Home » » pengajaran sastra

pengajaran sastra

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Jan 30, 2014 | 8:08 AM



  1. Model Moody dalam pengajaran sastra
Moody (2004: 48-53) memberikan enam tahap dalam penyajian sastra yang dapat diterapkan.
1). Preliminary assessment (tahap pelacakan). Tahap ini menjadi tugas pengajar untuk memahami lebih mendalam tentang seluk beluk sastra yang akan diajarkan. Melalui pemahaman terhadap fakta- fakta yang ada, akan mudah ditentukan strategi penyajian yang tepat.
2). Practical decision (tahap penentuan hal- hal praktis). Tahap ini dimaksudkan untuk menentukan apakah karya sastra tersebut tergolong mudah atau tidak, dan lain sebagainya misalnya unsur tema, amanat.
3). Introduction of the work (tahap introduksi). Tahap ini merupakan langkah awal untuk menarik minat siswa. Dialog dan pancingan awal harus ditata karena justru akan menentukan keberhasilan penyajian berikutnya.
4). Presentation of the work (tahap penyajian). Tahap ini adalah tahap pembacaan karya oleh para siswa, baik dilakukan secara individu maupun berkelompok. Model ini bersifat pengalaman.
5). Discussion (diskusi). Pengajar hendaknya mampu mendorong munculnya pertanyaan- pertanyaan dalam situasi yang hidup. Diskusi diarahkan pada apresiasi, bukan debat kusir. Pemahaman menghendaki multitafsir dan menghargai terhadap pendapat subjek didik.
6). Reinforcement (pengukuhan). Subjek didik digiring untuk memahami sastra tidak saja dalam tataran luar, melainkan sampai makna terdalam.




2. Strategi berbasis masalah dalam pengajaran sastra

Strategi berbasis masalah merupakan strategi yang memberikan ruang bagi guru untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentapkan masalah, walaupun sebenarnya guru sudah mempersiapkan apa yang harus dibahas.
       1). Strategi Ekspositorik
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Dalam strategi ini materi pelajaran disampaikan langsung oleh guru. Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi itu. Materi pelajaran seakan akan sudah jadi. Karena strategi ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur, maka sering juga dinamakan strategi “chalk and talk”. (Depdiknas, 2008b:30-36)
2.      Strategi Inkuiri
Strategi pembelajaran inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan proses pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
  1. Strategi berbasis masalah (problem solving)
Strategi pembelajaran berbasis masalah merupakan strategi yang memberikan ruang bagi guru untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menetapkan topic masalah, walaupun sebenarnya guru sudah mempersiapkan apa yang harus dibahas. Proses pembelajaran diarahkan agar siswa mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis.
  1. Strategi pengembangan berpikir
Strategi ini diarahkan pada pemahaman materi siswa yang berperan aktif, merupakan strategi pembelajaran yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa yang memiliki beberapa karakteristik. Ada tiga karakteristik utama yang dimiliki strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir, seperti yang diungkapkan oleh sanjaya (2010:229)
·        Proses pembelajaran melalui strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir menekankan kepada proses mental siswa secara maksimal
·        Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir dibangun dalam nuansa dialogis dan proses Tanya jawab secara terus menerus.
·        Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang menyandangkan kepada kedua sisi yang sama pentingnya, yaitu sisi proses dan hasil belajar.
  1. Strategi kooperatif
Strategi ini bersifat diskusi, sejenis cara belajar berkelompok yang melibatkan empat sampai enam siswa. Di dalam kelompok ini, siswa bekerja bersama- sama dengan siswa yang lain dibawah pengawasan guru untuk menyelesaikan persoalan yang disediakan oleh guru.
  1. Strategi kontekstual (contekstual Teaching and Learning)
Strategi pembelajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan tujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari- hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural ) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/konteks ke permasaalahan/konteks lainnya. (Depdiknas,2008b:41-43)



Strategi berbasis masalah juga mempunyai keunggulan yakni
  • Pemecahan masalah (problem solving) merupakan teknik yang baik digunakan dalam memahami suatu isi bahan pelajaran
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat memotivasi kemampuan siswa untuk menemukan pengetahuan- pengetahuan yang baru
  •  Pemecahan masalah (problem solving) dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
Strategi berbasis masalah juga mempunyai kekurangan yakni
  • Apabila minat siswa menurun dan tidak mempunyai ke kepercayaan bahwa masalah tidak akan pernah terselesaikan ,kebanyakan dari mereka susah untuk mencoba
3. Tabel perbedaan model sosiodrama dengan simulasi dalam pengajaran sastra
Model sosiodrama
Model simulasi
                    
1.      Mendramatisasikan bentuk tingkah laku dalam hubungan sosial
2.      Bermain peran, titik keterlibatannya pada emosional.
3.      Keunggulan;
Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa.
Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias
Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi
4.      Sosiodrama mementingkan aspek sosial (problem dan tantangan)
5.      Kelemahan;
Sosiodrama dan bermain peranan memerlukan waktu yang relative panjang/ banyak
Tidak semua materi pelajaran dapat disajikan melaui metode ini
  1. Peniruan dari keadaan yang sebenarnya
  2. Melatih siswa untuk memecahkan masalah dan mempelajari kehidupan orang dewasa dalam arti tujuan umum, namun dalam tujuan khusus simulasi dapat sebagai media pembelajaran yang bertujuan melatih keterampilan berbicara dan menyimak.
  3. Secara tidak langsung dapat meningkatkan keaktifan siswa, memberikan dorongan belajar siswa, membina sifat kerja sama, mengembangkan daya fantasi dan imajinasi siswa serta bentuk simulasi ini dapat mengusir kebosanan dan memberikan selingan yang bersifat kreatif dalam pengajaran sastra di dalam kelas.
  4. Kekurangan;
Pelaksanaan menyita waktu lama
Tidak semua aspek kehidupan dapat disimulasikan
  1. Kelebihan;
Situasi yang dimunculkan adalah menggembirakan
Hal yang bersifat abstrak dapat diwujudkan dalam perbuatan/tingkah laku



4. Tabel perbedaan teknik pengajaran puisi, pengajaran prosa dan pengajaran drama
Pengajaran puisi
Pengajaran prosa
Pengajaran drama
  1. Pelacakan pendahuluan.pemahaman terhadap karya sastra penting agar guru dapat menentukan strategi yang tepat, menentukan aspek- aspek yang perlu mendapat perhatian yang khusus dari siswa.
  2. Dibaca secara bersama- sama oleh dua atau tiga orang siswa
  3. Tahap diskusi
  4. Hindari pembahasan yang tidak ada relevansinya dengan pembelajaran apresiasi sastra
  5.  Mengukuhkan pemahamn siswa terhadap karya sastra yang dipelajari
  1. Teknik membaca untuk memperoleh informasi secara cepat dan langsung pada sasarannya. Scanning dan skimming
  2. Mencari informasi topik tertentu dalam suatu bacaan
  3. Tindakan untuk mengambil inti bacaan. Teknik ini merupakan suatu keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk memperoleh hasil yang efisien. Misalnya mengenali tema, dsb.
  4. Kegiatan membaca sastra

Memilih edisi drama
Membaca halaman penting
Menentukan struktur telaah
Membuat jadi nyata
Memvariasikan metode
Mendiskusikan masalah
  1. Pengajaran teori drama dimaknai dengan pengajaran teori teks(naskah drama)
  2. Pengajaran tentang teori pementasan drama

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.