“ NASIB
KAKAKKU MALANG”
Pada
suatu hari, aku pergi memancing ke laut Selendang tepatnya dikampung halamanku
sendiri bersama teman- temanku. Jarak tempuh untuk pergi ke tempat pemancingan
tersebut hanya memakan waktu 1 jam. Kami pun memancing bersama dan mendapatkan
ikan yang banyak, seperti ikan kerapuk,gurami. Ikan tersebut pun kami bagi rata
antara satu sama lain. Sesampainya dirumah aku menyuruh ibu memasakkan ikan
hasil pancinganku. Tidak terlupa juga kakakku yang cantik bernama Maria yang selalu hobi memasak turut membantu ibu
untuk memasak ikan tersebut. Anehnya,
kakakku tidak terlalu bersemangat dalam membantu ibu.
“Kak,,kenapa
kakak kurang bersemangat di hari ini?” ujarku.
“tidak
apa- apa dek.”ujarnya.
Ibu
pun tetap melanjutkan membuat bumbu yang enak untuk memasak ikan hasil
pancinganku tersebut. Kali ini ibu memasakkan yang spesial buatku dan kakakku
dari lauk hasil pancinganku tersebut,
yaitu ikan pindang. Kami sekeluarga pun menyantap makanan tersebut dengan lahap
hanya saja ayahku yang belum pulang dari tempat kerjanya. Sesudah makan
rutinitas biasa pun dilakukan, aku yang selalu tidur- tiduran terlebih dahulu
sebelum berangkat ke Gedung Olahraga takraw. Akan tetapi, kakakku yang biasanya
suka menonton TV, kini dia hanya duduk-dudukan di kursi ruang tamu.
“Ada
apa kak dengan kakak? Tidak biasanya seperti ini?.”
“pasti
lagi putus cinta ya? Hahahahaha ?”ujarku.
“Adeg
ini? Ada- ada aja”.
“ya
tidaklah,kakak lagi berbunga- bunga. Hehehe.” ujar kakakku.
Kakakku
pun mengambil laptop dari kamarnya. Dia pun kini ingin chattingan seperti
biasanya, sayangnya modem habis pulsa sama juga dengan pulsa hp nya yang juga
habis.
Dia pun kini hanya merenung.
“pulsa
modemnya habis ya kak?”ujarku.
“iya
deg”ujarnya.
“adeg,
ada uang tidak? Kakak mau beli pulsa buat pulsa hp aja, soalnya kakak ada
urusan penting terhadap kuliah besok”.
“waaa,aku
belum ada uang kakak, aku belum kerja cuman minta sama ayah dan ibu”ujarku.
“iyalah
deg, kalau begitu santai ajalah.” ujar kakakku.
“minta
sama ibu aja ya kak?” ujarku.
“ibu
juga belum ada uang adeg, ayah belum pulang lagi.” ujar kakakku.
Aku
pun segera bergegas menyiapi peralatan buat berangkat ke Gedung Olahraga Takraw
,karena besok mw bertanding sama tim Takraw kelas lain di SMA ku.
Sebelum berangkat tidak lupa aku sering
menyiapkan makanan untuk makan di tempat aku latihan takraw tersebut. Akan
tetapi, ada yang berbeda aku tidak sengaja menemukan hp kakakku yang tergeletak
di meja ruang makan. Aku segera membajak hp kakakku sendiri, aku baca pesan
kotak masuk di hp nya ternyata kakakku yang dari tadi merenung karena sms dari
kekasihnya yang belum dia balas. Sedangkan
sms dari kekasihnya tersebut sudah 20 pesan di kotak masuk.
kakakku pun menghampiriku,bergegas aku
letakkan lagi hp tersebut di meja.
“Ayo,kamu
habis ngapain?”ujar kakakku.
“asyik-
asyik? Ada yang lagi galau, hahahhaha.”ujarku
“dasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar?”
ujar kakakku.
“heheehheehee,asyik-
asyik kakak galau karena sms dari pacarnya tidak dibalas.”ujarku.
“Asem
adeg ini, jangan beritahukan sama ibu ya.”ujarnya.
Aku
pun bergegas meninggalkan rumah dan segera menuju ke tempat latihan takraw.
Kakakku ini yang tdak bisa diam karena dia lagi memikirkan langkah apa yang
harus dilakukannya demi mendapatkan uang. Kakakku akhirnya mendapatkan ide
cemerlangnya yaitu teringat dengan pohon jambu yang ada di belakang rumah. Maka
segera kakakku memanjat pohon jambu tersebut, walau terkadang kakakku
berpenampilan cantik dan menawan. Akan tetapi dibalik kecantikan tersebut kakakku
ini mempunyai semangat yang kuat.
Akhirnya
kakakku berhasil mengumpulkan 3 plastik buah jambu dan siap untuk di jual ke bu
Tumini tetanggaku yang berjualan di pasar. Sesampai di dekat daerah Gedung
Olahraga Takraw dan kebetulan aku telah selesai latihannya, aku melihat kakakku
dengan sepeda motor menuju ke pasar untungnya kakakku menyetirnya tidak terlalu
cepat.
“kakak
mau kemana?”ujarku
“mau
kemana kak?”, ujarku.
“apa
yang diplastik itu? Bukannya itu buah jambu di belakang rumah kak”?
“hehehehe.kakak
mau jual jambu adeg?”, ujarnya
“demi
buat beli pulsa kakak rela berjual jambu ke tetangga kita di pasar”.
“ya
kalau begitu kak, hati- hati di jalan.” Ujarku. Akhirnya, kakakku menjual 3 plastik buah
jambu tersebut berhasil mengumpulkan uang 20.000 rupiah.Ternyata semangat kakak
bagus buat aku tiru, selain tidak bergantung sama orang tua belajar hidup
mandiri.

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.