“Islam
dan Pengalaman Pendidikanku”
·
Pengalaman
pendidikan dan islam dalam keluarga, semenjak aku masih
kecil berusia 5 tahunan sudah diajarkan tentang sholat, mengaji, adat sopan
santun, adab berbicara. Proses penerapan konsep pendidikan islam ini terutama
diajarkan oleh sang Ayah dan sang Ibu yang membimbingnya. Banyak hal yang aku
dapatkan setelah banyak belajar dari kedua orang tuaku, terutama aku lebih mengerti tahap adat
bersopan santun santun sama kakak, teman, keluarga dan lingkungan masyarakat
sekitar. Islam juga mengajarkanku untuk melatih kesabaran
dan lebih bertaat kepada- Nya. Semasa
kecil juga aku di ajarkan sama orang tuaku bagaimana menghargai orang lain,
sikap apa yang harus di tunjukkan bila bertemu sama orang yang lebih tua dari
kita. Bila sudah mendekati adzan magrib aku disegerakan untuk sholat berjamaah
bareng keluarga, apabila tidak aku sering di tegur. Apabila makan di haruskan
bersama –sama keluarga, mencuci tangan sebelum makan, baca doa sebelum makan
maupun sesudah makan.
·
Pengalaman
pendidikan dan islam dalam masyarakat, di dalam masyarakat
aku juga banyak belajar misalkan, membaca yasin setiap hari jum’at di masjid,
bergotong royong dalam melakukan kegiatan baik itu berupa kegiatan seperti menyambut Hari Ulang Tahun kampung maupun
membersihkan masjid. Dalam masyarakat juga aku mengenal pembicaraan apa dari
mereka yang lebih tua dariku, mengenal artinya kebersamaan baik itu bersama
tetangga, teman. Mengenal musyawarah, turut serta dalam kegiatan kemasyarakatan
misalkan berlomba menciptakan kampung halaman yang bersih. Di dalam masyarakat
lah dimana mengajarkanku arti kebersamaan. Dalam kehidupan masyarakat juga aku
sering menghadiri acara hajatan, baik hajatan itu besar- besaran maupun yang
bersifat sederhana aja. Berbagai hal yang aku dapatkan dari kehidupan
bermasyarakat, bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik dalam lingkup
kemasyarakatan.
·
Pengalaman
pendidikan dan islam di sekolah atau perguruan tinggi,
semenjak aku menginjakkan kaki di
Sekolah Dasar (SD), aku mengenal pendidikan islam di sekolah mulai dari
pelajaran tentang agama, bahasa Arab .
Di luar sekolah juga aku melanjutkan pendidikan Islamku di Tempat Pembimbingan
Alqur’an (TPA). Semenjak di sekolah juga aku banyak mengetahui tentang konsep
pendidikan islam misalkan, tentang akhlakul
karimah, budi pekerti. Adapun manfaat aku banyak belajar mengenai tentang
pendidikan islam, aku banyak mengetahui sikap mana yang baik dan tidak baik
buat di ikuti. Mengenai tentang
pendidikan Islam yang di dalamnya juga di ajarkan tentang pelajaran
B. Arab, aku lebih mendalami tentang huruf- huruf Arab
hingga aku beberapa kali mengikuti lomba Musabaqoh
Tilawatil Quran (MTQ). Pendidikan Islamku di sekolah banyak mengajariku
dalam berbagai hal, karena selain orang tua yang membimbingku dalam pelajaran
tentang keislaman, di sekolah juga aku banyak diajari berbagai hal misalkan
mengerti tentang hadis- hadis yang terdapat dalam al- qur’an, kullu nafsin sakaratul mauut yang
berarti setiap yang bernyawa pasti akan mati. Hingga sampai sekarang
menginjakkan kaki di perkuliahan, aku masih dikenalkan dengan konsep pendidikan
islam terutama mata kuliah yang sekarang sedang diambil Studi Islam IV
mengajarkan tentang konsep Pendidikan dalam Perspektif Islam.
·
Pengalaman
pendidikan yang paling berkesan, menurutku semuanya
berkesan baik dalam keluarga, masyarakat, maupun sekolah karena semuanya pada
intinya memberikan ilmu dan konsep tentang kependidkan yang sama, hanya saja
cara penyampaiannya yang berbeda. Adapun manfaat yang banyak aku dapatkan
tentang pendidikan islam itu baik dari segi baik maupun buruk yaitu di sekolah.
Sekolah la yang mengajarkanku bagaimana cara berbicara sama kedua orang tua,
sama teman, maupun sama gurunya sendiri. Adapun apabila ada sifat dari ku yang
kurang baik guru selalu selalu menegur hingga perasaan itu sampai sekarang
masih aku rasakan. Cara berpenampilan juga diterapkan di sekolah karena
mengambarkan sosok kepribadian yang berpendidikan. Dalam hal pertemanan juga,
guru di sekolah mengajarkanku bagaimana ucapan yang baik ke teman sesama.
·
Materi-
materi dan metode yang paling berpengaruh, materi yang sering berpengaruh dalam kehidupanku
yaitu adalah penceramahan dari seseorang baik itu penceramahan guru, keluargaku
maupun lingkungan sekitar seperti masyarakat. Adapun penyebabnya ialah diriku
sendiri, selalu bermalas- malasan kalau mau sholat subuh, makan sering lupa
baca doa, makanya penceramahan sering masuk ke telingaku walaupun awalnya
penceramahan tersebut hanya kebal di telingaku. Di Sekolah juga apabila
pelajaran yang banyak bercerita membuatku mengantuk. Hal ini pun sampai
sekarang masih terjadi sampai menginjakkan kaki di perkuliahan. Adapun materi
yang berdampak positif yang berpengaruh dalam kehidupanku materi yang bersifat
memotivasi. Semakin banyak materi yang bersifat memotivasi pada diriku, maka
semakin banyak juga niat di hati untuk lebih mengoreksi diri lebih jauh.
Mengenal kesalahan yang terdapat pada diri sendiri.
·
Dampak
dari pengalaman tersebut,
adapun dampaknya ialah membuatku lebih
instropeksi lagi dan memotivasi diriku sendiri. Adapun awalnya membuat kita merasa jengkel atau
membuat kita merasa tertantang. Akan tetapi, apabila pola berpikir kita di ubah
menjadi lebih jauh meresapi pentingnya ucapan- ucapan dari orang lain, karena itu membuat membangkitkan semangat yang
layu dalam diri kita hingga tumbuh kembali. Adapun tahap awal yang aku pelajari
dari pengalaman kehidupanku dari sisi buruknya aku mencoba melupakan dan
menjadikan itu sebagai cerita yang memotivasi diriku sendiri hingga aku
berusaha menjadi yang lebih baik lagi. Dampak lainnya jiwa kita menjadi sosok
yang lebih taat dalam beribadah.
·
Analisa
integrasi Islam dalam pengalaman pendidikan, Dalam hal tujuan memperkaitkan keimanan kita
sebagai orang yang bertaqwa sekaligus dibekali dengan karakter pendidikan yang
bermoral. Dalam hal materi, kita lebih bisa mengaitkan islam dengan konsep
pendidikan bahwa pendidikan islam itu
ialah yang memuat pendidkan fisik, jiwa, pengembangan daya nalar, dan perbaikan
tingkah laku, sehingga tersentuh manusia yang paling mulia. Melalui pendidikan
yang bersifat materi yang disangkut pautkan dengan pelajaran ke islaman/
keagamaan diri kita menjadi jiwa yang berpendirian tetap tidak terpengaruh
dengan ajaran yang lain yang menyimpang. Adapun dalam metodenya, dengan adanya
metode cara pembelajaran yang bersifat keislaman membangun jiwa moral serta sikap dan tata
cara berpakain kita. Dengan adanya konsep materi dan tujuan yang jelas kita
bisa menjadikan Islam dalam pendidikan perlu diterapkan. Adapun gunanya ialah
menciptakan moralitas bangsa Indonesia yang berbudaya, mengenal agamanya
masing- masing terutama yang menganut agama Islam. Tanamkanlah jiwa ke islaman
kita dalam berpendidik sehingga metode pendidikan kita menjadi berguna bagi
orang banyak. Dalam menggunakan teori maupun metode di dalam berpendidikan yang
tidak terlepas dari keislaman, membuat kita tidak akan lupa dengan hal yang baik dan yang buruk yang kita kerjakan.
Adapun metode dalam berpendidikan yang islami bisa dilandasi dengan rasa yang
ikhlas, sebelum memulai pelajaran maupun sesudahnya dilandasi dengan doa
terlebih dahulu.
Metode yaitu adalah suatu bentuk /
cara kita dalam penyampaian. Semoga dengan adanya metode dengan berlandaskan
islam kita bisa menyampaikan sesuatu dengan perasaan bukan dengan kekerasan.
Kurangnya pendidikan Islam di Indonesia ini perlu lah di tingkatkan lagi,
bagaimana Negara kita menjadi sosok contoh Negara yang lain apabila pendidikan
di kenegaraan kita kurang di landaskan atas dasar Islam. Perlu lah di setiap
persekolahan perlu adanya konsep pendidikan yang berlandaskan islam selain
berbentuk materi perlu juga adanya diterapkan secara realitas. Jadikan budaya
Indonesia kita tidak terlepas dari budaya Islami beda
dengan budaya- budaya Barat. Konsep pendidikan Islam itu selain diterapkan di sekolah perlu juga diterapkan
oleh kedua orang tua peserta didik. Adapun tujuannya ialah mengajarkan anak
mereka bagaimana mencari teman sebaya yang baik dan benar yang tidak menyimpang
dari keislaman, menjadikan anak mereka sosok pemimpin yang berbudi pekerti
luhur.

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.