Begitu banyak perjalanan yang harus
ditempuh dan dilalui dalam kehidupan
ini, terutama yang dirasakan oleh kedua
orang tuaku. Ibu, merupakan sosok utama yang berpengaruh dalam kehidupanku dimana
ketika aku salah beliau la yang menegur dan memotivasiku untuk berangkat ke
masa cerah yang lebih baik. Ibuku bernama Sumiati dan suaminya yang bernama
Taslim Ibrahim,dan ketiga anaknya yang bernama anak pertama bernama Mei Sarita fitri, anak kedua bernama Angga
Aprinasta Putra dan anak ketiga atau bungsu yang bernama Jannata Suci Ramadhon.
Dalam kehidupannya banyak rintangan yang harus dilalui berawal hanya berdagang
kecil- kecilan dan ayah yang hanya bekerja di perusahaan Tambang Timah dan
merangkap setelah berhenti di pertambangan kerja serabutan, Ayahku ingin
melanjutkan pendidikan setidaknya program Diploma II IPA di Universitas Terbuka.
Setelah ayahku berhasil melanjutkan program
studinya di Diploma II IPA Universitas Terbuka beliau berhasil menjadi guru
walaupun hanya sekedar guru honorer (guru
bantu). Sedangkan ibu, beliau merupakan sosok yang takkan pernah bisa
menggantikan posisi beliau di hatiku, karena semangat dan jiwa beliau
memotivasiku untuk bangkit dan semangat dalam menjalani kehidupan ini. Ibuku
yang banyak mengajarkanku untuk tidak sombong kepada orang lain, jangan sering
meninggikan pembicaraan, hiduplah sederhana, jangan pernah jadi pemalu,belajar
mandiri dan berusaha untuk selalu sabar
dalam menghadapi segala sesuatu.
Semasa kehidupan kami yang berawal
dari nol, sosok Ibu yang berpengaruh dalam kehidupanku, sosok perempuan yang
tegar dan pantang menyerah bahkan beliau pernah mengambil eceran bensin buat
dijual diwarung, beliau membeli eceran bensin di POM bensin dengan menggunakan
sepeda Ontel. Semangat beliau menyentuh batin dan pikiranku, aku yang awalnya
malu dengan teman- teman hanya jaga
warung depan rumah, kini seakan malu itu
menjadi semangatku untuk tetap membantu kedua orang tuaku. Kedua orang tuaku, merupakan nyawa yang takkan
pernah tergantikan dalam kehidupanku bahkan aku takut jikalau aku sudah dewasa
ini melukai dan meyakiti perasaan kedua orang tuaku.
Adapun sampai saat ini Ibuku masih
berjualan dagang warung kecil- kecilan di depan rumah kira- kira masa dagang
beliau sampai saat ini sudah 25 tahun berdagang. Adapun ayah, Alhamdulillah
semenjak tahun 2010 yang berlalu beliau diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dan ayahku sekarang tengah menyelesaikan program studinya beralih dari
Diploma II IPA ke study S1 Fisika, Inilah puncak dimana kehidupan keluargaku berawal
lebih baik. Ayah dan Ibuku selalu berpesan kepadaku untuk sabar dalam menjalani
kehidupan, dahulu kehidupan kami sederhana mungkin, makan dengan apa adanya dan
keluargaku selalu sabar menghadapinya. Ibu mengajarkanku agar tidak mudah
terlalu tersinggung dengan perkataan orang lain.
Motivasiku kedepannya selalu berbakti
kepada kedua orang tuaku, ingatlah kata – kata ini dalam kehidupan kita Man
Jadda Wajada( siapa yang bersungguh- sungguh pasti akan berhasil). Adapun janganlah kita takut dengan
kata “gagal” karena sesungguhnya orang yang sukses dan berhasil itu bukan tidak
pernah gagal, melainkan mereka merasa selalu bangkit setelah gagal. Terima kasih Ibu, Ayah, kakak, dan
adikku kalian la motivasi kehidupanku untuk selalu bangkit dan berjuang demi
meraih sesuatu yaitu cita- cita.
Semoga perjuangan kedua orang tuaku
membawaku untuk menjadi pribadi yang lebih baik menjadi sosok yang bertanggung
jawab, tidak mudah menyerah apalagi putus asa, semangat menjalani kehidupan ini
yakin kehidupan esok akan lebih baik. Apakah kalian pernah gagal dan
hanya menyesali apa yang telah terjadi ?. Usahakan jangan, kita harus berpikir
optimis, bagaimana kita mau bangkit dan menjadi orang sukses kalau kita hanya
menyesali tanpa menyadari akan kegagalan itu sendiri, belajarlah dari kegagalan
dan bangkit untuk masa depan yang lebih baik. Apakah kalian juga berpikir,
apakah kita akan sukses?, jawabannya hanya ada ditangan kita sendiri. Jikalau
kita ingin sukes jangan takut menghadapi kata menyerah, yakin kita bisa dan
mampu melalui cobaan yang perlahan datang menghampiri kita dan sukses itu milik
kita.

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.