Home » » statistik

statistik

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Jan 14, 2015 | 10:26 PM

TEKNIK KORELASI POIN BISERIAL
1.      Pengertian dan penggunaanya
Teknik korelasi point biserial (Point Biserial Correlation) adalah teknik yang biasa yang biasa digunakan untuk mencari korelasi antara dua variabel, yaitu variabel 1 berbentuk variabel kontinum (misalnya: skor hasil tes), variabel 2 berbentuk variabel diskrit murni (misalnya: betul atau salah calon dalam menjawab butir-butir soal). Teknik korelasi point biserial dapat digunakan untuk mengujivaliditas item soal-soal yang digunakan dalam ujian atau tes.

2.      Lambang  Teknik Korelasi Poin Biserial
Angka indeks korelasi yang menunjukan keeratan hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain. Teknik korelasi ini dapat dilambangkan dengan rpbi

3.      Rumus Teknik Korelasi Poin Biserial
rpbi =  M- Mt     
                SD t
rpbi          =  Angka indeks korelasi point biserial.
Mp          = Mean ( nilai rata-rata hitungan ) skor yang dicapai oleh peserta tes yang   menjawab betul.
Mt          = Mean skor total, yang berhasil di capai oleh seluruh peserta tes
SDt        = Deviasi standar total
P          = Proposisi peserta tes yang jawabanya betul
q          = Proposisi peserta tes yang menjawab salah

4.      Cara memberikan interprestasi terhadap angka indeks korelasi point biserial
Untuk memberikan interprestasi terhadap rpbi, kita gunakan tabel nilai “r” produk moment dengan terlebih dahulu mencari df-nya (df = N-nr) jika rpbi yang di peroleh dalam perhitungan ternyata sama atau lebih dari pada rtabel maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ke dua variabel yang sedang di cari korelasinya, ternyata secara signifikan memang berkorelasi. Jika rpbi lebih kecil daripada rtabel maka tidak ada korelasi yang signifikan.

5.      Contoh analisis korelasi point biserial
Misalnya dalam suatu analisis soal-soal ujian dari hasil tryout dilakukan dengan mengkorelasikan antara skor hasil tes setiap butir soal dengan hasil tes secara keseluruhan, guna menguji validitas soal tes yang berbentuk objektif. Banyaknya soal 10 butir dan peserta tes 10 orang. Setelah hasil tes ditabulasikan maka seperti pada tabel berikut.

TABEL 5.16
SKOR HASIL TES DARI 10 ORANG SISWA

Nama

SKOR BUTIR SOAL NOMER
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Adi
1
0
1
0
1
1
1
0
0
0
Budi
1
0
0
1
0
0
1
0
0
1
Cici
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
Dedi
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
Edi
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
Fredi
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
Gina
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
Hary
0
0
1
0
1
1
1
1
0
0
Ita
1
0
1
0
0
0
0
1
1
1
Joni
0
0
1
0
0
0
1
0
1
1
                 
Keterangan
Skor 1 : Betul
Skor 2 : Salah
                 





Cara mencari koefisien korelasi point biserial dalah sebagai berikut :
1.    Siapkan tabel perhitungan
TABEL 5.17
TABEL PERHITUNGAN UNTUK MENGUJI VALIDITAS SOAL TES

Nama

SKOR BUTIR SOAL NOMER
 Xt
Xt2
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Adi
1
0
1
0
1
1
1
0
0
0
5

25
Budi
1
0
0
1
0
0
1
0
0
1
4
16
Cici
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
9
81
Dedi
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
8
64
Edi
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
8
64
Fredi
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
5
25
Gina
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
8
64
Hary
0
0
1
0
1
1
1
1
0
0
6
36
Ita
1
0
1
0
0
0
0
1
1
1
5
25
Joni
0
0
1
0
0
0
1
0
1
1
4
16
10 = N
6
4
8
6
7
6
7
5
5
8
62 =
416 =


P
0,6
0,4
0,8
0,6
0,7
0,6
0,7
0,5
0,5
0,8
Q
0,4
0,6
0,2
0,4
0,3
0,4
0,3
0,5
0,5
0,2
               
Penjelasan cara mengisi tabel 5.17
a.       Kolom 1 sampai 11 dari tabeel 5.16
b.      Kolom 12 (X2)
Jumlahkan skor jawaban yang benar masing-masing peserta tes, selanjutnya jumlahkan ke bawah hingga diperoleh t = 62
c.       Kolom 13 (Xt 2)
Skor pada kolom Xt dikuadratkan
Contoh ( 52) = 25
d.      P (proposisi jawaban peserta yang benar)
Jumlah jawaban yang benar masing-masing soal tes dibagi jumlah peserta tes.
Contoh :
P =     6        = 0,6
         10
e.       q (proposisi jawaban peserta yang salah)
jumlah jawaban yang salah masing-masing soal tes dibagi dengan jumlah peserta tes.
Contoh
q =     4        = 0,4
              10
Dari tabel 5.17 diperoleh t = 62 DAN t 2 = 416. Carilah Mt (mean total) dan SDt (standar deviasi total)

1)      Mt  = t                         Mt =     62     = 6,2
           N                                        10
2)     
Contoh soal buku statistik hartono halaman 126
SDt 2                            
                  N         
=
2.      Menguji validitas soal tes
Untuk menguji soal tes dapat dilakukan seperti di bawah ini. Sebagai contoh kita uji validitas soal nomor 1.
a.       Menguji validitas soal tes nomor 1.
Dari tabel kerja dan perhitungan yang sudah di lakukan telah di ketahui:
Mt          = 6,2
P          = 0,6
SDt        = 1, 778
Q         = 0,4
Yang belum diketahui adalah menyiapkan Mp. Cara menghitung adalah :
Mp          =  jumlah sekor Xt dari jawaban yang benar
                Jumlah peserta yang menjawab benar

Soal nomor 1 yang menjawab benar ada 6 orang mahasiswa, yaitu Adi = 5, Budi = 4, Cici = 9, Edi = 8, Gina = 8, Ita = 5

            Mp =   5  + 4 + 9 + 8 + 8 + 5
                                      6
                  =     39
                         6
             Mp =  6,5
Contoh soal buku statistik hartono halaman 127
                        Subtitansikan dalam rumus
                        rpbi        = Mp – Mt                                     

cara interprestasinya adalah:
1.      Dengan membandingkan rpbi dengan tabel
2.      Berkonsultasi dengan korelasi “r”
3.      Menentukan df, df = N – nr = 10 – 2 = 8 diperoleh r tabel pada taraf signifikan 5 % = 0,632 dan pada signifikan 1 % = 0, 765
Dengan demikian rpbi = 0,207 lebih kecil dari rtabel baik pada taraf signifikan 5 % maupun 1 %. Sehingga dapat di simpulkan bahwa soal no 1 adalah invalid atau tidak memiliki validitas yang baik, sehingga perlu deviasi.
Contoh soal 2:
Misalkan dalam suatu penelitian yang bertujuan untuk menguji validitas soal yang telah dikeluarkan dalam tes sejumlah 10 0rang calon tes dan di hadapkan 10 butir soal, skor yang berhasil dicapai oleg testee adalah sebagai berikutn (catatan : pada contoh soal testee yang menjawab butir soal dengan betul diberi skor 1 dan yang menjawab salah diberi skor 0).
Langkah pertama : mencari Mean total (M t) dengan rumus :
       M t  = t
                     N
              =    60      
                    10
              =  6

Tabel 5.18. skor yang berhasil dicapai oleh 10 orang testee yang dihadapkan kepada 10 butir soal tes seleksi

Testee

SKOR BUTIR SOAL NOMER
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
A
1
0
1
0
1
0
1
0
1
1
B
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
C
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
D
0
1
1
1
0
0
1
1
1
1
E
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
F
0
0
1
1
0
1
1
1
0
0
G
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
H
1
1
0
1
0
0
1
0
1
1
I
0
1
1
1
1
0
0
0
0
0
J
1
0
1
1
0
0
0
0
0
0

Contoh soal buku statistik sud halijinoaman 260
     Langkah dua : mencari deviasi standar total (SD t) dengan rumus :
SD t     =    t                       


  Melalui perhitungan di atas maka Mt = 6 dan SDt = 1,897










Tabel 5.18. tabel perhitungan untuk menguji validitas butir soal nomor 1 sampai nomor 10

Nama

SKOR BUTIR SOAL NOMER
 Xt
Xt2
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
A
1
0
1
0
1
1
1
0
1
0
6

36
B
1
0
0
1
0
1
0
1
0
1
4
16
C
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
9
81
D
0
1
1
1
0
0
1
1
1
1
7
49
E
1
0
1
1
1
1
1
1
0
0
8
64
F
0
0
1
1
0
1
1
1
0
0
5
25
G
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
8
64
H
1
1
1
1
0
0
1
0
1
1
6
36
I
0
1
1
1
1
0
0
0
0
0
4
16
J
1
0
1
1
0
0
0
0
0
0
3
9
10 = N
7
5
6
8
5
4
7
6
6
6
60 =
389 =


P
0,7
0,5
0,6
0,8
0,5
0,4
0,7
0,6
0,6
0,6
Q
0,3
0,5
0,4
0,2
0,5
0,6
0,3
0,4
0,4
0,4

1.      Menguji validitas soal nomor 1 :
Diketahui  : Mt      =  6
                    SDt     =  1,897
                    P        =  0,7
                    Q       = 0,3
Mencari Mp               =  6 + 4 + 9 + 8 + 8 + 6 + 3     =   44       = 6,286
                                                      7                             7
Mencari rpbi               =  MP  -  M
                                                SD t
                                        =  6,286 – 6     
                                     1,897
                              =  0,286
                                  1,897
                              = 0,151 x 1,527
                              = 0,231
Interprestasi df = N – nr  = 10 – 2 = 8
Dengan df sebesar 8 di peroleh harga rtabel pada taraf signifikasi 5 % sebesar 0,632, sedangkan pada taraf signifikansi 1 % sebesar 0,765, karena rpbi yang kita peroleh lebh kecil jika dibandingkan rtabel , maka dapat disimpulakn bahwa butir soal nomr 1 adalah invalid atau tidak valid.

2.      Menguji validitas soal nomor 10 :
Diketahui              Mt        =  6
                              SDt        =  1,897
                              P          =  0,7
                              Q         = 0,3
Mencari Mp               =  6 + 9 + 7 + 8 + 8 + 6             =   44       = 7,333
                                                 6                                  6

Contoh soal buku statistik anas sudijono halaman 262
Mencari rpbi               =  MP  -  M
                                                SD t                            
                                        = .......
                       

Untuk soal nomor 10 rpbi yang diperoleh adalah lebih besar dari rtabel baik pada taraf signifikansi 5% (rt =  0,632) maupun pada taraf signifikansi 1 % (rt =  0,765). dengan demikian dapat di simpulkan bahwa butir nomor 10 telah memiliki validitas yang baik.










Daftar Pustaka
Hartono. 2008. Statistik Untuk Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelangi

Sudijono Anas. 1987. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.