Novel
yang mengisahkan tentang perjuangan seorang ayah dimasa penjajahan belanda.
Sebelas patriot yang berarti menceritakan
tentang perjuangan sebelas pemain dimasa penjajahan belanda. Cerita ini
mengisahkan bagaimana kisah pemain bola dimasa penjajahan belanda. Pada masa
penjajahan belanda di pulau terpencil yaitu pulau Belitong menceritakan
kenangan pahit yang dialami masyarakat melayu. Tangsi yang merupakan tempat
penindasan belanda, apabila ada masyarakat melayu yang tidak menghormati
belanda dimasa itu maka langsung ditindas di tangsi tersebut. Tangsi dibangun
oleh van Holden. Tempat tersebut menjadi tempat yang terpahit yang dialami
masyarakat melayu. Apabila memperingati hari lahirnya ratu belanda maka sering
diadakan turnament olahraga, namun masyarakat melayu yang menjadi
penindasannya. Masyarakat melayu tidak diperbolehkan menang dalam perlombaan
olahraga tersebut. Apabila ada yang menjuarainya maka akan ditindas ditangsi
dengan keadaaan pulang babak belur. Pada suatu ketika hari lahirnya ratu
belanda tahun selanjutnya yang kedua, van holden mendengar bahwa ada tiga
saudara yang hebat dalam dunia persepakbolaan.
Pada
dahulunya pada masa penjajahan anak- anak yang dibawah umur sengaja dipaksa
penjajah untuk menggantikan ayahnya untuk bekerja di parit tambang. Van holden
terpana menyaksikan anak- anak muda tersebut bermain. Sebelumnya di kompetisi
sepak bola memperingati hari lahir ratu
belanda kembali berakhir seperti yang sudah- sudah dengan kemenangan tim
belanda. Pada pertandingan selanjutnya, tiga saudara tersebut dilarang tampil.
Posisi yang dulu dikenal dengan tim parit yang telah berada di ambang
kemenangan kompetisi menjadi kritis. Dalam sebuah pertandingan tersebut mereka
nekat tampil. Mereka tak menghiraukan bahaya yang bahkan dapat mengancam jiwa.
Mereka tak dapat menahan diri untuk tidak bermain sepak bola, karena sepak bola
adalah kegembiraan mereka satu- satunya, karena mereka tahu bahwa sepak bola
berarti bagi rakyat jelata yang mendukung mereka. Lapangan bola adalah medan
pertempuran untuk melawan penjajah. Tim kuli parit tambang menang dengan gol
yang diciptakan si saudara tengah, namun tetap saja kekejaman belanda menindas
mereka semua karena sudah menganggap menjatuhkan harga diri belanda.
Setelah mengetahui cerita tentang ayahnya
dimasa pada waktu penjajahan belanda dulu dalam menjuarai piala Distric beherdeer , tekad anak yang
bernama ikal ini ingin mewujudkan cita- cita ayahnya dalam dunia sepak bola.
Berbagai usaha demi menjadi sayap kiri dalam pemain bola serta melakukan
tendangan dengan kaki kiri. Ikal mempunyai tekad yang kuat untuk melanjutkan impiannya menjadi
pemain PSSI. Ia sedih karena setiap kali menonton PSSI di layar TV hitam putih
dikampung halamannya sesekali dia memperhatikan ayahnya. Kaki kiri ayahnya
seakan ingin menendang, seakan ingin bermain dalam PSSI tersebut namun apa daya
akibat kekejaman penindasan belanda tempurung lutut kaki kirinya dihancurkan
oleh belanda. Ikal telah menjadi pemain bola dikampung halamannya dengan
pelatih Toharun. Ikal, mahar maupun teman- temannya beberapa kali menang dalam
pertandingan bola dikampung halamannya.
Tidak
disangka ikal tersebut berhasil terpilih menjadi pemaian junior kabupaten. Dua
langkah lagi baginya untuk ingin menjadi pemain junior PSSI. Akan tetapi ikal
gagal dalam mewujudkan keinginan ayahnya. Setelah mendengar cerita dari ayahnya
sehabis menonton Indonesia vs korea, ikal bertanya kepada ayahnya apakah ada
club favorit lai selain PSSI ternyata ada yaitu Real Madrid. Pemain
kesukaaannya tersebut ialah Luis Figo. Setelah Ikal selesai SMA dan merantau
serta berhasil mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Sarbonne, Prancis.
Menjelang musim panas, rencana ikal bersama sepupunya yang bernama aria untuk
backpacking merambah Eropa dan Afrika kian menggebu. Salah satu tujuaannya
ialah Madrid, demi ayahnya. Ikal berjanji akan memebelikan kaus bertuliskan
Luis Figo di toko resmi Real Madrid, di markas besar klub itu di stadion
Santiago Bernabeu. Ia pun sengaja merahasiakan hal tersebut dari ayahnya,
karena baginya merupakan sebuah kejutan,pasti nanti manis rasanya. Setelah ikal
berhasil ditempat tersebut, dan da terpana karena melihat kaus luis figo
beserta tanda tangan aslinya. Adriana penjual kaus ditempat tersebut memberikan
senyuman sapa kepada ikal, dan dia mengetahui bahwa pasti anak yang berbau
jalanan, bau matahari,dan bau melarat tersebut pasti sangat memerlukan kaus
tersebut. Adriana tersebut menyebutkan harga baju tersebut dua rats lima puluh
euro. Akan tetapi disaku Ikalpun hanya terdapat uang enam puluh euro. Dari Santiago Bernabeu, ikal bergegas menuju
stasiun kereta terdekat dan meluncur ke Barcelona. Di Barcelona ikal segera ke
Placa de Catalunya.tempat tersebut merupakan sudah menjadi semacam kiblat bagi
para backpacker. Apapun yang terjadi Ikal harus mendapatkan kaus tersebut dan
dengan segala usaha dan jerih payahnya ikal berhasil mendapatkan kaus Luis Figo
tersebut.

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.