Nilai
yang layak saya dapatkan untuk matakuliah ini adalah A. Adapun salah satu
faktor penyebabnya yaitu karena saya suka dengan matakuliah sastra seperti
matakuliah semester 5 ini, yaitu sastra perbandingan. Dalam makalah yang pernah
diberikan oleh bapak, makalah yang berjudul Beberapa
Tonggak dalam Sastra Banding karya Muh Arif Rokhman ada pernyataan untuk
apa belajar sastra? Pada umumnya studi
sastra ialah perspektif atau cara pandang monodisipliner yang sampai sekarang
masih dipegang di dunia pendidikan. Para pembaca juga beranggapan bahwa studi
sastra berarti membaca karya sastra saja. Dari hal tersebut saya tertarik
belajar sastra dan ingin memperluas tentang kajian sastra, contohnya setelah
ditemukan bahwa sastra banding ialah yaitu membandingkan cerpen/ novel dalam
suatu karya sastra yang dianalisis persamaan dan perbedaan unsur karya
sastranya, seperti tokoh Sun Go Kong dari Cina dengan Hanoman dari India,
mungkin dapat dikaji perbedaan waktu dan tempat munculnya karya tersebut.
Kekurangan
saya dalam menempuh mata kuliah ini ialah saya tidak konsisten dengan waktu
bahkan tugas presentasi kelompok filenya hilang, padahal awalnya akan disajikan
di pertemuan terakhir dan sekarang saya lampirkan tugasnya, sering telat masuk
kuliah juga. Ada beberapa hal yang belum saya pahami tentang matakuliah sastra
perbandingan ini, bagaimana dengan penerapan analisis novel atau sebagainya?
Pantasnya pengajaran dilakukan diterapkan Sekolah Menengah Atas atau
sebagainya?
Cara
saya mengatasi kekurangan tersebut, mencoba untuk tidak datang terlambat, mencoba
untuk selalu berpakaian rapi namun untuk hal dalam berpakaian sampai sekarang
masih belum bisa rapi. Karena dari cara berpakaian yang sekarang, saya
berpendapat inilah seni, ini gaya anak sastra biar dapat percaya diri. Adapun
itu juga sampai sekarang sedang mengumpulkan referensi kajian sastra sedang
berusaha mencari buku metode yang berhubungan dengan pengajaran sastra.
Materi
yang bermanfaat untuk saya dari mata kuliah ini : sastra banding mempunyai
definisi yang berbeda- beda salah satunya sastra banding berarti studi yang
berkaitan dengan sastra oral, terutama tema-tema cerita rakyat, hubungan antara
dua karya sastra atau lebih. Ada juga yang menyatakan sastra banding harus
dibedakan dari sastra dunia (word literature) atau sastra universal/umum. Sastra
dunia diharapkan merupakan unifikasi dari seluruh karya sastra di dunia yang
didalamnya semua karya sastra dapat berperan. Dalam kenyataannya, hal ini
berubah makna karena sastra dunia ternyata menunjuk pada karya-karya besar
Eropa, seperti karya-karya Homer, Cervantes, Dante, Shakespare dan Goethe.
Setelah saya baca makalah, baru tahu ternyata “untuk apa belajar sastra?” yaitu
untuk belajar sastra itu sendiri dan belajar ilmu-ilmu yang lain karena dengan
cara belajar semacam itu. Para mahasiswa sastra akan lebih dapat mencari makna
karya sastra yang amat karya pada gilirannya, mereka akan melihat hidup melalui
karya sastra dan disiplin lain.
Materi
tersebut bermanfaat untuk pengetahuanku selanjutnya, insyaallah berguna
menambah wawasan untuk mengambil skripsi nanti tentang kajian sastra.

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.