Home » » contoh berbagai jenis feature

contoh berbagai jenis feature

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Apr 27, 2014 | 9:50 PM


Feature Traveling
Nuansa Pulau Burung
Salah satu wisata yang belum dikenal secara umum yaitu wisata Pulau Burung tepatnya daerah kepulauan Belitung. Pulau yang memiliki keindahan panorama sendiri ini banyak masyarakat sekitar pendalaman kampong wong Belitung berburu- buru untuk pergi ke tempat tersebut. Pasir putih, air lautan biru yang jernih membuat para pengunjung semakin asyik menikmati panorama keindahannya. Pulau ini terletak di dekat daerah kawasan Tanjung Pandan Belitung. Jarak yang di tempuh ke tempat pulau ini membutuhkan kurang lebih waktunya 30 menit. Pulau tersebut berdekatan dengan pulau yang lainnnya seperti pulau Lengkuas dan pulau Babi. Biaya yang dikenakan dalam menempuh ke tempat pulau tersebut dihitung menggunakan perahu bot, satu kapalnya berkisar harga 700.000 bisa memuat 17-20 orang. Salah satu pulau ini merupakan tempat obyek wisata luar negeri dalam pembuatan perfilman, dan pernah juga sempat diadakan turnament catur dalam air sedunia. Burung- burung seperti wallet besarpun menghiasi panorama keindahan pulau ini. Inilah salah satu wisata yang harus dilestarikan, selain air lautnya yang jernih cocok buat sanak saudara keluarga yang ingin bermandi di pulau tersebut.
Adapun untuk menempuh pulau tersebut, bukan kita sendiri yang membawa perahu botnya akan tetapi ada pekerja dari pelabuhannya yang mengantarkan ke tempat tujuan. Biaya 700.000 bisa juga mampir di pulau yang berdekatan pulau burung tersebut seperti Pulau Lengkuas, hanya saja tergantung dengan pengunjung yang harus bisa membagi waktu agar dapat bertamasya ke pulau yang lainnya tersebut. Pada waktu hari raya Idul fitri ongkos perahu bot tersebutpun melonjak naik  “ 800.000 mau tidak? Kalau mau saya antar”  kisaran harganya bisa mengagetkan tergantung dengan kita yang memesan duluan. Bagi para wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alami keindahan pulau tersebut datanglah ke pulau Burung ini. Penikmat fotografer juga sangat cocok untuk mengambil objek –objek pemandangan disekitar pulau tersebut. Masih banyak keindahan panorama pantai dan pulau- pulau terkecil yang terdapat di Belitung. Salah satu wisata di Indonesia yang seharusnya dipublikasikan kepada masyarakat umum yaitu Pulau Belitung tersebut, meskipun daerah pendalaman akan tetapi banyak menyimpan kekayaan alam dan laut yang perlu dilestarikan. Adapun di wisata Pulau Burung, pulau terkecil di Kepulauan Belitung tersebut wisatanya sangat terjaga selain bersih tidak ada sampah, bahkan dilarang memasak atau sebagainya ditempat tersebut.


Human Interest  (Sudah Usia Tua, Namun Tetap Tegar Menjalankan Usahanya )
Dalam kehidupan seseorang mempunyai bentuk jenis kegiatan mencari nafkah yang berbeda- beda, sama halnya dengan kehidupan keluarga Rumah Warung Makan Rahayu ini. Dalam kegiatan menjalankan usahanya Ibu yang bernama Kartinem selalu menjalankan usahanya dengan tegar dan dilandasi rasa ikhlas. Selain itu juga,  ibu yang berusia 54th ini selalu semangat dalam menjalankan usahanya dengan sedikit senyuman membuat para pengunjung’’  semakin hari semakin bertambah karena  merasa pengunjung tersebut diberi pelayan yang terbaik. Bagi seorang ibu Kartinem menjalankan usaha dagang masakan nasi soto dan nasi sayur adalah usaha yang terbaik. Selain usaha tersebut usaha yang baik dan halal ,apabila tidak mampu bekerja di sebuah perusahaan atau karena latar kebelakangan sosial dan pendidikan sehingga tidak mampu bekerja di sebuah perusahaan atau sebagainya maka usaha dagang ini  bisa dikategorikan usaha yang terbaik. Suaminya  yang bernama Bapak Parjimen yang menjalankan usaha sampingan yaitu berjualan keropokan guna  bisa menambah penghasilan sedikit’’untuk menghidupi keluarga.   Ibu yang mempunyai 3 anak ini berjualan di sekitar kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan di mulai dari tahun 80an, dimana kampus Universitas Ahmad Dahlan dahulunya yang bernama IKIP Muhammadiyah.  “Sudah 33 tahun sudah saya berjualan di sini”, ketika ditanya berapa lama membuka usahanya.
Tempat tinggal Ibu Kartinem ini juga langsung bersamaan dengan warung dagang tersebut. Adapun pengahasilan yang didapatkan dari usaha dagang ini tidaklah menentu, penghasilannya tersebut digunakan menghidupi kebutuhan sehari- hari, buat bayar uang sekolah anaknya, buat makan sehari-hari. Dahulunya warung ibu ini seperti supermarket, akan tetapi semenjak bermunculan supermarket di dekat sekitar kampus seperti Pamella,  maka ibu  Kartinem tersebut tidak mau usahanya  bangkrut  membuka 3 usaha yang dua dijalankan oleh anaknya.  Sekarang usaha tersebut dijalankan oleh anak cowoknya Fotocopy Rahayu, kedua Ibunya sendiri yang menjalankan WR. Makan Rahayu, dan ketiga yang baru buka berapa bulan saja jualan minuman’’ es buah yang dijalankan oleh  anaknya  yang  wanita dan telah bekeluarga. Sekarang tanggungan Ibu Kartinem  menghidupi keluarganya tersebut berkurang sedikit karena tinggal anak yang terakhir yang masih duduk di bangku kelas 2 SMK. Adapun suka yang dirasakan oleh keluarga Ibu Kartinem, apabila barang’’ tersebut habis laku terjual. Dukanya ialah apabila ada hari libur di kampus, dan beliau tidak mengetahuinya maka makanan yang sudah dibuat semalaman membuat beliau tersebut kecewa. Berapapun modal yang dikeluarkan  Ibu ini tersebut perharinya ialah bisa mencapai 400.000,00. Beraneka ragam makanan yang menjadi kesukaan mahasiswa kampus Universitas Ahmad Dahlan  disediakan di Warung Makan Rahayu ini yaitu Nasi sayur, Nasi soto. Nasi Sayur: 3500,00 dan Nasi soto: 3500,00 – 5000,00. Ibu Kartinem ini juga mempunyai pegawai yang selalu setia menemani beliau suka maupun duka yang bernama  Ima. Gajinya perbulan 1.000.000,00, awalnya gajinya bertambah 500,000 tetapi karena Ibu tersebut usahanya dibagikan kepada anaknya yang berjualan es buah maka gajinya tersebut pun dikurangi. Akan tetapi Ibu Ima ini selalu tegar dalam menjalankan usahanya sama seperti Ibu Kartinem, meskipun Ibu Ima ini  sekedar hanya pegawai di warung makan tersebut akan tetapi beliau merasa senang karena bisa membantu Ibu Kartinem dengan ikhlas dan sepenuh hati. Ibu Kartinem ini menjalankan usaha dagangnya dimulai jam 08.00 pagi hingga sore berakhirnya perkuliahan di kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan. “ Semoga kedepannya  dagangan bisa laris, maju lagi dan semoga kampus tidak pindah saja. Soalnya dahulu pernah ada di undang rektor untuk rapat tentang pedagang yang ada disekitar kampus, bagaimana pedagang yang mempunyai usaha tetap apabila kampusnya tersebut pindah kasihan penghasilannya akan berkurang dan sia- sia ”, saat ditanya harapan kedepannya dari usaha dagang tersebut.  Ketegaran Ibu Kartinem ini dalam menjalankan usahanya membuat beliau selalu terlihat ceria walaupun umurnya sudah tua.




Feature Sejarah

Kompleks Sejarah Makam Kerajaan Mataram Di Kawasan Kota Gede
Sejarah Masjid Besar Mataram Kota Gede tersebut ialah terbentuknya pada tahun 1856- 1926. Hasono Dulkader juru kunci di makam tersebut yang berumur 59th beralamatkan Dallem Kota Gede. Beliau menjadi juru kunci sejak 1999 punya keselit dari Kraton tahun 1934. Dahulunya makam tersebut adalah suatu bentuk Bumi Hadiah dari padang. Padang yang mengadakan sayembara, siapa yang mengalahkan Aryo Penangsang, saya hadiahkan bumi Alas Mentaok, yang aslinya dahulu tempat tersebut ialah Kalas Mentaok. Adapun yang berhasil dapat memenuhinya ialah Gusti Pemanah. Perang Aryo Penangsangpun terjadi. Sejarahnya terdapat sungai, dahulu sungai tersebut sangat disukai raja karena apabila ada yang berhasil menyeberangi sungai tersebut maka akan dapat sial. Adapun Aryo Penangsang tersebut pergi melewati sungai tersebut menggunakan kuda betina. Pada ketika sungai tersebut berhasil dilewati akhirnya terjadi peperangan Aryo Penangsang, dan  Aryo penangsang kena tombak Kiai Pleret di sela ususnya. Siapa menyangka Aryo Penangsang yang terkenal sakti dan kebal dan punya keris bisa dikalahkan dan meninggal serta diakhiri oleh Panembahan Senopati. Sungai tersebut terdapat di Bengawan Sore daerah Solo.
Adapun mengapa dinamakan Batu Gilang di Kraton Mataram tersebut ialah menurut juru kuncinya “ Batu Gilang itu kursi, dahulunya merupakan mainannya putra Panembahan Senopati yang bernama Kiai  Ageng Ronggo”.  Batu Gilang tersebut ada sekitar 500 tahun yang lalu. Dahulu kala orang- orang yang berada di kawasan tersebut setelah berhasil dihadiahkan Bumi Hadiah, pindah ke Pleret. Pleretpun beralih pindah ke Solo. Solo terjadi peperangan di Yanti dan Panembahan Senopati di makamkan Kota Gede.  Adapun alasannya mengapa dalam kawasan Makam tersebut dilarang bagi wanita untuk mengenakan jilbab ialah aturan dari Kraton Yogyakarta bukan abdi yang menetapkannnya. Sendang Seliran yang dahulunya dikenal (Sendang Seliro) yaitu dibuat Panembahan Senopati sebelum meninggal. Adapun tujuannya adalah Selindang Seliran yang berguna untuk memandikan orang- orang disekitarnya, dan mendapat berkah atau istilahnya dikenal dengan adanya kepercayaan. Pada masa Panembahan Senopati sejarah- sejarahnya yang masih tersisa ialah  benteng’’ disekitar makam tersebut dan masih ada sampai sekarang. Setelah Panembahan Senopati, adapun dari turun menurunnya ialah Mataram 1, Mataram 2 Pangeran Situ rakyat Sultan Hanyo Cokroawati, dan Mataram 3. 
Sejarah Masid Besar Mataram Kota Gede yang dahulu dikenal masjid pertama di Yogya ialah yaitu Langgar. Langgar tempat bersinggahnya para raja karena dulunya sebelum ada kerajaan dan setelah kerajaan ada berpindah pusat di tempat tersebut. Adapun yang sering berkunjung ke tempat Langgar tesebut ialah Kiai Ageng Pemanahan, sesepuh. Dari dahulu sampai sekarang tempat tersebut merupakan tempat umum yang digunakan masyarakat. Berawal dahulunya agama Hindu, daerah sekitar masyarakat tersebut, namun adanya politik dari Sunan Kalijaga yang menyebarkan agama islam di tanah Jawa. Masjid tersebut atau dahulunya yang bernama Langgar itu terbuat karena berdasarkan adanya  pengaruh dari Kiai Ageng Pemanahan, dan  Masjid tersebut sudah 2 kali di renovasi, dahulu gentengnya terbuat dari kayu sedangkan yang menanam pohon beringin disebelah kanan tersebut ialahSunan Kalijaga sendiri. Sunan Kalijaga diibaratkan sesepuh.





Feature Biografi     “ TASLIM IBRAHIM  (Pendidik Berjiwa Mulia Bagiku)

Begitu besar jasa bagi seorang guru terutama ayahku ini. Taslim Ibrahim  kelahiran 25  Maret 1963  lahir di lahat Palembang, tepatnya provinsi Sumatra selatan. Istrinya yang bernama Sumiati dan ketiga anaknya yang bernama Mei Sarita Fitri berusia 25 tahun,  Angga Aprinasta Putra 18 tahun, dan Jannata Suci Ramadahan 15 tahun. Ayah ini pernah duduk dibangku SD, SMP, SMK dan melanjutkan program DII IPA beralih ke S1 Fisika di Universitas Terbuka. Pada usia tamatan sekolah SMK atau yang dahulunya dikenal dengan nama STM, ayah tersebut merantau ke pulau terkecil bersama kakaknya bernama Muhammad Syahrudin Rais yang kebetulan juga bekerja di pulau tersebut yakni pulau terpencil, pulau Belitung. Dahulunya  ayah tersebut bekerja di sebuah perusahaan Timah yang dikenal pada waktu dulu dengan nama BHP.  Setelah tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut beliau kerja tidak menetap, pernah bekerja mengambil timah, pasir putih dan usaha lain yang sampai sekarang masih dijalani bersama istri dan anak- anaknya ialah usaha warung kecil’’an yang sudah berdagang selama 25 tahunan.
Pada waktu ada tes guru bantu di kepulauan Bangka Belitung, ayah berhasil mendapatkan profesi sebagai guru bantu tersebut walaupun banyak permasalahan yang sebelumnya harus dijalani terutama karena keterbatasan usia.  Keluarga kami terkenal sederhana, walaupun hanya berdagang warung kecil- kecilan ayahku mampu menyekolahkan anak pertamanya hingga ke perguruan tinggi dan anak pertamanya sekarang sudah menikah. Pada tahun 2009, Ayahku berhasil diangkat sebagai pegawai negeri sipil, namun inilah puncak keberhasilannya karena banyak pengalaman yang dijalaninya sebelum mengecap kenikmatan sedemikian rupa tersebut . Ayahku yang selalu sabar dan banyak mengajarkan arti kehidupan terutama bagi karakter diriku sendiri “ Sekolah benar-benar dapatkan nilai yang terbaik banggakan orang tuamu”. Ayahku banyak mengajarkan arti kesabaran dalam kehidupan walaupun dalam keadaan masalah seberat apapun beliau selalu tawakkal.  Pada usia yang akan beranjak 50 tahun, beliau tetap menjadi pendidik yang terbaik bagiku meskipun sekarang tanggungannya masih dua yakni Angga Aprinasta Putra yang sedang belajar di perguruan tinggi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan Jannata Suci Ramadhan yang tengah belajar di kelas X, SMA Negeri 1 Kelapa Kampit serta beliau sendiri yang masih menyelesaikan program studi  S1 Fisikanya di Universitas Terbuka. Ayahku bekerja sebagai guru di SMP Negeri  2 Kelapa Kampit, mengajar anak didiknya dari kelas VII- IX.  Beliau selalu berpesan kepadaku “ kuliah yang benar, dapatkan nilai yang terbaik jangan kecewakan orang tua”. Selain ayahku berperan sebagai guru dalam menghidupi rumah tangganya, beliau suka berkebun bertanam- tanaman seperti cabai, terong,  kelapa , jengkol, salak dan Alhamdulillah dari tanaman tersebut ada yang menghasilkan uang apabila ada orang yang mau membeli tanaman tersebut.
Dalam kehidupan sehari- hari, beliau banyak mengajarkan bagaimana  pola tata cara makan kebersamaan keluarga, mengajarkan aku untuk tidak selalu mudah marah, mengajarkan dibidang keagamaan untuk selalu sholat berjamaah. Dalam kehidupan disekolah, ayahku yang berperan sebagai pendidik ini banyak membuat peserta didiknya semakin menyukai tata cara beliau mengajarkan ilmu tesebut baik teori maupun praktek. Ayah selalu memberikan motivasi yang terbaik terhadap peserta didiknya, walaupun anak didiknya tesebut terkenal nakal tapi masih bisa diatasi.  Baginya pendidik adalah seorang yang berjiwa besar dan mulia, selain mengajarkan ilmu kepada anak didiknya juga mampu membuat anak tersebut tidak dibodohi oleh kehidupan suatu bangsa, tidak adanya kebodohan,tidak adanya tertindas lagi oleh penjajah. Semasa hidupnya yang berperan sebagai pendidik banyak hal yang dapat diambil bahwa pendidik itu lebih baik  hidupnya, selain mengajarkan ilmu kepada yang lain juga mengajarkan arti kehidupan kita. Semoga kedepannya pendidik bangsa selalu diutamakan dan tidak selalu diremehkan, karena banyak yang berpendapat menjadi seorang pendidik itu bepenghasilan kecil.


0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.