Home » » cerpen

cerpen

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Nov 5, 2013 | 4:36 AM






“ NASIB KAKAKKU MALANG”
     Pada suatu hari, aku pergi memancing ke laut  Selendang tepatnya dikampung halamanku sendiri bersama teman- temanku. Jarak tempuh untuk pergi ke tempat pemancingan tersebut hanya memakan waktu 1 jam. Kami pun memancing bersama dan mendapatkan ikan yang banyak, seperti ikan kerapuk,gurami. Ikan tersebut pun kami bagi rata antara satu sama lain. Sesampainya dirumah aku menyuruh ibu memasakkan ikan hasil pancinganku. Tidak terlupa juga kakakku yang cantik bernama Maria  yang selalu hobi memasak turut membantu ibu untuk memasak ikan tersebut.  Anehnya, kakakku tidak terlalu bersemangat dalam membantu ibu.
            “Kak,,kenapa kakak kurang bersemangat di hari ini?” ujarku.
            “tidak apa- apa dek.”ujarnya.
     Ibu pun tetap melanjutkan membuat bumbu yang enak untuk memasak ikan hasil pancinganku tersebut. Kali ini ibu memasakkan yang spesial buatku dan kakakku dari  lauk hasil pancinganku tersebut, yaitu ikan pindang. Kami sekeluarga pun menyantap makanan tersebut dengan lahap hanya saja ayahku yang belum pulang dari tempat kerjanya. Sesudah makan rutinitas biasa pun dilakukan, aku yang selalu tidur- tiduran terlebih dahulu sebelum berangkat ke Gedung Olahraga takraw. Akan tetapi, kakakku yang biasanya suka menonton TV, kini dia hanya duduk-dudukan di kursi ruang tamu.
            “Ada apa kak dengan kakak? Tidak biasanya seperti ini?.”
            “pasti lagi putus cinta ya? Hahahahaha ?”ujarku.
            “Adeg ini? Ada- ada aja”.
            “ya tidaklah,kakak lagi berbunga- bunga. Hehehe.” ujar kakakku.
     Kakakku pun mengambil laptop dari kamarnya. Dia pun kini ingin chattingan seperti biasanya, sayangnya modem habis pulsa sama juga dengan pulsa hp nya yang juga habis.
Dia pun kini hanya merenung.
            “pulsa modemnya habis ya kak?”ujarku.
            “iya deg”ujarnya.
            “adeg, ada uang tidak? Kakak mau beli pulsa buat pulsa hp aja, soalnya kakak ada urusan penting terhadap kuliah besok”.
            “waaa,aku belum ada uang kakak, aku belum kerja cuman minta sama ayah dan ibu”ujarku.
            “iyalah deg, kalau begitu santai ajalah.” ujar kakakku.
            “minta sama ibu aja ya kak?” ujarku.
            “ibu juga belum ada uang adeg, ayah belum pulang lagi.” ujar kakakku.
     Aku pun segera bergegas menyiapi peralatan buat berangkat ke Gedung Olahraga Takraw ,karena besok mw bertanding sama tim Takraw kelas lain di SMA ku.
Sebelum berangkat tidak lupa aku sering menyiapkan makanan untuk makan di tempat aku latihan takraw tersebut. Akan tetapi, ada yang berbeda aku tidak sengaja menemukan hp kakakku yang tergeletak di meja ruang makan. Aku segera membajak hp kakakku sendiri, aku baca pesan kotak masuk di hp nya ternyata kakakku yang dari tadi merenung karena sms dari kekasihnya yang belum dia balas.  Sedangkan sms dari kekasihnya tersebut sudah 20 pesan di kotak masuk.
kakakku pun menghampiriku,bergegas aku letakkan lagi hp tersebut di meja.
            “Ayo,kamu habis ngapain?”ujar kakakku.
            “asyik- asyik? Ada yang lagi galau, hahahhaha.”ujarku
            “dasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar?” ujar kakakku.
            “heheehheehee,asyik- asyik kakak galau karena sms dari pacarnya tidak dibalas.”ujarku.
            “Asem adeg ini, jangan beritahukan sama ibu ya.”ujarnya.
    Aku pun bergegas meninggalkan rumah dan segera menuju ke tempat latihan takraw. Kakakku ini yang tdak bisa diam karena dia lagi memikirkan langkah apa yang harus dilakukannya demi mendapatkan uang. Kakakku akhirnya mendapatkan ide cemerlangnya yaitu teringat dengan pohon jambu yang ada di belakang rumah. Maka segera kakakku memanjat pohon jambu tersebut, walau terkadang kakakku berpenampilan cantik dan menawan. Akan tetapi dibalik kecantikan tersebut kakakku ini mempunyai semangat yang kuat.
    Akhirnya kakakku berhasil mengumpulkan 3 plastik buah jambu dan siap untuk di jual ke bu Tumini tetanggaku yang berjualan di pasar. Sesampai di dekat daerah Gedung Olahraga Takraw dan kebetulan aku telah selesai latihannya, aku melihat kakakku dengan sepeda motor menuju ke pasar untungnya kakakku menyetirnya tidak terlalu cepat.
            “kakak mau kemana?”ujarku
            “Asem, adeg ini mengejutkan kakak aja?”, ujarnya.
            “mau kemana kak?”, ujarku.
            “apa yang diplastik itu? Bukannya itu buah jambu di belakang rumah kak”?
            “hehehehe.kakak mau jual jambu adeg?”, ujarnya
            “demi buat beli pulsa kakak rela berjual jambu ke tetangga kita di pasar”.
            “ya kalau begitu kak, hati- hati di jalan.” Ujarku.   Akhirnya, kakakku menjual 3 plastik buah jambu tersebut berhasil mengumpulkan uang 20.000 rupiah.Ternyata semangat kakak bagus buat aku tiru, selain tidak bergantung sama orang tua belajar hidup mandiri.



0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.