Semenjak bubuk yang menjadi aroma bercinta kita,
diantara segelas kopi
Rasa gelisah, kecewa bercampur deru dalam berdua
antara kau & aku
Lepaskan sejenak pikiran yang melanda,
lebih baik bercerita
di secangkir kopi
Secangkir kopi, mengulas sedikit
Basa-basi dahaga
Menjadi penenang dalam kata- kata yang tidak berkepanjangan
Orang- orang dahulu, sehabis kecap keringat bersinggah,
di Gubuk tua bernama Warung Kopi
Biji-biji yang terinjak oleh manusia, Seakan
nyawa dunia yang berharga hilang
bersama suka, duka loakan biji yang berserat- serat dalam
organ kehidupan manusia
Senja- malam berganti, kini terdengar keramaian
orang di Secangkir Kopi
Yogyakarta, 26 Mei 2014 (Lembayung)

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.