Home » » Ibu, Penegar Jiwa Batinku

Ibu, Penegar Jiwa Batinku

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Mar 31, 2014 | 1:48 AM


Begitu banyak perjalanan yang harus ditempuh dan  dilalui dalam kehidupan ini, terutama yang dirasakan  oleh kedua orang tuaku. Ibu, merupakan sosok utama yang berpengaruh dalam kehidupanku dimana ketika aku salah beliau la yang menegur dan memotivasiku untuk berangkat ke masa cerah yang lebih baik. Ibuku bernama Sumiati dan suaminya yang bernama Taslim Ibrahim,dan ketiga anaknya yang bernama anak pertama bernama  Mei Sarita fitri, anak kedua bernama Angga Aprinasta Putra dan anak ketiga atau bungsu yang bernama Jannata Suci Ramadhon. Dalam kehidupannya banyak rintangan yang harus dilalui berawal hanya berdagang kecil- kecilan dan ayah yang hanya bekerja di perusahaan Tambang Timah dan merangkap setelah berhenti di pertambangan kerja serabutan, Ayahku ingin melanjutkan pendidikan setidaknya program Diploma II IPA di Universitas Terbuka.
 Setelah ayahku berhasil melanjutkan program studinya di Diploma II IPA Universitas Terbuka beliau berhasil menjadi guru walaupun hanya sekedar  guru honorer (guru bantu). Sedangkan ibu, beliau merupakan sosok yang takkan pernah bisa menggantikan posisi beliau di hatiku, karena semangat dan jiwa beliau memotivasiku untuk bangkit dan semangat dalam menjalani kehidupan ini. Ibuku yang banyak mengajarkanku untuk tidak sombong kepada orang lain, jangan sering meninggikan pembicaraan, hiduplah sederhana, jangan pernah jadi pemalu,belajar mandiri  dan berusaha untuk selalu sabar dalam menghadapi segala sesuatu.
Semasa kehidupan kami yang berawal dari nol, sosok Ibu yang berpengaruh dalam kehidupanku, sosok perempuan yang tegar dan pantang menyerah bahkan beliau pernah mengambil eceran bensin buat dijual diwarung, beliau membeli eceran bensin di POM bensin dengan menggunakan sepeda Ontel. Semangat beliau menyentuh batin dan pikiranku, aku yang awalnya malu dengan teman- teman  hanya jaga warung depan rumah,  kini seakan malu itu menjadi semangatku untuk tetap membantu kedua orang tuaku. Kedua orang tuaku, merupakan nyawa yang takkan pernah tergantikan dalam kehidupanku bahkan aku takut jikalau aku sudah dewasa ini melukai dan meyakiti perasaan kedua orang tuaku.
Adapun sampai saat ini Ibuku masih berjualan dagang warung kecil- kecilan di depan rumah kira- kira masa dagang beliau sampai saat ini sudah 25 tahun berdagang. Adapun ayah, Alhamdulillah semenjak tahun 2010 yang berlalu beliau diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ayahku sekarang tengah menyelesaikan program studinya beralih dari Diploma II IPA ke study S1 Fisika, Inilah puncak dimana kehidupan keluargaku berawal lebih baik. Ayah dan Ibuku selalu berpesan kepadaku untuk sabar dalam menjalani kehidupan, dahulu kehidupan kami sederhana mungkin, makan dengan apa adanya dan keluargaku selalu sabar menghadapinya. Ibu mengajarkanku agar tidak mudah terlalu tersinggung dengan perkataan orang lain.
Motivasiku kedepannya selalu berbakti kepada kedua orang tuaku, ingatlah kata – kata ini dalam kehidupan kita Man Jadda Wajada( siapa yang bersungguh- sungguh  pasti akan berhasil). Adapun janganlah kita takut dengan kata “gagal” karena sesungguhnya orang yang sukses dan berhasil itu bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka merasa selalu bangkit setelah gagal. Terima kasih Ibu, Ayah, kakak, dan adikku kalian la motivasi kehidupanku untuk selalu bangkit dan berjuang demi meraih sesuatu  yaitu cita- cita.

Semoga perjuangan kedua orang tuaku membawaku untuk menjadi pribadi yang lebih baik menjadi sosok yang bertanggung jawab, tidak mudah menyerah apalagi putus asa, semangat menjalani kehidupan ini yakin kehidupan esok akan lebih baik. Apakah kalian pernah gagal dan hanya menyesali apa yang telah terjadi ?. Usahakan jangan, kita harus berpikir optimis, bagaimana kita mau bangkit dan menjadi orang sukses kalau kita hanya menyesali tanpa menyadari akan kegagalan itu sendiri, belajarlah dari kegagalan dan bangkit untuk masa depan yang lebih baik. Apakah kalian juga berpikir, apakah kita akan sukses?, jawabannya hanya ada ditangan kita sendiri. Jikalau kita ingin sukes jangan takut menghadapi kata menyerah, yakin kita bisa dan mampu melalui cobaan yang perlahan datang menghampiri kita dan sukses itu milik kita.

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.