Setiap kali kubersembunyi dalam gelapnya dosa
Serasa terlalu mudah untuk kenal salah
Tengadah padaku, pada bulan tidak batang hidungnya
Tapi pemikiran tetap saja sama
Ingin aku pergi, bersembunyi dalam gelap dosa
Bertukar pikiran seperti lainnya
Pemikiran berangkat dari seorang lelaki dewasa yang
Gelap
Gembira dari kesenangan sekejap
Duniamu sepertinya berbeda dengan pemikiranku
Melintas- lintas di lorong suci hama, tapi yang begitu
aku tahu
Pemikiranku begitu murni, terlalu murni
Untuk bisa membagi sedikit buatmu
Kalau aku bersembunyi dalam gelapnya dosa
Jejak seperti apa yang aku terima
Dan pikiranku, ah hanya berbuat dosa
Hidupku kapan berubah seadanya
Yogyakarta, 18 Juni 2014

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.