Home » » Feature Sejarah

Feature Sejarah

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Dec 19, 2013 | 5:17 PM




Kompleks Sejarah Makam Kerajaan Mataram Di Kawasan Kota Gede
Sejarah Masjid Besar Mataram Kota Gede tersebut ialah terbentuknya pada tahun 1856- 1926. Hasono Dulkader juru kunci di makam tersebut yang berumur 59th beralamatkan Dallem Kota Gede. Beliau menjadi juru kunci sejak 1999 punya keselit dari Kraton tahun 1934. Dahulunya makam tersebut adalah suatu bentuk Bumi Hadiah dari padang. Padang yang mengadakan sayembara, siapa yang mengalahkan Aryo Penangsang, saya hadiahkan bumi Alas Mentaok, yang aslinya dahulu tempat tersebut ialah Kalas Mentaok. Adapun yang berhasil dapat memenuhinya ialah Gusti Pemanah. Perang Aryo Penangsangpun terjadi. Sejarahnya terdapat sungai, dahulu sungai tersebut sangat disukai raja karena apabila ada yang berhasil menyeberangi sungai tersebut maka akan dapat sial. Adapun Aryo Penangsang tersebut pergi melewati sungai tersebut menggunakan kuda betina. Pada ketika sungai tersebut berhasil dilewati akhirnya terjadi peperangan Aryo Penangsang, dan  Aryo penangsang kena tombak Kiai Pleret di sela ususnya. Siapa menyangka Aryo Penangsang yang terkenal sakti dan kebal dan punya keris bisa dikalahkan dan meninggal serta diakhiri oleh Panembahan Senopati. Sungai tersebut terdapat di Bengawan Sore daerah Solo.
Adapun mengapa dinamakan Batu Gilang di Kraton Mataram tersebut ialah menurut juru kuncinya “ Batu Gilang itu kursi, dahulunya merupakan mainannya putra Panembahan Senopati yang bernama Kiai  Ageng Ronggo”.  Batu Gilang tersebut ada sekitar 500 tahun yang lalu. Dahulu kala orang- orang yang berada di kawasan tersebut setelah berhasil dihadiahkan Bumi Hadiah, pindah ke Pleret. Pleretpun beralih pindah ke Solo. Solo terjadi peperangan di Yanti dan Panembahan Senopati di makamkan Kota Gede.  Adapun alasannya mengapa dalam kawasan Makam tersebut dilarang bagi wanita untuk mengenakan jilbab ialah aturan dari Kraton Yogyakarta bukan abdi yang menetapkannnya. Sendang Seliran yang dahulunya dikenal (Sendang Seliro) yaitu dibuat Panembahan Senopati sebelum meninggal. Adapun tujuannya adalah Selindang Seliran yang berguna untuk memandikan orang- orang disekitarnya, dan mendapat berkah atau istilahnya dikenal dengan adanya kepercayaan. Pada masa Panembahan Senopati sejarah- sejarahnya yang masih tersisa ialah  benteng’’ disekitar makam tersebut dan masih ada sampai sekarang. Setelah Panembahan Senopati, adapun dari turun menurunnya ialah Mataram 1, Mataram 2 Pangeran Situ rakyat Sultan Hanyo Cokroawati, dan Mataram 3. 
Sejarah Masid Besar Mataram Kota Gede yang dahulu dikenal masjid pertama di Yogya ialah yaitu Langgar. Langgar tempat bersinggahnya para raja karena dulunya sebelum ada kerajaan dan setelah kerajaan ada berpindah pusat di tempat tersebut. Adapun yang sering berkunjung ke tempat Langgar tesebut ialah Kiai Ageng Pemanahan, sesepuh. Dari dahulu sampai sekarang tempat tersebut merupakan tempat umum yang digunakan masyarakat. Berawal dahulunya agama Hindu, daerah sekitar masyarakat tersebut, namun adanya politik dari Sunan Kalijaga yang menyebarkan agama islam di tanah Jawa. Masjid tersebut atau dahulunya yang bernama Langgar itu terbuat karena berdasarkan adanya  pengaruh dari Kiai Ageng Pemanahan, dan  Masjid tersebut sudah 2 kali di renovasi, dahulu gentengnya terbuat dari kayu sedangkan yang menanam pohon beringin disebelah kanan tersebut ialahSunan Kalijaga sendiri. Sunan Kalijaga diibaratkan sesepuh.




0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.