- Model Moody dalam pengajaran sastra
Moody
(2004: 48-53) memberikan enam tahap dalam penyajian sastra yang dapat
diterapkan.
1).
Preliminary assessment (tahap
pelacakan). Tahap ini menjadi tugas pengajar untuk memahami lebih mendalam
tentang seluk beluk sastra yang akan diajarkan. Melalui pemahaman terhadap
fakta- fakta yang ada, akan mudah ditentukan strategi penyajian yang tepat.
2).
Practical decision (tahap penentuan
hal- hal praktis). Tahap ini dimaksudkan untuk menentukan apakah karya sastra
tersebut tergolong mudah atau tidak, dan lain sebagainya misalnya unsur tema,
amanat.
3).
Introduction of the work (tahap
introduksi). Tahap ini merupakan langkah awal untuk menarik minat siswa. Dialog
dan pancingan awal harus ditata karena justru akan menentukan keberhasilan
penyajian berikutnya.
4). Presentation of the work (tahap
penyajian). Tahap ini adalah tahap pembacaan karya oleh para siswa, baik
dilakukan secara individu maupun berkelompok. Model ini bersifat pengalaman.
5). Discussion (diskusi). Pengajar hendaknya
mampu mendorong munculnya pertanyaan- pertanyaan dalam situasi yang hidup.
Diskusi diarahkan pada apresiasi, bukan debat kusir. Pemahaman menghendaki
multitafsir dan menghargai terhadap pendapat subjek didik.
6).
Reinforcement (pengukuhan). Subjek didik digiring untuk memahami sastra tidak
saja dalam tataran luar, melainkan sampai makna terdalam.
2. Strategi berbasis
masalah dalam pengajaran sastra
Strategi berbasis masalah merupakan
strategi yang memberikan ruang bagi guru untuk memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menentapkan masalah, walaupun sebenarnya guru sudah mempersiapkan
apa yang harus dibahas.
1). Strategi
Ekspositorik
Strategi pembelajaran ekspositori adalah
strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara
verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat
menguasai materi pelajaran secara optimal. Dalam strategi ini materi pelajaran
disampaikan langsung oleh guru. Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi
itu. Materi pelajaran seakan akan sudah jadi. Karena strategi ekspositori lebih
menekankan kepada proses bertutur, maka sering juga dinamakan strategi “chalk
and talk”. (Depdiknas, 2008b:30-36)
2.
Strategi
Inkuiri
Strategi pembelajaran inkuiri menekankan
kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara
langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri
materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing
siswa untuk belajar. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan
proses pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis
untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang
dipertanyakan.
- Strategi berbasis masalah (problem solving)
Strategi pembelajaran berbasis masalah
merupakan strategi yang memberikan ruang bagi guru untuk memberikan kesempatan
kepada siswa untuk menetapkan topic masalah, walaupun sebenarnya guru sudah
mempersiapkan apa yang harus dibahas. Proses pembelajaran diarahkan agar siswa
mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis.
- Strategi pengembangan berpikir
Strategi ini diarahkan pada pemahaman
materi siswa yang berperan aktif, merupakan strategi pembelajaran yang
diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa yang memiliki beberapa
karakteristik. Ada tiga karakteristik utama yang dimiliki strategi pembelajaran
peningkatan kemampuan berpikir, seperti yang diungkapkan oleh sanjaya
(2010:229)
·
Proses pembelajaran melalui strategi
pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir menekankan kepada proses mental
siswa secara maksimal
·
Strategi pembelajaran peningkatan
kemampuan berpikir dibangun dalam nuansa dialogis dan proses Tanya jawab secara
terus menerus.
·
Strategi pembelajaran peningkatan
kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang menyandangkan kepada kedua
sisi yang sama pentingnya, yaitu sisi proses dan hasil belajar.
- Strategi kooperatif
Strategi ini bersifat diskusi, sejenis
cara belajar berkelompok yang melibatkan empat sampai enam siswa. Di dalam
kelompok ini, siswa bekerja bersama- sama dengan siswa yang lain dibawah
pengawasan guru untuk menyelesaikan persoalan yang disediakan oleh guru.
- Strategi kontekstual (contekstual Teaching and Learning)
Strategi pembelajaran kontekstual
merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan tujuan memotivasi siswa
untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan
materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari- hari (konteks pribadi,
sosial, dan kultural ) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang
secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks
ke permasalahan/konteks ke permasaalahan/konteks lainnya.
(Depdiknas,2008b:41-43)
Strategi
berbasis masalah juga mempunyai keunggulan yakni
- Pemecahan masalah (problem solving) merupakan teknik yang baik digunakan dalam memahami suatu isi bahan pelajaran
- Pemecahan masalah (problem solving) dapat memotivasi kemampuan siswa untuk menemukan pengetahuan- pengetahuan yang baru
- Pemecahan masalah (problem solving) dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
Strategi berbasis masalah juga mempunyai
kekurangan yakni
- Apabila minat siswa menurun dan tidak mempunyai ke kepercayaan bahwa masalah tidak akan pernah terselesaikan ,kebanyakan dari mereka susah untuk mencoba
3. Tabel perbedaan model sosiodrama dengan simulasi dalam pengajaran
sastra
|
Model sosiodrama
|
Model simulasi
|
|
1. Mendramatisasikan
bentuk tingkah laku dalam hubungan sosial
2. Bermain
peran, titik keterlibatannya pada emosional.
3. Keunggulan;
Dapat
berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa.
Sangat
menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh
antusias
Membangkitkan
gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa
kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi
4. Sosiodrama
mementingkan aspek sosial (problem dan tantangan)
5. Kelemahan;
Sosiodrama
dan bermain peranan memerlukan waktu yang relative panjang/ banyak
Tidak
semua materi pelajaran dapat disajikan melaui metode ini
|
Pelaksanaan
menyita waktu lama
Tidak
semua aspek kehidupan dapat disimulasikan
Situasi
yang dimunculkan adalah menggembirakan
Hal
yang bersifat abstrak dapat diwujudkan dalam perbuatan/tingkah laku
|
4. Tabel perbedaan teknik pengajaran puisi, pengajaran prosa dan
pengajaran drama
|
Pengajaran puisi
|
Pengajaran prosa
|
Pengajaran drama
|
|
|
Memilih edisi drama
Membaca halaman
penting
Menentukan struktur
telaah
Membuat jadi nyata
Memvariasikan metode
Mendiskusikan masalah
|

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.