Home » » Ibu, Penegar Jiwa Batinku

Ibu, Penegar Jiwa Batinku

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Jul 4, 2014 | 11:29 PM


Oleh: Angga Aprinasta Putra
Begitu banyak perjalanan yang harus di tempuh dan di lalui dalam kehidupan ini, terutama yang dirasakan oleh kedua orang tuaku. Ibu, merupakan sosok utama yang berpengaruh dalam kehidupanku dimana ketika aku salah beliau selalu menegur dan memotivasi untuk berangkat ke masa cerah yang lebih baik. Ibuku bernama Sumiati dan suaminya yang bernama Taslim Ibrahim, ketiga anaknya bernama Mei Sarita fitri anak pertama, anak kedua bernama Angga Aprinasta Putra dan anak ketiga bernama Jannata Suci Ramadhon. Dalam kehidupan banyak rintangan yang harus dilalui berawal hanya berdagang kecil-kecilan dan ayah yang hanya bekerja di perusahaan Tambang Timah, merangkap setelah berhenti di pertambangan kerja serabutan, Ayah melanjutkan pendidikan setidaknya program Diploma II IPA di Universitas Terbuka.
 Setelah ayah berhasil melanjutkan program studinya di Diploma II IPA Universitas Terbuka beliau berhasil menjadi guru walaupun hanya sekedar guru honorer (guru bantu). Sedangkan ibu, beliau merupakan sosok yang takkan pernah bisa tergantikan posisi beliau di hatiku, karena semangat dan jiwa beliau memotivasi untuk bangkit dan semangat dalam menjalani kehidupan ini. Ibu banyak mengajarkan untuk tidak sombong kepada orang lain,contohnya jangan terlalu sering meninggikan pembicaraan, hiduplah mandiri dan sederhana, jangan pernah jadi pemalu dan berusaha untuk selalu bersabar dalam menghadapi segala sesuatu.
Semasa kehidupan yang berawal dari nol, sosok Ibu berpengaruh dalam kehidupanku, sosok perempuan yang tegar dan pantang menyerah bahkan beliau pernah mengambil eceran bensin untuk di jual diwarung, beliau membeli eceran bensin di POM SPBU terdekat dengan menggunakan sepeda Ontel. Semangat beliau menyentuh batin dan pikiranku, awalnya saya sendiri malu dengan teman- teman karena hanya jaga warung depan rumah,namun seakan malu itu menjadi semangatku untuk tetap membantu kedua orang tua.  Kedua orang tua, merupakan nyawa yang takkan pernah tergantikan dalam kehidupan bahkan aku takut jikalau sudah dewasa ini melukai dan meyakiti perasaan kedua orang tua.
Adapun sampai saat ini Ibu masih berdagang warung kecil- kecilan di depan rumah, sampai sekarang sudah menjenjangi usia berdagangnya selama 25 tahun. Adapun Ayah semenjak tahun 2010 yang berlalu beliau diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga sekarang beliau tengah menyelesaikan program studinya beralih dari Diploma II IPA ke studi S1 Fisika. Inilah dimana kehidupan keluarga berawal lebih baik. Ayah dan Ibu selalu berpesan kepadaku untuk bersabar dalam menjalani kehidupan, kehidupan kami sederhana mungkin, makan dengan apa adanya dan keluargaku selalu bersabar menghadapinya. Ibu mengajarkan agar tidak mudah tersinggung dengan perkataan orang lain.
Motivasiku kedepannya selalu berbakti kepada kedua orang tua, ingatlah kata – kata  Man Jadda Wajada( siapa yang bersungguh- sungguh  pasti akan berhasil). Adapun janganlah kita takut dengan kata “gagal” karena sesungguhnya orang yang sukses dan berhasil itu bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka merasa selalu bangkit setelah gagal. Terima kasih Ibu, Ayah, kakak, dan adikku kalian motivasi kehidupanku untuk selalu bangkit dan berjuang demi meraih sesuatu  yaitu cita- cita.

Semoga perjuangan kedua orang tuaku membawa untuk menjadi pribadi yang lebih baik menjadi sosok yang bertanggung jawab, tidak mudah menyerah apalagi putus asa, semangat menjalani kehidupan ini yakin kehidupan esok akan lebih baik. Apakah kalian pernah gagal dan hanya menyesali apa yang telah terjadi ? Usahakan jangan, kita harus berpikir optimis, bagaimana kita mau bangkit dan menjadi orang sukses kalau kita hanya menyesali tanpa menyadari akan kegagalan itu sendiri, belajarlah dari kegagalan dan bangkit untuk masa depan yang lebih baik. Apakah kalian juga berpikir, apakah kita akan sukses? jawabannya hanya ada ditangan kita sendiri. Jikalau kita ingin sukes jangan takut menghadapi kata menyerah, yakin kita bisa dan mampu melalui cobaan yang perlahan datang menghampiri kita dan sukses itu milik kita.

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.