A. PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dalam suatu
bahasa, makna kata saling berhubungan, hubungan ini disebut Relasi makna.
Relasi makna dapat berwujud bermacam – macam. Dalam setiap bahasa, termasuk
bahasa indonesia, seringkali kita temui adanya hubungan kemaknaan atau relasi
semantik antara sebuah kata atau satuan bahasa lainnya dengan kata atau satuan
bahasa lainnya lagi. Salah satunya
kebalikan makna ( Antonim ) .
B. PEMBAHASAN
1. Menurut
Abdul Chaer
Kata antonimi berasal dari kata
Yunani kuno, yaitu onoma yang artinya nama, dan anti yang artinya melawan. Maka
secara harfiah antonim berarti nama lain untuk benda lain pula. Secara semantik
Verhaar (1978 ) mendefinisikan sebagai ; Ungkapan biasanya berupa kata ,tetapi
dapat pula berupa frase atau kalimat )yang maknanya dianggap kebalikan dari
makna ungkapan lain. misalnya dengan kata bagus adalah berantonimi dengan kata
buruk ; kata besar adalah beratonimi dengan kata kecil, dan kata membeli
berantonimi dengan kata menjual.
Dalam buku- buku pelajaran bahasa
indonesia, antonimi biasanya disebut lawan kata.banyak orang yang tidak setuju
dengan iistilah ini sebab pada hakekat nya yang berlawanan bukan kata-kata itu,
melainkan makna dari kata-kata itu.
Sehubungan
dengan ini banyak pula yang menyebutkan oposisi makna. Dengan istilah oposisi,
maka bisa tercakup dari konsep yang betul- betul berlawanan sampai kepada yang
hanya bersifat kontras saja. Kata hidup dan mati, seperti sudah dibicarakan
diatas, bisa menjadi contoh berlawanan.
Menurut Chaer
(1997: 27) antonim sering juga disebut dengan istilah oposisi makna, seperti
pada uraian berikut ini:
a.Oposisi mutlak
Kata-kata yang
memiliki pertentangan makna secra mutlak termasuk dalam jenis ini. Misalnya:
hidup dengan mati. Orang yang hidup sudah pasti tidak mati, sedangkan orang
yang mati pasti tidak hidup. Contoh lain diam dan gerak. Sesuatu yang diam
pasti tidak bergerak, begitu pula sebaliknya sesuatu yang bergerak pasti tidak
diam.
b. Oposisi kutub
Ada kata-kata
yang pertentangannya tidak mutla, tetapi berjenjang/bertingkat. Contoh: kata
kaya dengan miskin. Kaya dengan miskin tidak memiliki pertentangan yang mutlak.
Orang yang kaya kadangkala masih merasa miskin, sebaliknya orang yang miskin
mungkin ada yang merasa tidak miskin. Kata-kata yang beroposisi kutub umumnya
berkelas kata adjektif. Contoh: cantik dengan jelek, periangdengan pendiam,
pintar dengan bodoh, dan sebagainya.
c. Oposisi
hubungan
Oposisi hubungan
ditujukan untuk kata-kata yang saling berhubungan. Kehadiran suatu kata mengakibatkan
kehadiran kata yang lain. Contoh, kata penjual ada karena adanya kata pembeli.
Kata guru bersamaan hadir dengan kata murid, jika tidak ada kata guru maka
tidak akan muncul kata murid. Kata-kata tersebut timbul secara serempak dan
saling melengkapi.
Kata-kata yang
beroposisi hubungan ini dapat berupa kata kerja dan kata benda. Contoh
kata-kata yang berupa kata kerja antara lain adalah: pulang-pergi, maju-mundur,
belajar-mengajar, dan sebagainya. Sedangkan contoh kata yang beroposisi
hubungan berupa kata benda antara lain adalah: guru-murid, buruh-majikan, dan
pimpinan-bawahan.
d. Oposisi
Hierarkial
Kata-kata yang
beroposisi hierarkial adalah kata-kata yang berupa nama satuan ukuran (berat,
panjang, dan isi), satuan hitungan, penanggalan, dan jenjang kepangkatan. Kata
centimeter dan kilometer merupakan contoh kata yang beroposisi secara
hierarkial karena keduanya berada dalam deretan ukuran panajang. Begitu pula
kata sersan dengan jenderal, karena berada dalam jenjang kepangkatan.
e. Oposisi majemuk
Adalah kata-kata
yang tidak hanya beroposisi dengan satu kata saja, melainkan dengan dua buah
kata atau lebih. Contoh, kata ramah dapat beroposisi dengan judes, galak,
bengis, dan kejam. Atau dapat dibuat seperti gambar dibawah ini :
duduk
tidur
berdiri >< tiarap
jongkok
bersila
f. Oposisi
inversi, oposisi ini terdapat pada pasangan kata seperti beberapa – semua,
mungkin – wajib. Pengujian utama dalam menetapkan oposisi ini adalah apakah
kata itu mengikuti kaidah sinonimi yang mencakup (a) penggantian suatu istilah
dengan yang lain dan (b) mengubah posisi suatu penyangkalan dalam kaitan dengan
istilah berlawanan. Contoh: beberapa negara tidak mempunyai pantai = tidak
semua negara mempunyai pantai. Atau pula ragam itu dapat diklasifikasikan atas
beberapa pasangan, yakni :
a. Antonim
Komplementer
Antonim
Komplementer, yaitu pasangan yang saling melengkapi. Yang satu tidaklah lengkap
atau tidak sempurna bila tidak dibarengi oleh yang satu lagi.Sebagai contoh,
kata suami berantonim dengan kata istri.
b. Antonim
Gradabe
Suatu antonim
disebut pasangan gradabel apabila penegatifan suatu kata tidaklah bersinonim
dengan kata yang lain. Ciri lain sejumlah pasangan gradabel ialah bahwa yang
berciri atau bertanda dan yang satu lagi tidak berciri atau tidak bertanda.
Anggota pasangan yang tidak berciri atau tidak bertanda itu biasanya dipakai
dalam pertanyaan-pertanyaan yang ada kaitannya dengan kadar atau
tingkat.Sebagai contoh dalam suasana pasar, rajin x malas, berat x ringan.
c. Antonim
Relasional
Antonim
relasional adalah antonim yang memperlihatkan kesimetrisan dalam makna anggota
pasangannya, karena anggota pasangan antonim itu terdapat hubungan yang erat.
Sebagai contoh, kata guru dan murid. Kalau si A adalah atasan si B, maka si B
adalah bawahan si A.
d. Antonim
Resiprokal
Antonim
resiprokal adalah antonim yang mengandung pasangan yang berlawanan atau
bertentangan dalam makna tetapi juga secara fungsional berhubungan erat,
hubungan itu justru hubungan timbal balik.
Sebagai contoh,
pasangan kata, membeli >< menjual .
2. Menurut Parera
Bagi Parera J.D
(2004), beliau menyifatkan antonim berpasangan dikenali sebagai pertentangan
berbalasan di Indonesia. Pertentangan jenis ini juga dikenali sebagai
komplementer. Menurut beliau lagi, pertentangan berbalasan ini menuntut balasan
atau timbal balik sesuatu kata sebagai pelengkap makna dan ia perlu bersesuaian
dengan sesuatu konteks. Lihat contoh seperti di bawah:
a. tanya lawannya jawab
b.
positif lawannya negatif
c. lebih lawannya kurang
d. membeli
lawannya menjual
e. tambah lawannya kurang
f. menyerang
lawannya menahan
Antonim Berperingkat
Antonim jenis
ini juga dipanggil sebagai antonim tafsiran (Redible Antonimy). Antonim
berperingkat sering dikaitkan dengan kata adjektif. Antara kata adjektif yang
sering dikaitakan dengan antonim jenis ini ialah putih lawannya hitam, tua
lawannya putih, kecillawannya besar dan banyak lagi kata adjektif yang
dikaitkan dengan antonim jenis ini. Namun begitu, menurut Abdullah Hassan
perlawanan makna bagi kata adjektif mempunyai perbezaan. Perbezaan ini dapat
dilihat berdasarkan kepada konteks sesuatu ayat itu sendiri. Rujuk contoh di
bawah:
a.sekeping papan yang lebar adalah lebih
kecil daripada sebuah sungai yang lebar.
b.seluar
panjang jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan galah yangpendek.
Antonim Berhubungan
Antonim
berhubungan menurut Abdullah Hassan ialah sesuatu perkataan yang mempunyai
berlawanan makna. Ada juga ahli bahasa memanggil antonim jenis ini sebagai
antonim sebalikkan. Namun begitu, makna bagi perkataan tersebut saling
berhubungan. Kata antonim ini dikenali sebagai konvensi yang membawa maksud
hubungan antara dua maujud daripada satu sudut pandangan yang berbeza. Contoh
antonim berhubungan dalam bahasa Melayu:
i. jatuh lawan bangun
ii. pensyarah lawan pelajar
iii. beli lawan jual
Bukan dalam
bahasa Melayu sahaja yang mempunyai perkataan-perkataan yang berhubungan
tetapi, terdapat juga dalam bahasa Melayu. Lihat contoh yang diberikan seperti
di bawah:
i. husband / wife
ii. buy / sell
iii. give / receive
Bagi Parera J.D
pula, antonim berhubungan disebut sebagai pertentangan kenasabahan. Jika kita
lihat makna kenasabahan yang merujuk dalam Kamus Dewan Edisi Keempat,
kenasabahan membawa maksud perbandingan, pertalian dan perhubungan. Merujuk
kepada antonim ia membawa maksud pertentangan antara sesuatu perkataan dengan
perkataan yang lain. Menurut J.D Parera, antonim jenis ini adalah pertentangan
yang menunjukkan hubungan dalam kekeluargaan, tugas atau sesuatu organisasi.
Contoh yang diberikan oleh beliau ialah:
i. pria lawan wanita
ii. komandan lawan prajuit
iii. pemimpin lawan pengikut
iv. kakak lawan adik
Melalui sumber
rujukan kedua, antonim dapat dibahagikan kepada:
i. Pertentangan makna kata kerja.
Contoh: pukul bertentangan/berlawanan
dengan belai.
ii. Pertentangan makna kata nama.
Contoh: malam
bertentangan/berlawanan dengan siang.
iii. Pertentangan makna kata sifat.
Contoh: putih bertentangan/berlawanan dengan hitam.
jenis-jenis antonim ialah antonim berpasangan,
beperingkat dan berhubungan seperti yang dijelaskan dalam di bawah:
Jenis Antonim dan Contoh
Antonim
Berpasangan Misalnya perkataan ‘siang’
lawannya malam. Perkataan-perkataan tersebut menunjukkan makna yang berlawanan
tentang alam semula jadi.
Antonim
Berperingkat Antonim ini dinamakan
antonim berperingkat kerana terdapatnya peringkat, sama ada ‘usia’, ‘ukuran’,
‘bentuk’ dan sebagainya. Peringkat ini berasaskan kata sifat atau kata yang
menunjukkan keadaan dalam kategori yang sama sahaja. Contohnya ialah ‘muda’
lawannya ‘tua’ dan ‘tinggi’ lawannya ‘rendah’.
Antonim
Berhubungan (Kata Bertentangan yang Berhubungan) Maksud antonim ini ialah perkataan yang berlawanan
makna tetapi mempunyai hubungan. Misalnya ‘pensyarah’ lawannya ‘pelajar’.
Jelasnya, jika ada ‘pensyarah, pelajar pun wujud’. Atau perkataan tidur - jaga,
hidup - mati, duduk - bangun, tajam - tumpul, kembang - kuncup, sihat - sakit,
gembira - sedih, dan sebagainya dinamakan pasangan komplemen, iaitu pasangan
perkataan berlawan yang saling melengkapi antara satu sama lain. Termasuk dalam
jenis ini ialah kata-kata seperti ‘tidak hidup - mati dan tidak mati - hidup’, ‘tidak
tidur - jaga dan tidak jaga - tidur’, dan sebagainya.
Dalam ulasan seterusnya jenis antonim kedua
menurut Siti Hajar ialah pasangan kata antonim yang menunjukkan hubungan darjah
seperti perkataan besar - kecil, tebal - nipis, panjang - pendek, kurius -
gemuk dan sebagainya. Beliau menambah, makna kata adjektif yang menunjukkan
pasangan darjh ini mempunyai hubungan rujukan dengan benda yang dimaksudkan.
Jenis antonim
ketiga pula dinamakan hubungan bertentangan. Dalam hal ini kedua-kedua pasangan
kata itu dari segi semantiknya membawa makna yang setara, misalnya beri -
terima, jual - beli, murid - guru, majikan - pekerja, dan sebagainya. Siti
Hajar menambah, dalam bahasa Inggeris terdapat beberapa pasangan perkataan yang
menunjukkan pertentangan seperti ini, misalnya trainer - trainee, mentor -
mentee, employer - employee, interviewer - interviewee, dan sebagainya.
Kesimpulannya,
antonim boleh didefinisikan sebagai perkataan yang berlainan bentuk ejaan atau
bunyi tetapi mempunyai makna yang berlawanan. Dalam hal antonim, agak sukar
mencari pertentangan makna secara satu lawan satu. Untuk memahami pertentangan
makna perkataan antonim, kita perlu mempunyai pengetahuan tentang sesuatu
perkataan tersebut
3.Menurut Mansoer Patteda
Pateda (2001:
206) menjelaskan makna harfiah dari antonimi adalah nama lain untuk benda yang
laian. Verhaar dalam Pateda (2001:207) menjelaskan “Antonim adalah ungkapan
(biasanya kata, tetapi dapat juga frasa atau kalimta) yang dianggap bermakna
kebalikan dari ungkapan lain”.
Verhaar dalam
Padeta (2001: 208) menbedakan antonim berdasarkan sistem sebagai berikut:
1. Antonim antarkalimat, misalnya dia sakit
dan dia tidak sakit.
2. Antonim antarfrasa, misalnya secara
teratur dan secara tidak teratur.
3. Antonim antrakata, misalnya makan dan
minum.
Antonim ini
disebut bertaraf karena antara panas dengan dingin masih ada kata-kata lain
seperti hangat,dan suam-suam kuku. Oposisi makna dalam pasangan pasangan
leksikal tidak bertaraf yang maknanya bertentangan disebut oposisi komplementer,
seperti jantan dan betina. Relasi antarkaraada juga yang maknanya berkebalikan,
seperti kata suami denga istri“Jika Tina istri Tono, berarti Tono suami Tini”.
Antonim : hubungan semantik dua buah satuan
ujaran yang maknanya
menyatakan
kebalikan, pertentangan dengan ujaran yang lain.
Contoh : hidup x
mati
Jenis antonim :
a. Antonim yang
bersifat mutlak, contoh : diam x bergerak
b. Antonim yang
bersifat relatif / bergradasi, contoh : jauh x dekat
c. Antonim yang
bersifat relasional, contoh : suami x istri
d. Antonim yang
bersifat hierarkial, contoh : tamtama x bintara

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.