         Tes tertulis (Lembar penilaian siswa)
2.         Rubrik penilaian kinerja

















C.    Kesimpulan dan saran
Belajar aktif merupakan strategi belajar yang diartikan sebagai proses belajar mengajar yang menggunakan berbagai metode yang menitikberatkan kepada keaktifan siswa dan melibatkan berbagai potensi siswa, baik yang bersifat fisik, mental, emosional maupun intelektual untuk mencapai tujuan pendidikan yang berhubungan dengan wawasan kognitif, afektif, dan psikomotorik secara optimal. Active learning (belajar aktif) merupakan suatu pendekatan dalam pengelolaan sistem pembelajaran melalui cara- cara belajar yang aktif menuju belajar yang mandiri.
Pendekatan active learning memungkinkan terjadinya pembelajaran yang menyenangkan, pendidik dapat menyediakan lingkungan yang aman melalui modelling dan setting batas- batas perilaku dalam kelas. Peserta didik merupakan bagian dari rencana pelajaran. Kelemahan yang terjadi dalam penerapan pendekatan active learning ialah waktu yang disediakan untuk pembelajaran sudah ditentukan sebelumnya, sehingga untuk kegiatan pembelajaran yang memakan waktu lama akan terputus menjadi dua atau lebih pertemuan.
Saran
Dalam penerapan pendekatan active learning menuntut keaktifan dan partisipasi peserta didik seoptimal mungkin sehingga peserta didik mampu mengubah tingkah lakunya secara efektif dan efisien dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dalam pendekatannya banyak mengalami kelemahan seperti keterbatasan waktu, kemungkinan bertambahnya waktu untuk persiapan, ukuran kelas yang besar, keterbatasan materi, peralatan, dan sumber daya, serta risiko peneran active learning. Untuk itu pentingnya terhadap manajemen waktu supaya menjadikan pendekatan active learning sebagai pembelajaran yang menyenangkan.





D. Daftar Pustaka
- Cahyo, Agus. N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar
Teraktual dan Terpopuler. Yogyakarta: Diva Press

- Nur, Muhammad. 2000. Pendekatan Discovery Dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Paradigma

-http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2014/06/model-pembelajaran-discovery-learning-kurikulum-2013.html (di akses 9/1/2015 pukul 23:00)

- Rohmadi, Muhammad, Subiyantoro Slamet.2011. Bunga Rampai Model-model pembelajaran bahasa, sastra, dan seni. Surakarta :  Yuma Pressindo


0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.