Home » , , » Upaya Meningkatkan Mutu Belajar Siswa dalam Menyimak Berita Melalui Proses Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team Di Kelas VII SMP Negeri 13 Yogyakarta Tahun 2014/ 2015

Upaya Meningkatkan Mutu Belajar Siswa dalam Menyimak Berita Melalui Proses Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team Di Kelas VII SMP Negeri 13 Yogyakarta Tahun 2014/ 2015

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Jul 2, 2015 | 10:23 AM

BAB I

a. Latar belakang masalah
Nilai hasil belajar adalah salah satu indikator yang bisa digunakan untuk mengukur keberhasilan belajar seseorang. Nilai hasil belajar mencerminkan hasil yang dicapai seseorang dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dalam proses belajar mengajar, ada banyak faktor yang mempengaruhi pencapaian nilai hasil belajar siswa, baik yang berasal dari dalam diri siswa (internal) maupun dari lingkungan luar (eksternal). Faktor internal terkait dengan disiplin, respon dan motivasi siswa, sementara faktor eksternal adalah lingkungan belajar, tujuan pembelajaran, kreatifitas pemilihan media belajar oleh pendidik serta metode pembelajaran. Faktor-faktor tersebut mempengaruhi satu sama lain dan merupakan satu kesatuan yang mendasari hasil belajar siswa. Dari semua faktor yang ada, metode pembelajaran yang dipilih oleh seorang pendidik menjadi sumber dan berkait dengan faktor yang lain. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan membawa suasana belajar yang menyenangkan dan memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreatifitas. Suasana belajar yang menyenangkan akan membawa dampak pada motivasi belajar dan disiplin yang meningkat. Motivasi belajar yang tinggi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan siswa dalam mencapai hasil belajar yang terbaik. Berdasarkan hasil pengamatan di SMP Negeri 13 Yogyakarta khususnya untuk kelas VII pada pembelajaran bahasa Indonesia yaitu menyimak berita, proses belajar mengajar di kelas dilakukan dengan metode konvensional (ceramah).
Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah terdiri atas empat komponen keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis yang tertuang dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, ada empat keterampilan berbahasa yang harus di kuasai oleh siswa yaitu, keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.(Depdiknas,2006:22).
Kegiatan menyimak merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan oleh siswa pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Hampir seluruh guru yang mengajar, selalu memberikan penjelasan materi kepada siswa melalui metode ceramah. Untuk memahami dan dapat mengerti penjelasan guru siswa hendaknya memperhatikan dan menyimak dengan baik dengan konsentrasi yang baik pula. Jika tidak, siswa akan menemui kegagalan dalam proses pembelajaran.
Kegiatan menyimak merupakan kegiatan penting dalam pengembangan kemampuan berbahasa seseorang terutama para siswa. Namun pembelajaran menyimak bukan semata-mata penyajian materi dengan siswa mendengarkan saja tetapi diharapkan segala adanya informasi yang ada proses pemahaman yang harus dikembangkan. Ketika proses pembelajaran tersebut berlangsung, banyak siswa yang mengantuk atau mengobrol. Rasa ingin tahu siswa tidak terbangun, kemandirian dalam kegiatan pembelajaran pun sedikit sekali terlihat. Ketekunan yang dimiliki belum tampak. Selain itu hanya ada beberapa siswa yang aktif di kelas, mereka mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan, namun masih banyak siswa yang hanya menjadi pendengar dan tergolong pasif di kelas. Saat mendapatkan nilai yang tidak memuaskan seakan menjadi hal yang biasa bagi siswa. Siswa tidak termotivasi dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Jika hal demikian didiamkan saja oleh guru dan tidak diupayakan adanya perbaikan maka tujuan kegiatan pembelajaran tersebut tentu tidak akan dapat tercapai dengan maksimal. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas berkaitan dengan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran active learning tipe quiz team pada Mata pelajaran Bahasa Indonesia, Menyimak Berita di SMP Negeri 13 Yogyakarta.
b. Identifikasi masalah
1. Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang masih rendah.
2. Metode pembelajaran masih monoton dan cenderung satu arah.
3. Metode pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru.
4. Proses pembelajaran yang kurang melibatkan keaktifan siswa dan proses berpikir.
5. Suasana kelas yang kurang kondusif selama proses pembelajaran.
6. Penggunaan strategi pembelajaran di sekolah kurang efektif.
c. Pembatasan masalah
1. Hasil belajar yang diukur adalah aspek kognitif.
2. Materi yang digunakan adalah materi sistem pemerintahan pusat.
3. penerapan Metode Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team pada siswa kelas VII SMP N 13 Yogyakarta.
d. Rumusan masalah
Apakah penerapan Metode Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team dapat meningkatkan hasil belajar dalam menyimak berita siswa kelas VII SMP N 13 Yogyakarta ?
e. Tujuan penelitian
Berkaitan dengan masalah yang diuraikan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis tentang pengaruh tindakan kelas dengan pendekatan active lerning terhadap Mutu Belajar Siswa dalam Menyimak Berita Di Kelas VII SMP Negeri 13 Yogyakarta Tahun 2014/ 2015.
f. Manfaat penelitian
a. Manfaat teoritis
Manfaat teoritis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat menambah wawasan tentang pengaruh metode active learning terhadap Mutu Belajar Siswa dalam Menyimak Berita Di Kelas VII SMP Negeri 13 Yogyakarta Tahun 2014/ 2015.
b. Manfaat praktis
Adapun manfaat praktis yang diharapkan bagi guru pendidikan Bahasa di SMP Negeri 13 Yogyakarta adalah sebagai masukan dalam penerapan dan pengembangan metode active learning dalam pembelajaran Menyimak Berita.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

a. Penelitian yang Relevan
1. Ita Isdiyanti (STAIN Surakarta, 2006) dengan judul skripsi Pelaksanaan Metode Active Learning dalam Pembelajaran PAI Kelas III SD Islam Al Azhar 28 Solo Baru. Penelitian ini menemukan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan strategi ceramah tanpa diimbangi dengan strategi lain telah menjadi persoalan yang cukup mendasar, yakni tujuan pembelajaran kurang optimal, munculnya generasi-generasi yang pasif, tidak mempunyai kreativitas dalam berfikir dan dalam hidupnya mereka akan bergantung pada orang lain. Belajar aktif merupakan langkah cepat yang menyenangkan, mendukung dan secara pribadi menarik hati di mana siswa dapat mengajukan pertanyaan tentang pelajaran tertentu dan mendiskusikannya dengan orang lain. Pelaksanaan metode active learning dalam pembelajaran PAI SD Islam Al Azhar 28 Solo Baru dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok di awal pembelajaran, guru memfasilitasi dengan berbagai alat edu game serta di akhir pelajaran memberi tugas di lembar kerja.
b. Kajian Teori
Menurut Slamato ( 2003 : 36) dalam proses belajar mengajar, guru perlu menimbulkan aktivitas siswa dalam berpikir maupun berbuat.Penerimaan pelajaran jika dengan aktivitas siswa sendiri, kesan itu tidak akan berlaku begitu saja, tetapi dipikirkan, diolah kemudian dikeluarkan lagi dalam bentuk yang berbeda. Dalam berbuat siswa dapat menjalankan perintah, melaksanakan tugas, membuat grafik, inti sari pelajaran oleh guru. Ketika para siswa menyimak, hendaknya siswa mampu menggunakan konsentarsi untuk mengaktifkan pikiran pada saat menyimak yang mana perhatian menyimak tertuju pada objek bahan simakan. Metode pembelajaran Active Learning adalah pembelajaran aktif yang melibatkan pembelajaran terjadi ketika siswa bersemangat, siap secara mental, dan bisa memahami pengalaman yang dialami (Hollingsworth & Lewis, 2008). Metode Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team Pada Mata Pelajaran Menyimak Berita Di Kelas VII SMP Negeri 13 Yogyakarta, pembelajaran ini mencoba memahami sisi psikologis siswa dalam kesiapan menerima materi pelajaran dengan mengajak mereka aktif dalam proses belajar. Wibowo dalam Sibbermen (2007) menyatakan bahwa metode pembelajaran aktif (Active Learning) adalah proses pembelajaran yang tidak hanya didasarkan pada proses mendengarkan dan mencatat. Karena dalam pembelajaran siswa dituntut untuk selalu aktif baik dalam hal menyampaikan pendapat ataupun memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan di kelas.
Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Active Learning adalah proses belajar dimana siswa mendapat kesempatan untuk lebih banyak melakukan aktivitas belajar, hubungan interaktif dengan materi pelajaran maupun pengoptimalan potensi yang dimiliki, sehingga siswa memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Quiz Team merupakan salah satu tipe dalam metode pembelajaran Active Learning yang berfungsi untuk menghidupkan suasana belajar, mengaktifkan siswa untuk bertanya maupun menjawab dan meningkatkan kemampuan tanggung jawab peserta didik terhadap apa yang mereka pelajari melalui cara yang menyenangkan dan tidak membosankan.
Pada prinsipnya, kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses transformasi ilmu pengetahuan dan merupakan proses komunikasi. Proses transformasi berbagai pengetahuan tersebut harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan tukar menukar informasi atau pesan, baik oleh guru dan peserta didik. Adapun yang dimaksud dengan belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman (Thompson dalam Sudjana, 2004).
Sudjana (2004) menjelaskan Belajar adalah suatu proses yang ditandai adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan yang terjadi pada individu merupakan perubahan bentuk seperti berubahnya pemahaman, pengetahuan, sikap, tingkah laku, keterampilan, kecakapan, serta keinginan menuju kearah yang lebih baik. Dalam pengertian tersebut tahapan perubahan dapat diartikan sepadan dengan proses. Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang diwujudkan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap berdasarkan pengalaman pribadi (individu), maupun orang lain. Berdasarkan teori-teori diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil yang diperoleh seseorang dalam proses kegiatan belajar mengajar, dan hasil belajar tersebut dapat berbentuk kognitif, afektif, dan psikomotorik yang penilaiannya melalui tes.
c. Hipotesis Tindakan
Model pembelajaran ini dikembangkan oleh Mel Silberman. Metode belajar aktif tipe Quiz Team akan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode belajar aktif tipe Quiz Team ini, siswa bersama-sama dengan timnya mempelajari materi dalam lembaran kerja, mendiskusikan materi, saling memberikan arahan, saling memberi pertanyaan dan jawaban. Siswa tidak hanya sekedar mendengarkan informasi dari guru, akan tetapi juga melihat apa yang dijelaskan oleh guru dan melakukan uji coba secara langsung, sehingga siswa tidak mudah lupa dan memahami materi tersebut. Silberman (2007) mengungkapkan prosedur pembelajaran dengan menggunakan tipe Quiz Team adalah sebagai berikut:
1) Guru memilih topik yang dapat dipresentasikan dalam tiga bagian.
2) Peserta didik dibagi menjadi 3 tim.
3) Guru menjelaskan skenario pembelajaran.
4) Guru menyajikan materi pelajaran.
5) Guru meminta tim A untuk menyiapkan kuis jawaban singkat, sementara tim B dan C menggunakan waktu untuk memeriksa catatan mereka.
6) Tim A memberikan kuis kepada tim B. Jika tim B tidak dapat menjawab
pertanyaan, tim C diberi kesempatan untuk segera menjawabnya.
7) Tim A melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya kepada anggota tim C dan
ulangi prosesnya.
8) Ketika kuis selesai, lanjutkan dengan bagian kedua dari pelajaran dan
tunjuklah tim B sebagai pemimpin kuis.
9) Setelah tim B menyelesaikan ujian tersebut, lanjutkan dengan bagian ketiga
dan tentukan tim C sebagai pemimpin kuis.




















BAB III

a. Jenis penelitian
Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas atau yang lebih dikenal dengan classroom action research, pada prinsipnya dilakukan untuk mengatasi suatu permasalahan yang terdapat di dalam kelas. Hal ini ditegaskan oleh Mc.Niff dalam Arikunto (2006) bahwa dasar utama dari metode ini adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan professional pendidik dalam menangani proses belajar mengajar dengan melakukan berbagai tindakan alternatif dalam memecahkan persoalan pembelajaran. Sample dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII ( pelajaran bahasa di kelas A) di SMP N 13 yang berjumlah 37 orang, dengan pertimbangan bahwa pencapaian hasil belajar Menyimak Berita pada kelas VII ini rendah. Rancangan siklus penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Taggart. Prosedur kerja dalam penelitian tindakan menurut Kemmis & Taggart dalam Arikunto (2006), meliputi tahap-tahap sebagai berikut : 1. Perencanaan (planning) Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team Pada Mata Pelajaran Menyimak berita Di SMP Negeri 13 Yogyakarta 2. Tindakan (acting) 3. Observasi (observing) 4. Refleksi (reflecting) Selanjutnya siklus tersebut akan berulang terus sehingga membentuk spiral. Banyaknya siklus yang dilakukan tergantung pada peningkatan hasil belajar. Proses siklus akan berhenti pada saat siswa sudah mengalami peningkatan hasil belajar.
b. Subjek dan Objek Penelitian
Untuk memudahkan memperoleh data dalam penelitian ini maka penulis memerlukan sumber data. Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 129), yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari mana data diperoleh. a. Populasi adalah “keseluruhan subjek penelitian” (Suharsimi Arikunto, 2006: 130). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas VII SMP Negeri 13 Yogyakarta yang berjumlah 37 siswa. b. Sampel adalah “sebagian atau wakil populasi yang diteliti” (Suharsimi Arikunto, 2006: 131). Untuk mengambil sampel sebagai pedoman adalah apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi apabila subjeknya lebih dari 100, maka dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % lebih (Suharsimi Arikunto, 2006: 134). Oleh karena siswa yang diteliti pada penelitian ini kurang dari 100, yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 13 yang berjumlah 37 orang. maka penelitian ini tidak mengambil sampel dan disebut penelitian sampling populatif. Dengan sampling populatif tersebut akan diperlakukan dua kali tindakan kelas, tindakan sebelum menggunakan pendekatan active learning dan tindakan sesudah menggunakan pendekatan active learning. Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah Variabel X yaitu nilai Menyimak Berita yang belum mendapatkan tindakan kelas dengan pendekatan active learning dan Variabel Y yaitu nilai Menyimak Berita yang telah mendapatkan tindakan kelas dengan pendekatan active learning.
C. Metode Pengambilan Data
a. Metode dokumentasi adalah “metode yang digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa buku, majalah, dan dokumen” (Suharsimi Arikunto, 2006: 158). Metode dokumentasi untuk mengumpulkan data melalui sumber-sumber dari dokumen.
b. Metode interview adalah “sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara” (Suharsimi Arikunto, 2006: 155). Wawancara dilakukan terhadap Kepala Sekolah, guru pendidikan Bahasa yang mengajarkan pelajaran Menyimak Berita kelas VII SMP Negeri 13 Yogyakarta. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru di sekolah dan metode-metode yang digunakan.
c. Metode observasi adalah “suatu kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra, observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran dan peraba” (Suharsimi Arikunto, 2006: 156).


D. Instrumen Penelitian
Instrumen Penelitian/ Tes adalah suatu alat yang disusun untuk mengukur kualitas, keterampilan atau pengetahuan dari seseorang atau sekelompok individu (Departemen Pendidikan Nasional, 2003: 67). Metode tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan metode active learning.
E. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan metode active learning terhadap prestasi belajar Menyimak Berita pada siswa kelas VII SMP N 13 Yogyakarta. Setelah data-data yang diperlukan sudah terkumpul, selanjutnya dalam menganalisis data ini penulis menggunakan rumus
statistik teknik “t” tes atau to yang rumusnya sebagai berikut:
to =
𝑀𝐷
𝑆𝐸𝑀𝐷
Keterangan:
to = thitung
MD = Mean of Difference = Nilai rata-rata hitung dari beda/selisih antara sekor variable X dan sekorVariabel Y
SE MD = Standar Error (standar kesesatan) dari Mean of Difference
(Sudijono, 2006: 305).



Daftar Pustaka
Cahyo, Agus. 2013. Panduan Aplikasi Teori- teori Belajar Mengajar. Jogjakarta: DIVA Press
Rohmadi, Muhammad dkk. 2011. Bunga Rampai: Model- model Pembelajaran Bahasa
Sastra, dan Seni. Surakarta: Yuma Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 1989. Prosedur Penelitian. Jakarta: BINA AKSARA
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
https://docs.google.com/document/d/1rbA6uhgWOkz_IYosNrieQCUkFWgCtjGo1s4La268K
k/edit diunduh tanggal 02/07/15 pukul 02.11
http://journal.uny.ac.id/index.php/jep/article/viewFile/571/427 diunduh tanggal 02/07/15
pukul 04.45
http://eprints.ums.ac.id/20376/2/04._BAB_I.pdf diunduh tanggal 02/07/15 pukul
04.57
http://purwajayaptk.blogspot.sg/ diunduh tanggal 02/07/15 pukul 05.30

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.