A. Topik: pembelajaran puisi
Pendekatan Integratif: ancangan kebijakan pembelajaran bahasa
secara terpadu, baik secara internal dalam lingkup intrabidang studi
(pengintegrasian antara aspek kebahasaan, aspek keterampilan berbahasa, dan
aspek kesastraan) maupun secara eksternal dalam lingkup interbidang studi.
Dalam menggunakan proses bahan ajar bahasa Indonesia yang bersifat Integratif,
pembelajaran puisi bisa dijadikan sebagai bahan- bahan acuan pembelajaran.
Dalam sebuah puisi terdapat nilai- nilai kerohanian yang
bisa kita ambil. Materi pembelajaran puisi ini bisa digunakan di kelas XI SMA
hingga ke jenjang perkuliahan. Dalam sebuah teks puisi terdapat nilai- nilai
yang ingin disampaikan,misalnya adanya sastra sufi yakni puisi yang berkonteks
dengan keislaman. Puisi yang menggunakan analisis lebih mendasar digunakan
dalam jenjang perkuliahan. Adapun untuk mengenal dasar- dasar apa itu puisi,
bentuk puisi dapat digunakan dalam anak –anak usia Sekolah Menengah Atas.
Bermain dengan puisi sekaligus memaknai apa itu puisi, dan hakikat mencintai
puisi itu sendiri yang terdapat dalam puisi tersebut sangatlah memengaruhi
dengan nilai- nilai keislaman dan kerohanian kita, misalnya adanya terdapat
pengertian definisi penyair ada penyair sesat dan penyair di jalan Allah. Pengertian
tersebut tercantum dalam surah Ass-syuaraa.
B.
Tujuan Pembelajaran
Dalam pembelajaran
bahasa Indonesia, integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. Saat
mengajarkan kalimat, guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke
siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya.
Pendekatan tujuan ini
dilandasi oleh pemikiran bahwa dalam setiap kegiatan belajar mengajar, yang
harus dipikirkan dan ditetapkan terlebih dahulu ialah tujuan yang hendak
dicapai. Dengan memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan itu dapat ditentukan
metode mana yang akan digunakan dan teknik pengajaran yang bagaimana yang
diterapkan agar tujuan pembelajaran tersebut dapat dicapai. Jadi proses belajar
mengajar ditentukan oleh tujuan yang ditetapkan, untuk mencapai tujuan itu
sendiri. Adapun pencapaian siswa;
-
Siswa harus dapat menuliskan puisi
dengan judul yang berbeda yang mudah dipahami
-
Menyampaikan
secara lisan isi puisi yang telah dibuat secara runtut dan jelas
-
Bersifat
aktif dalam proses diskusi baik itu berupa tanggapan maupun pertanyaan
-
Wajib
menanggapi puisi karya orang lain dengan alasan yang jelas, misalnya mengapa
puisi tersebut dikatan puisi yang bernilai keislaman dan kerohanian.
- Indikator pencapaian
-
Menulis puisi, membaca puisi dan
membedakan puisi satu dengan yang lain yang terdapat unsur kerohanian
-
Menyamapaikan secara lisan apa yang
telah dipelajari tersebut dengan jelas dengan mengkaitkan kegunaan puisi dalam
hakikat pendidikan Islam
-
Mengajukan pertanyaan, berkomentar
bahkan berpendapat menyetujui atau menolak pendapat yang lain tentang konsep
puisi dalam keislaman.
- Metode
-
Penugasan
-
Tanya jawab
-
Diskusi
- Materi dan penerapan metode
Ringkasan:
saat mengajarkan kalimat puisi, simbol
apa yang tepat digunakan, guru memberikan contoh terlebih dahulu kepada siswa-
siswanya. Integratif sangat diharapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Pengintegrasiannya diaplikasikan sesuai dengan kompetensi dasar yang perlu
dimiliki siswa. Materi tentang puisi tersebut tidak dipisah- pisahkan. Contoh
puisi yang bernilai kerohanian, jenis puisi cocok dikenal bagi kalangan Sekolah
Menengah Atas kelas XI sekaligus bisa membacakan puisi tersebut;
Rani yang Bertanya
Rani yang masih di kamarnya
Rani yang masih di mimpi kanaknya
Rani yang tak biasa di pagi harinya
Rani yang jalan-jalan di imajinasinya
Rani,
Tatkala bumi bagai dalam ayakan Tuhan
Pohon-pohon belakang rumahmu
cemas hempaskan tubuhnya
Tak lagi kuasa kuatkan akar-akarnya
Lintang-pukang orang-orang di bawahnya
Bagai dalam ayakan Tuhan
Tembok-tembok mengombak naik-turun
Rani,
Rumah-rumah seperti roti kering yang kau ledakkan
Di tanganmu. Lintang-pukang kurcaci menghindarinya
Rani yang dalam dekapan ibunya
Rani yang amat sangat ketakutan
Rani yang masih balita itu tengadahkan tangan
Rani yang bertanya
"Tuhan, apakah Engkau sungguh marah hari ini?"
Jambidan, Yogyakarta, 27 Mei 2006
Materi
puisi ini menyuruh siswa membedakan antara puisi ini dengan puisi yang lain
apakah terdapat unsur- unsur nilai kerohanian serta apakah puisi ini bisa
dikategorikan puisi yang terdapat unsur nilai keislaman. Adapun hadis yang bisa
dijadikan pacuan dalam membedakan puisi yang bernilai kerohanian ialah hadis
yang terdapat pada surat Al- Alag, Al- ikhlas, Ass- syuaraa yang didalamnya
terdapat definisi seorang penyair.
Hikmah yang dapat diambil dalam
mengenali puisi yang berjudul Rani yang bertanya karya Abdul Wachid B.S ini
bagi anak didik SMA , bagaimana mencintai sebuah puisi itu, bagaimana hakikat
puisi itu sendiri dalam kehidupan sehari- hari, bagaimana ungkapan rasa kita
yang bisa dicurahkan melalui puisi sehingga rohani- rohani kita menjadi pribadi
yang luhur.

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.