Feature Traveling
Nuansa Pulau Burung
Salah
satu wisata yang belum dikenal secara umum yaitu wisata Pulau Burung tepatnya
daerah kepulauan Belitung. Pulau yang memiliki keindahan panorama sendiri ini
banyak masyarakat sekitar pendalaman kampong wong Belitung berburu- buru untuk
pergi ke tempat tersebut. Pasir putih, air lautan biru yang jernih membuat para
pengunjung semakin asyik menikmati panorama keindahannya. Pulau ini terletak di
dekat daerah kawasan Tanjung Pandan Belitung. Jarak yang di tempuh ke tempat
pulau ini membutuhkan kurang lebih waktunya 30 menit. Pulau tersebut berdekatan
dengan pulau yang lainnnya seperti pulau Lengkuas dan pulau Babi. Biaya yang
dikenakan dalam menempuh ke tempat pulau tersebut dihitung menggunakan perahu
bot, satu kapalnya berkisar harga 700.000 bisa memuat 17-20 orang. Salah satu
pulau ini merupakan tempat obyek wisata luar negeri dalam pembuatan perfilman,
dan pernah juga sempat diadakan turnament catur dalam air sedunia. Burung-
burung seperti wallet besarpun menghiasi panorama keindahan pulau ini. Inilah
salah satu wisata yang harus dilestarikan, selain air lautnya yang jernih cocok
buat sanak saudara keluarga yang ingin bermandi di pulau tersebut.
Adapun
untuk menempuh pulau tersebut, bukan kita sendiri yang membawa perahu botnya
akan tetapi ada pekerja dari pelabuhannya yang mengantarkan ke tempat tujuan.
Biaya 700.000 bisa juga mampir di pulau yang berdekatan pulau burung tersebut
seperti Pulau Lengkuas, hanya saja tergantung dengan pengunjung yang harus bisa
membagi waktu agar dapat bertamasya ke pulau yang lainnya tersebut. Pada waktu
hari raya Idul fitri ongkos perahu bot tersebutpun melonjak naik “ 800.000 mau tidak? Kalau mau saya
antar” kisaran harganya bisa mengagetkan
tergantung dengan kita yang memesan duluan. Bagi para wisatawan yang ingin
menikmati pemandangan alami keindahan pulau tersebut datanglah ke pulau Burung
ini. Penikmat fotografer juga sangat cocok untuk mengambil objek –objek
pemandangan disekitar pulau tersebut. Masih banyak keindahan panorama pantai
dan pulau- pulau terkecil yang terdapat di Belitung. Salah satu wisata di
Indonesia yang seharusnya dipublikasikan kepada masyarakat umum yaitu Pulau
Belitung tersebut, meskipun daerah pendalaman akan tetapi banyak menyimpan
kekayaan alam dan laut yang perlu dilestarikan. Adapun di wisata Pulau Burung,
pulau terkecil di Kepulauan Belitung tersebut wisatanya sangat terjaga selain
bersih tidak ada sampah, bahkan dilarang memasak atau sebagainya ditempat
tersebut.
Human Interest (Sudah
Usia Tua, Namun Tetap Tegar Menjalankan Usahanya )
Dalam
kehidupan seseorang mempunyai bentuk jenis kegiatan mencari nafkah yang
berbeda- beda, sama halnya dengan kehidupan keluarga Rumah Warung Makan Rahayu
ini. Dalam kegiatan menjalankan usahanya Ibu yang bernama Kartinem selalu
menjalankan usahanya dengan tegar dan dilandasi rasa ikhlas. Selain itu juga, ibu yang berusia 54th ini selalu
semangat dalam menjalankan usahanya dengan sedikit senyuman membuat para
pengunjung’’ semakin hari semakin
bertambah karena merasa pengunjung
tersebut diberi pelayan yang terbaik. Bagi seorang ibu Kartinem menjalankan
usaha dagang masakan nasi soto dan nasi sayur adalah usaha yang terbaik. Selain
usaha tersebut usaha yang baik dan halal ,apabila tidak mampu bekerja di sebuah
perusahaan atau karena latar kebelakangan sosial dan pendidikan sehingga tidak
mampu bekerja di sebuah perusahaan atau sebagainya maka usaha dagang ini bisa dikategorikan usaha yang terbaik. Suaminya yang bernama Bapak Parjimen yang menjalankan
usaha sampingan yaitu berjualan keropokan guna
bisa menambah penghasilan sedikit’’untuk menghidupi keluarga. Ibu yang mempunyai 3 anak ini berjualan di sekitar
kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan di mulai dari tahun 80an, dimana kampus
Universitas Ahmad Dahlan dahulunya yang bernama IKIP Muhammadiyah. “Sudah 33 tahun sudah saya berjualan di sini”,
ketika ditanya berapa lama membuka usahanya.
Tempat
tinggal Ibu Kartinem ini juga langsung bersamaan dengan warung dagang tersebut.
Adapun pengahasilan yang didapatkan dari usaha dagang ini tidaklah menentu,
penghasilannya tersebut digunakan menghidupi kebutuhan sehari- hari, buat bayar
uang sekolah anaknya, buat makan sehari-hari. Dahulunya warung ibu ini seperti
supermarket, akan tetapi semenjak bermunculan supermarket di dekat sekitar
kampus seperti Pamella, maka ibu Kartinem tersebut tidak mau usahanya bangkrut membuka 3 usaha yang dua dijalankan oleh
anaknya. Sekarang usaha tersebut
dijalankan oleh anak cowoknya Fotocopy Rahayu, kedua Ibunya sendiri yang
menjalankan WR. Makan Rahayu, dan ketiga yang baru buka berapa bulan saja
jualan minuman’’ es buah yang dijalankan oleh
anaknya yang wanita dan telah bekeluarga. Sekarang
tanggungan Ibu Kartinem menghidupi
keluarganya tersebut berkurang sedikit karena tinggal anak yang terakhir yang
masih duduk di bangku kelas 2 SMK. Adapun suka yang dirasakan oleh keluarga Ibu
Kartinem, apabila barang’’ tersebut habis laku terjual. Dukanya ialah apabila
ada hari libur di kampus, dan beliau tidak mengetahuinya maka makanan yang sudah
dibuat semalaman membuat beliau tersebut kecewa. Berapapun modal yang
dikeluarkan Ibu ini tersebut perharinya
ialah bisa mencapai 400.000,00. Beraneka ragam makanan yang menjadi kesukaan
mahasiswa kampus Universitas Ahmad Dahlan disediakan di Warung Makan Rahayu ini yaitu
Nasi sayur, Nasi soto. Nasi Sayur: 3500,00 dan Nasi soto: 3500,00 – 5000,00. Ibu
Kartinem ini juga mempunyai pegawai yang selalu setia menemani beliau suka
maupun duka yang bernama Ima. Gajinya
perbulan 1.000.000,00, awalnya gajinya bertambah 500,000 tetapi karena Ibu
tersebut usahanya dibagikan kepada anaknya yang berjualan es buah maka gajinya
tersebut pun dikurangi. Akan tetapi Ibu Ima ini selalu tegar dalam menjalankan
usahanya sama seperti Ibu Kartinem, meskipun Ibu Ima ini sekedar hanya pegawai di warung makan tersebut
akan tetapi beliau merasa senang karena bisa membantu Ibu Kartinem dengan
ikhlas dan sepenuh hati. Ibu Kartinem ini menjalankan usaha dagangnya dimulai
jam 08.00 pagi hingga sore berakhirnya perkuliahan di kampus 2 Universitas
Ahmad Dahlan. “ Semoga kedepannya
dagangan bisa laris, maju lagi dan semoga kampus tidak pindah saja.
Soalnya dahulu pernah ada di undang rektor untuk rapat tentang pedagang yang
ada disekitar kampus, bagaimana pedagang yang mempunyai usaha tetap apabila
kampusnya tersebut pindah kasihan penghasilannya akan berkurang dan sia- sia ”,
saat ditanya harapan kedepannya dari usaha dagang tersebut. Ketegaran Ibu Kartinem ini dalam menjalankan
usahanya membuat beliau selalu terlihat ceria walaupun umurnya sudah tua.
Feature Sejarah
Kompleks
Sejarah Makam Kerajaan Mataram Di Kawasan Kota Gede
Sejarah
Masjid Besar Mataram Kota Gede tersebut ialah terbentuknya pada tahun 1856-
1926. Hasono Dulkader juru kunci di makam tersebut yang berumur 59th
beralamatkan Dallem Kota Gede. Beliau menjadi juru kunci sejak 1999 punya
keselit dari Kraton tahun 1934. Dahulunya makam tersebut adalah suatu bentuk Bumi
Hadiah dari padang. Padang yang mengadakan sayembara, siapa yang mengalahkan
Aryo Penangsang, saya hadiahkan bumi Alas Mentaok, yang aslinya dahulu tempat
tersebut ialah Kalas Mentaok. Adapun yang berhasil dapat memenuhinya ialah
Gusti Pemanah. Perang Aryo Penangsangpun terjadi. Sejarahnya terdapat sungai,
dahulu sungai tersebut sangat disukai raja karena apabila ada yang berhasil
menyeberangi sungai tersebut maka akan dapat sial. Adapun Aryo Penangsang
tersebut pergi melewati sungai tersebut menggunakan kuda betina. Pada ketika
sungai tersebut berhasil dilewati akhirnya terjadi peperangan Aryo Penangsang,
dan Aryo penangsang kena tombak Kiai
Pleret di sela ususnya. Siapa menyangka Aryo Penangsang yang terkenal sakti dan
kebal dan punya keris bisa dikalahkan dan meninggal serta diakhiri oleh Panembahan
Senopati. Sungai tersebut terdapat di Bengawan Sore daerah Solo.
Adapun
mengapa dinamakan Batu Gilang di Kraton Mataram tersebut ialah menurut juru
kuncinya “ Batu Gilang itu kursi, dahulunya merupakan mainannya putra Panembahan
Senopati yang bernama Kiai Ageng
Ronggo”. Batu Gilang tersebut ada
sekitar 500 tahun yang lalu. Dahulu kala orang- orang yang berada di kawasan
tersebut setelah berhasil dihadiahkan Bumi Hadiah, pindah ke Pleret. Pleretpun
beralih pindah ke Solo. Solo terjadi peperangan di Yanti dan Panembahan
Senopati di makamkan Kota Gede. Adapun
alasannya mengapa dalam kawasan Makam tersebut dilarang bagi wanita untuk
mengenakan jilbab ialah aturan dari Kraton Yogyakarta bukan abdi yang
menetapkannnya. Sendang Seliran yang dahulunya dikenal (Sendang Seliro) yaitu
dibuat Panembahan Senopati sebelum meninggal. Adapun tujuannya adalah Selindang
Seliran yang berguna untuk memandikan orang- orang disekitarnya, dan mendapat
berkah atau istilahnya dikenal dengan adanya kepercayaan. Pada masa Panembahan
Senopati sejarah- sejarahnya yang masih tersisa ialah benteng’’ disekitar makam tersebut dan masih
ada sampai sekarang. Setelah Panembahan Senopati, adapun dari turun menurunnya
ialah Mataram 1, Mataram 2 Pangeran Situ rakyat Sultan Hanyo Cokroawati, dan Mataram
3.
Sejarah
Masid Besar Mataram Kota Gede yang dahulu dikenal masjid pertama di Yogya ialah
yaitu Langgar. Langgar tempat bersinggahnya para raja karena dulunya sebelum
ada kerajaan dan setelah kerajaan ada berpindah pusat di tempat tersebut. Adapun
yang sering berkunjung ke tempat Langgar tesebut ialah Kiai Ageng Pemanahan,
sesepuh. Dari dahulu sampai sekarang tempat tersebut merupakan tempat umum yang
digunakan masyarakat. Berawal dahulunya agama Hindu, daerah sekitar masyarakat
tersebut, namun adanya politik dari Sunan Kalijaga yang menyebarkan agama islam
di tanah Jawa. Masjid tersebut atau dahulunya yang bernama Langgar itu terbuat karena
berdasarkan adanya pengaruh dari Kiai
Ageng Pemanahan, dan Masjid tersebut sudah
2 kali di renovasi, dahulu gentengnya terbuat dari kayu sedangkan yang menanam
pohon beringin disebelah kanan tersebut ialahSunan Kalijaga sendiri. Sunan
Kalijaga diibaratkan sesepuh.
Feature Biografi “ TASLIM
IBRAHIM” (Pendidik Berjiwa Mulia Bagiku)
Begitu
besar jasa bagi seorang guru terutama ayahku ini. Taslim Ibrahim kelahiran 25
Maret 1963 lahir di lahat Palembang,
tepatnya provinsi Sumatra selatan. Istrinya yang bernama Sumiati dan ketiga
anaknya yang bernama Mei Sarita Fitri berusia 25 tahun, Angga Aprinasta Putra 18 tahun, dan Jannata
Suci Ramadahan 15 tahun. Ayah ini pernah duduk dibangku SD, SMP, SMK dan
melanjutkan program DII IPA beralih ke S1 Fisika di Universitas Terbuka. Pada
usia tamatan sekolah SMK atau yang dahulunya dikenal dengan nama STM, ayah
tersebut merantau ke pulau terkecil bersama kakaknya bernama Muhammad Syahrudin
Rais yang kebetulan juga bekerja di pulau tersebut yakni pulau terpencil, pulau
Belitung. Dahulunya ayah tersebut
bekerja di sebuah perusahaan Timah yang dikenal pada waktu dulu dengan nama
BHP. Setelah tidak bekerja lagi di
perusahaan tersebut beliau kerja tidak menetap, pernah bekerja mengambil timah,
pasir putih dan usaha lain yang sampai sekarang masih dijalani bersama istri
dan anak- anaknya ialah usaha warung kecil’’an yang sudah berdagang selama 25
tahunan.
Pada
waktu ada tes guru bantu di kepulauan Bangka Belitung, ayah berhasil
mendapatkan profesi sebagai guru bantu tersebut walaupun banyak permasalahan
yang sebelumnya harus dijalani terutama karena keterbatasan usia. Keluarga kami terkenal sederhana, walaupun
hanya berdagang warung kecil- kecilan ayahku mampu menyekolahkan anak
pertamanya hingga ke perguruan tinggi dan anak pertamanya sekarang sudah
menikah. Pada tahun 2009, Ayahku berhasil diangkat sebagai pegawai negeri
sipil, namun inilah puncak keberhasilannya karena banyak pengalaman yang dijalaninya
sebelum mengecap kenikmatan sedemikian rupa tersebut . Ayahku yang selalu sabar
dan banyak mengajarkan arti kehidupan terutama bagi karakter diriku sendiri “
Sekolah benar-benar dapatkan nilai yang terbaik banggakan orang tuamu”. Ayahku
banyak mengajarkan arti kesabaran dalam kehidupan walaupun dalam keadaan
masalah seberat apapun beliau selalu tawakkal.
Pada usia yang akan beranjak 50 tahun, beliau tetap menjadi pendidik
yang terbaik bagiku meskipun sekarang tanggungannya masih dua yakni Angga Aprinasta
Putra yang sedang belajar di perguruan tinggi Universitas Ahmad Dahlan
Yogyakarta, dan Jannata Suci Ramadhan yang tengah belajar di kelas X, SMA
Negeri 1 Kelapa Kampit serta beliau sendiri yang masih menyelesaikan program
studi S1 Fisikanya di Universitas
Terbuka. Ayahku bekerja sebagai guru di SMP Negeri 2 Kelapa Kampit, mengajar anak didiknya dari
kelas VII- IX. Beliau selalu berpesan
kepadaku “ kuliah yang benar, dapatkan nilai yang terbaik jangan kecewakan
orang tua”. Selain ayahku berperan sebagai guru dalam menghidupi rumah
tangganya, beliau suka berkebun bertanam- tanaman seperti cabai, terong, kelapa , jengkol, salak dan Alhamdulillah dari
tanaman tersebut ada yang menghasilkan uang apabila ada orang yang mau membeli
tanaman tersebut.
Dalam kehidupan
sehari- hari, beliau banyak mengajarkan bagaimana pola tata cara makan kebersamaan keluarga,
mengajarkan aku untuk tidak selalu mudah marah, mengajarkan dibidang keagamaan
untuk selalu sholat berjamaah. Dalam kehidupan disekolah, ayahku yang berperan
sebagai pendidik ini banyak membuat peserta didiknya semakin menyukai tata cara
beliau mengajarkan ilmu tesebut baik teori maupun praktek. Ayah selalu
memberikan motivasi yang terbaik terhadap peserta didiknya, walaupun anak
didiknya tesebut terkenal nakal tapi masih bisa diatasi. Baginya pendidik adalah seorang yang berjiwa
besar dan mulia, selain mengajarkan ilmu kepada anak didiknya juga mampu
membuat anak tersebut tidak dibodohi oleh kehidupan suatu bangsa, tidak adanya
kebodohan,tidak adanya tertindas lagi oleh penjajah. Semasa hidupnya yang
berperan sebagai pendidik banyak hal yang dapat diambil bahwa pendidik itu
lebih baik hidupnya, selain mengajarkan
ilmu kepada yang lain juga mengajarkan arti kehidupan kita. Semoga kedepannya
pendidik bangsa selalu diutamakan dan tidak selalu diremehkan, karena banyak
yang berpendapat menjadi seorang pendidik itu bepenghasilan kecil.

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.