Home » » PUISI SEBAGAI BAHAN BELAJAR BAHASA INDONESIA YANG INTEGRATIF

PUISI SEBAGAI BAHAN BELAJAR BAHASA INDONESIA YANG INTEGRATIF

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Jan 30, 2014 | 8:20 AM



A.  Topik: pembelajaran puisi
Pendekatan Integratif: ancangan kebijakan pembelajaran bahasa secara terpadu, baik secara internal dalam lingkup intrabidang studi (pengintegrasian antara aspek kebahasaan, aspek keterampilan berbahasa, dan aspek kesastraan) maupun secara eksternal dalam lingkup interbidang studi. Dalam menggunakan proses bahan ajar bahasa Indonesia yang bersifat Integratif, pembelajaran puisi bisa dijadikan sebagai bahan- bahan acuan pembelajaran.
Dalam sebuah puisi terdapat nilai- nilai kerohanian yang bisa kita ambil. Materi pembelajaran puisi ini bisa digunakan di kelas XI SMA hingga ke jenjang perkuliahan. Dalam sebuah teks puisi terdapat nilai- nilai yang ingin disampaikan,misalnya adanya sastra sufi yakni puisi yang berkonteks dengan keislaman. Puisi yang menggunakan analisis lebih mendasar digunakan dalam jenjang perkuliahan. Adapun untuk mengenal dasar- dasar apa itu puisi, bentuk puisi dapat digunakan dalam anak –anak usia Sekolah Menengah Atas. Bermain dengan puisi sekaligus memaknai apa itu puisi, dan hakikat mencintai puisi itu sendiri yang terdapat dalam puisi tersebut sangatlah memengaruhi dengan nilai- nilai keislaman dan kerohanian kita, misalnya adanya terdapat pengertian definisi penyair ada penyair sesat dan penyair di jalan Allah. Pengertian tersebut tercantum dalam surah Ass-syuaraa.
B.     Tujuan Pembelajaran
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. Saat mengajarkan kalimat, guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya.
Pendekatan tujuan ini dilandasi oleh pemikiran bahwa dalam setiap kegiatan belajar mengajar, yang harus dipikirkan dan ditetapkan terlebih dahulu ialah tujuan yang hendak dicapai. Dengan memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan itu dapat ditentukan metode mana yang akan digunakan dan teknik pengajaran yang bagaimana yang diterapkan agar tujuan pembelajaran tersebut dapat dicapai. Jadi proses belajar mengajar ditentukan oleh tujuan yang ditetapkan, untuk mencapai tujuan itu sendiri. Adapun pencapaian siswa;
-          Siswa harus dapat menuliskan puisi dengan judul yang berbeda yang mudah dipahami
-          Menyampaikan secara lisan isi puisi yang telah dibuat secara runtut dan jelas
-          Bersifat aktif dalam proses diskusi baik itu berupa tanggapan maupun pertanyaan
-          Wajib menanggapi puisi karya orang lain dengan alasan yang jelas, misalnya mengapa puisi tersebut dikatan puisi yang bernilai keislaman dan kerohanian.
  1. Indikator pencapaian
-          Menulis puisi, membaca puisi dan membedakan puisi satu dengan yang lain yang terdapat unsur kerohanian
-          Menyamapaikan secara lisan apa yang telah dipelajari tersebut dengan jelas dengan mengkaitkan kegunaan puisi dalam hakikat pendidikan Islam
-          Mengajukan pertanyaan, berkomentar bahkan berpendapat menyetujui atau menolak pendapat yang lain tentang konsep puisi dalam keislaman.
  1. Metode
-          Penugasan
-          Tanya jawab
-          Diskusi
  1. Materi dan penerapan metode
Ringkasan: saat mengajarkan  kalimat puisi, simbol apa yang tepat digunakan, guru memberikan contoh terlebih dahulu kepada siswa- siswanya. Integratif sangat diharapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pengintegrasiannya diaplikasikan sesuai dengan kompetensi dasar yang perlu dimiliki siswa. Materi tentang puisi tersebut tidak dipisah- pisahkan. Contoh puisi yang bernilai kerohanian, jenis puisi cocok dikenal bagi kalangan Sekolah Menengah Atas kelas XI sekaligus bisa membacakan puisi tersebut;
Rani yang Bertanya

Rani yang masih di kamarnya
Rani yang masih di mimpi kanaknya
Rani yang tak biasa di pagi harinya
Rani yang jalan-jalan di imajinasinya

Rani,
Tatkala bumi bagai dalam ayakan Tuhan
Pohon-pohon belakang rumahmu
cemas hempaskan tubuhnya
Tak lagi kuasa kuatkan akar-akarnya
Lintang-pukang orang-orang di bawahnya

Bagai dalam ayakan Tuhan
Tembok-tembok mengombak naik-turun
Rani,
Rumah-rumah seperti roti kering yang kau ledakkan
Di tanganmu. Lintang-pukang kurcaci menghindarinya

Rani yang dalam dekapan ibunya
Rani yang amat sangat ketakutan
Rani yang masih balita itu tengadahkan tangan
Rani yang bertanya
"Tuhan, apakah Engkau sungguh marah hari ini?"

Jambidan, Yogyakarta, 27 Mei 2006

               Materi puisi ini menyuruh siswa membedakan antara puisi ini dengan puisi yang lain apakah terdapat unsur- unsur nilai kerohanian serta apakah puisi ini bisa dikategorikan puisi yang terdapat unsur nilai keislaman. Adapun hadis yang bisa dijadikan pacuan dalam membedakan puisi yang bernilai kerohanian ialah hadis yang terdapat pada surat Al- Alag, Al- ikhlas, Ass- syuaraa yang didalamnya terdapat definisi seorang penyair.
               Hikmah yang dapat diambil dalam mengenali puisi yang berjudul Rani yang bertanya karya Abdul Wachid B.S ini bagi anak didik SMA , bagaimana mencintai sebuah puisi itu, bagaimana hakikat puisi itu sendiri dalam kehidupan sehari- hari, bagaimana ungkapan rasa kita yang bisa dicurahkan melalui puisi sehingga rohani- rohani kita menjadi pribadi yang luhur.



0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.