Home » » artikel tentang keislaman

artikel tentang keislaman

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Nov 5, 2013 | 4:42 AM



“Islam dan Pengalaman Pendidikanku”

·        Pengalaman pendidikan dan islam dalam keluarga, semenjak aku masih kecil berusia 5 tahunan sudah diajarkan tentang sholat, mengaji, adat sopan santun, adab berbicara. Proses penerapan konsep pendidikan islam ini terutama diajarkan oleh sang Ayah dan sang Ibu yang membimbingnya. Banyak hal yang aku dapatkan setelah banyak belajar dari kedua orang tuaku,  terutama aku lebih mengerti tahap adat bersopan santun santun sama kakak, teman, keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar.  Islam  juga mengajarkanku untuk melatih kesabaran dan lebih bertaat kepada- Nya.  Semasa kecil juga aku di ajarkan sama orang tuaku bagaimana menghargai orang lain, sikap apa yang harus di tunjukkan bila bertemu sama orang yang lebih tua dari kita. Bila sudah mendekati adzan magrib aku disegerakan untuk sholat berjamaah bareng keluarga, apabila tidak aku sering di tegur. Apabila makan di haruskan bersama –sama keluarga, mencuci tangan sebelum makan, baca doa sebelum makan maupun sesudah makan.

·        Pengalaman pendidikan dan islam dalam masyarakat, di dalam masyarakat aku juga banyak belajar misalkan, membaca yasin setiap hari jum’at di masjid, bergotong royong dalam melakukan kegiatan baik itu berupa kegiatan seperti  menyambut Hari Ulang Tahun kampung maupun membersihkan masjid. Dalam masyarakat juga aku mengenal pembicaraan apa dari mereka yang lebih tua dariku, mengenal artinya kebersamaan baik itu bersama tetangga, teman. Mengenal musyawarah, turut serta dalam kegiatan kemasyarakatan misalkan berlomba menciptakan kampung halaman yang bersih. Di dalam masyarakat lah dimana mengajarkanku arti kebersamaan. Dalam kehidupan masyarakat juga aku sering menghadiri acara hajatan, baik hajatan itu besar- besaran maupun yang bersifat sederhana aja. Berbagai hal yang aku dapatkan dari kehidupan bermasyarakat, bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik dalam lingkup kemasyarakatan.


·        Pengalaman pendidikan dan islam di sekolah atau perguruan tinggi,  semenjak aku menginjakkan kaki di Sekolah Dasar (SD), aku mengenal pendidikan islam di sekolah mulai dari pelajaran tentang agama,  bahasa Arab . Di luar sekolah juga aku melanjutkan pendidikan Islamku di Tempat Pembimbingan Alqur’an (TPA). Semenjak di sekolah juga aku banyak mengetahui tentang konsep pendidikan islam misalkan, tentang akhlakul karimah, budi pekerti. Adapun manfaat aku banyak belajar mengenai tentang pendidikan islam, aku banyak mengetahui sikap mana yang baik dan tidak baik buat di ikuti.  Mengenai tentang pendidikan Islam yang di dalamnya juga di ajarkan tentang pelajaran
B. Arab,  aku lebih mendalami tentang huruf- huruf Arab hingga aku beberapa kali mengikuti lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ). Pendidikan Islamku di sekolah banyak mengajariku dalam berbagai hal, karena selain orang tua yang membimbingku dalam pelajaran tentang keislaman, di sekolah juga aku banyak diajari berbagai hal misalkan mengerti tentang hadis- hadis yang terdapat dalam al- qur’an, kullu nafsin sakaratul mauut yang berarti setiap yang bernyawa pasti akan mati. Hingga sampai sekarang menginjakkan kaki di perkuliahan, aku masih dikenalkan dengan konsep pendidikan islam terutama mata kuliah yang sekarang sedang diambil Studi Islam IV mengajarkan tentang konsep Pendidikan dalam Perspektif Islam.

·        Pengalaman pendidikan yang paling berkesan, menurutku semuanya berkesan baik dalam keluarga, masyarakat, maupun sekolah karena semuanya pada intinya memberikan ilmu dan konsep tentang kependidkan yang sama, hanya saja cara penyampaiannya yang berbeda. Adapun manfaat yang banyak aku dapatkan tentang pendidikan islam itu baik dari segi baik maupun buruk yaitu di sekolah. Sekolah la yang mengajarkanku bagaimana cara berbicara sama kedua orang tua, sama teman, maupun sama gurunya sendiri. Adapun apabila ada sifat dari ku yang kurang baik guru selalu selalu menegur hingga perasaan itu sampai sekarang masih aku rasakan. Cara berpenampilan juga diterapkan di sekolah karena mengambarkan sosok kepribadian yang berpendidikan. Dalam hal pertemanan juga, guru di sekolah mengajarkanku bagaimana ucapan yang baik ke teman sesama.


·        Materi- materi dan metode yang paling berpengaruh, materi  yang sering berpengaruh dalam kehidupanku yaitu adalah penceramahan dari seseorang baik itu penceramahan guru, keluargaku maupun lingkungan sekitar seperti masyarakat. Adapun penyebabnya ialah diriku sendiri, selalu bermalas- malasan kalau mau sholat subuh, makan sering lupa baca doa, makanya penceramahan sering masuk ke telingaku walaupun awalnya penceramahan tersebut hanya kebal di telingaku. Di Sekolah juga apabila pelajaran yang banyak bercerita membuatku mengantuk. Hal ini pun sampai sekarang masih terjadi sampai menginjakkan kaki di perkuliahan. Adapun materi yang berdampak positif yang berpengaruh dalam kehidupanku materi yang bersifat memotivasi. Semakin banyak materi yang bersifat memotivasi pada diriku, maka semakin banyak juga niat di hati untuk lebih mengoreksi diri lebih jauh. Mengenal kesalahan yang terdapat pada diri sendiri.

·        Dampak dari pengalaman tersebut,  adapun dampaknya ialah membuatku lebih  instropeksi lagi dan memotivasi diriku sendiri. Adapun  awalnya membuat kita merasa jengkel atau membuat kita merasa tertantang. Akan tetapi, apabila pola berpikir kita di ubah menjadi lebih jauh meresapi pentingnya ucapan- ucapan dari orang lain,  karena itu membuat membangkitkan semangat yang layu dalam diri kita hingga tumbuh kembali. Adapun tahap awal yang aku pelajari dari pengalaman kehidupanku dari sisi buruknya aku mencoba melupakan dan menjadikan itu sebagai cerita yang memotivasi diriku sendiri hingga aku berusaha menjadi yang lebih baik lagi. Dampak lainnya jiwa kita menjadi sosok yang lebih taat dalam beribadah.



·        Analisa integrasi Islam dalam pengalaman pendidikan,  Dalam hal tujuan memperkaitkan keimanan kita sebagai orang yang bertaqwa sekaligus dibekali dengan karakter pendidikan yang bermoral. Dalam hal materi, kita lebih bisa mengaitkan islam dengan konsep pendidikan bahwa pendidikan islam  itu ialah yang memuat pendidkan fisik, jiwa, pengembangan daya nalar, dan perbaikan tingkah laku, sehingga tersentuh manusia yang paling mulia. Melalui pendidikan yang bersifat materi yang disangkut pautkan dengan pelajaran ke islaman/ keagamaan diri kita menjadi jiwa yang berpendirian tetap tidak terpengaruh dengan ajaran yang lain yang menyimpang. Adapun dalam metodenya, dengan adanya metode cara pembelajaran yang bersifat keislaman  membangun jiwa moral serta sikap dan tata cara berpakain kita. Dengan adanya konsep materi dan tujuan yang jelas kita bisa menjadikan Islam dalam pendidikan perlu diterapkan. Adapun gunanya ialah menciptakan moralitas bangsa Indonesia yang berbudaya, mengenal agamanya masing- masing terutama yang menganut agama Islam. Tanamkanlah jiwa ke islaman kita dalam berpendidik sehingga metode pendidikan kita menjadi berguna bagi orang banyak. Dalam menggunakan teori maupun metode di dalam berpendidikan yang tidak terlepas dari keislaman, membuat kita tidak akan lupa dengan  hal yang baik dan yang buruk yang kita kerjakan. Adapun metode dalam berpendidikan yang islami bisa dilandasi dengan rasa yang ikhlas, sebelum memulai pelajaran maupun sesudahnya dilandasi dengan doa terlebih dahulu.
Metode yaitu adalah suatu bentuk / cara kita dalam penyampaian. Semoga dengan adanya metode dengan berlandaskan islam kita bisa menyampaikan sesuatu dengan perasaan bukan dengan kekerasan. Kurangnya pendidikan Islam di Indonesia ini perlu lah di tingkatkan lagi, bagaimana Negara kita menjadi sosok contoh Negara yang lain apabila pendidikan di kenegaraan kita kurang di landaskan atas dasar Islam. Perlu lah di setiap persekolahan perlu adanya konsep pendidikan yang berlandaskan islam selain berbentuk materi perlu juga adanya diterapkan secara realitas. Jadikan budaya Indonesia kita tidak terlepas dari budaya Islami beda dengan budaya- budaya Barat. Konsep pendidikan Islam itu selain  diterapkan di sekolah perlu juga diterapkan oleh kedua orang tua peserta didik. Adapun tujuannya ialah mengajarkan anak mereka bagaimana mencari teman sebaya yang baik dan benar yang tidak menyimpang dari keislaman, menjadikan anak mereka sosok pemimpin yang berbudi pekerti luhur.

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.