Home » » Sinopsis Novel Andrea Hirata: (Sebelas Patriot)

Sinopsis Novel Andrea Hirata: (Sebelas Patriot)

Written By Berbagi ide muda Berkarya on May 15, 2014 | 10:36 PM


Novel yang mengisahkan tentang perjuangan seorang ayah dimasa penjajahan belanda. Sebelas patriot yang berarti menceritakan  tentang perjuangan sebelas pemain dimasa penjajahan belanda. Cerita ini mengisahkan bagaimana kisah pemain bola dimasa penjajahan belanda. Pada masa penjajahan belanda di pulau terpencil yaitu pulau Belitong menceritakan kenangan pahit yang dialami masyarakat melayu. Tangsi yang merupakan tempat penindasan belanda, apabila ada masyarakat melayu yang tidak menghormati belanda dimasa itu maka langsung ditindas di tangsi tersebut. Tangsi dibangun oleh van Holden. Tempat tersebut menjadi tempat yang terpahit yang dialami masyarakat melayu. Apabila memperingati hari lahirnya ratu belanda maka sering diadakan turnament olahraga, namun masyarakat melayu yang menjadi penindasannya. Masyarakat melayu tidak diperbolehkan menang dalam perlombaan olahraga tersebut. Apabila ada yang menjuarainya maka akan ditindas ditangsi dengan keadaaan pulang babak belur. Pada suatu ketika hari lahirnya ratu belanda tahun selanjutnya yang kedua, van holden mendengar bahwa ada tiga saudara yang hebat dalam dunia persepakbolaan.
Pada dahulunya pada masa penjajahan anak- anak yang dibawah umur sengaja dipaksa penjajah untuk menggantikan ayahnya untuk bekerja di parit tambang. Van holden terpana menyaksikan anak- anak muda tersebut bermain. Sebelumnya di kompetisi sepak bola  memperingati hari lahir ratu belanda kembali berakhir seperti yang sudah- sudah dengan kemenangan tim belanda. Pada pertandingan selanjutnya, tiga saudara tersebut dilarang tampil. Posisi yang dulu dikenal dengan tim parit yang telah berada di ambang kemenangan kompetisi menjadi kritis. Dalam sebuah pertandingan tersebut mereka nekat tampil. Mereka tak menghiraukan bahaya yang bahkan dapat mengancam jiwa. Mereka tak dapat menahan diri untuk tidak bermain sepak bola, karena sepak bola adalah kegembiraan mereka satu- satunya, karena mereka tahu bahwa sepak bola berarti bagi rakyat jelata yang mendukung mereka. Lapangan bola adalah medan pertempuran untuk melawan penjajah. Tim kuli parit tambang menang dengan gol yang diciptakan si saudara tengah, namun tetap saja kekejaman belanda menindas mereka semua karena sudah menganggap menjatuhkan harga diri belanda. 
 Setelah mengetahui cerita tentang ayahnya dimasa pada waktu penjajahan belanda dulu dalam menjuarai piala Distric beherdeer , tekad anak yang bernama ikal ini ingin mewujudkan cita- cita ayahnya dalam dunia sepak bola. Berbagai usaha demi menjadi sayap kiri dalam pemain bola serta melakukan tendangan dengan kaki kiri. Ikal mempunyai tekad yang  kuat untuk melanjutkan impiannya menjadi pemain PSSI. Ia sedih karena setiap kali menonton PSSI di layar TV hitam putih dikampung halamannya sesekali dia memperhatikan ayahnya. Kaki kiri ayahnya seakan ingin menendang, seakan ingin bermain dalam PSSI tersebut namun apa daya akibat kekejaman penindasan belanda tempurung lutut kaki kirinya dihancurkan oleh belanda. Ikal telah menjadi pemain bola dikampung halamannya dengan pelatih Toharun. Ikal, mahar maupun teman- temannya beberapa kali menang dalam pertandingan bola dikampung halamannya.
Tidak disangka ikal tersebut berhasil terpilih menjadi pemaian junior kabupaten. Dua langkah lagi baginya untuk ingin menjadi pemain junior PSSI. Akan tetapi ikal gagal dalam mewujudkan keinginan ayahnya. Setelah mendengar cerita dari ayahnya sehabis menonton Indonesia vs korea, ikal bertanya kepada ayahnya apakah ada club favorit lai selain PSSI ternyata ada yaitu Real Madrid. Pemain kesukaaannya tersebut ialah Luis Figo. Setelah Ikal selesai SMA dan merantau serta berhasil mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Sarbonne, Prancis. Menjelang musim panas, rencana ikal bersama sepupunya yang bernama aria untuk backpacking merambah Eropa dan Afrika kian menggebu. Salah satu tujuaannya ialah Madrid, demi ayahnya. Ikal berjanji akan memebelikan kaus bertuliskan Luis Figo di toko resmi Real Madrid, di markas besar klub itu di stadion Santiago Bernabeu. Ia pun sengaja merahasiakan hal tersebut dari ayahnya, karena baginya merupakan sebuah kejutan,pasti nanti manis rasanya. Setelah ikal berhasil ditempat tersebut, dan da terpana karena melihat kaus luis figo beserta tanda tangan aslinya. Adriana penjual kaus ditempat tersebut memberikan senyuman sapa kepada ikal, dan dia mengetahui bahwa pasti anak yang berbau jalanan, bau matahari,dan bau melarat tersebut pasti sangat memerlukan kaus tersebut. Adriana tersebut menyebutkan harga baju tersebut dua rats lima puluh euro. Akan tetapi disaku Ikalpun hanya terdapat uang enam puluh euro.  Dari Santiago Bernabeu, ikal bergegas menuju stasiun kereta terdekat dan meluncur ke Barcelona. Di Barcelona ikal segera ke Placa de Catalunya.tempat tersebut merupakan sudah menjadi semacam kiblat bagi para backpacker. Apapun yang terjadi Ikal harus mendapatkan kaus tersebut dan dengan segala usaha dan jerih payahnya ikal berhasil mendapatkan kaus Luis Figo tersebut.


0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.