Pendidikan merupakan faktor utama dalam kehidupan . Pendidikan di Indonesia sangatlah penting . Banyak masyarakat – masyarakat pribumi yang akan kurang pendidikan . Anak – anak jalanan juga penting pendidikan , karena mereka berhak untuk di didik dan mendapatkan pengajaran . Kebanyakan banyak anak-anak yang putus sekolah karena mahalnya biaya pendidikan. Pendidikan yang mahal membuat mereka terlantar , karena orang tua mereka tidak mampu lagi membiayai untuk uang sekolah.
Sekarang pendidikan ialah sangat
penting , tanpa pendidikan kita tidak dapat berubah ke masyarakat modern . Anak
– anak jalanan pun walau mereka tidak bersekolah , akan tetapi berhak mendapat
pendidikan . Berkat adanya pendidikan , kita tidak dapat dibodohi lagi oleh
orang penjajah . Dengan adanya pendidikan , sekarang anak remaja , anak- anak
kecil ,maupun orang tua bisa menjadikan dirinya lebih berkarakter , bermoral .
Mereka bisa mengoperasikan komputer , menciptakan sesuatu hal yang terbaru .
Terciptanya pendidikan kita mampu bersaing dalam era globalisasi .Pendidikan
sekarang menjadi pegangan utama dalam hidup . Pendidikan merupakan suatu kunci dalam berusaha , walaupun mereka hanya
sampai tamat SMA, akan tetapi mereka sudah dapat pengajaran pendidikan sebelumnya di masa SMA . Demi
terciptanya pendidikan dan pengajaran yang layak , Presiden SBY
akhirnya menerapkan adanya Pendidikan Gratis . Pendidikan gratis kini
sudah tersebar luas ke pelosok – pelosok
desa maupun kota . Pendidikan Gratis di sebarkan melalui adanya dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS). BOS membantu siswa – siswi yang kurang mampu,
akan tetapi walaupun sudah ada dana tersebut BOS
menetapkan pendidikan gratis dan biaya
peralatan seperti seragam sekolah , alat tulis dan lainnya beli sendiri
.Tanggapan masyarakat pun senang dengan adanya dana BOS tersebut . Mereka merasa BOS telah meringankan sedikit beban
mereka untuk menyekolahkan anaknya. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga
menyediakan beasiswa – beasiswa prestasi kepada pelajar .
Pemerintah sejak dahulu telah
merencanakan sekolah gratis , ternyata masih banyak juga biaya yang harus
dikeluarkan oleh wali murid terutama untuk membeli buku pelajaran dan
seragam sekolah . Buku yang di wajibkan per semester terus berubah untuk setiap
tahunnya , sehingga murid harus selalu membeli buku baru .Ini sangat
memberatkan wali murid yang seharusnya di tanggung pemerintah .Kita berharap
pemerintah dengan serius melakukan kebijakan sekolah gratis sehingga wali murid
tidak perlu repot memikirkan biaya sekolah putra putrinya
sehingga mereka bisa menabung untuk anaknya mengecap pendidikan tinggi
.Pendidikan selayaknya dibiayai oleh pemerintah karena sesuai dengan amanat UUD
‘ 45 . Adapun impian masyarakat akan datangnya pendidikan
gratis yang telah ditunggu – tunggu dari sejak zaman kemerdekaan Republik
Indonesia telah muncul dengan seiring datangnya fenomena pendidikan gratis
untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama .Fenomena pendidikan
gratis ini memang sangat ditunggu – tunggu , pasalnya Pemerintah mengeluarkan
dana BOS ( Biaya Operasional Sekolah ) untuk menutupi harga – harga buku yang
kian hari kian melambung , sumbangan ini
itu , gaji guru yang tidak cukup dan biaya – biaya lainnya
. Banyak orang tua siswa menganggap bahwa pendidikan Sekolah Dasar bukanlah
suatu hal yang keharusan lagi atau dasar perkembangan ilmu yang akan
dilanjutkan ke depannya, karena mereka menganggap bahwa pendidikan gratis
adalah hal yang menyenangkan sehingga para orang tua siswa tidak terlalu
memfokuskan anaknya untuk sekolah dan tidak mendorong anaknya supaya pintar ,
bagaimana tidak pendidikan kan gratis , jadi kapan aja bisa sekolah/masuk, jadi tidak perlu
takut dipecat dari sekolah karena dimana aja bisa mendaftar gratis pula.
Hal ini
sangatlah ironis karena pendidikan sekarang ini bukanlah untuk menciptakan
orang-orang yang berilmu tinggi,akan tetapi diterapkan pada sistem gratis. Karena
pendidikan gratis, maka setiap siswa tidak lagi gigih dalam menuntut ilmu,
melainkan berleha-leha karena kalaupun dipecat bisa masuk ke sekolah negeri
manapun dengan biaya gratis. Apakah pemerintah mengharapkan kwalitas pendidikan
seperti ini ?
Kalau
saja Pemerintah memberikan sekolah gratis bagis siswa yang berprestasi minimal
peringkat 10 besar, maka semua siswa khususnya yang tidak mampu akan
berlomba-lomba untuk belajar dan pintar demi mendapatkan beasiswa tersebut yang
notabene karena ketidakmampuan ekonomi keluarga.
Hal ini
mungkin sangat baik dan mendidik baik bagi orang tua siswa , maupun siswa yang
bersangkutan. Dari kejadian ini maka dapat dipastikan program pemerintah yang
membuat pendidikan gratis adalah tidak mendidik sama sekali tetapi pemerintah
hanya mengharapkan bahwa rakyat Indonesia dapat menyelesaikan pendidikan sampai
dengan SLTA dengan tidak memiliki ilmu. Apakah ini yang kita harapkan dari
pemerintah buat rakyatnya ? Program-program itu mengatakan bahwa itu
adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penurunan angka
anak putus sekolah, sekolah gratis bagi orangtua bisa mengurangi beban
pikirannya untuk masalah biaya pendidikan dan tidak ada lagi anak-anak yang
tidak boleh ikut ujian hanya karena belum bayar iuran sekolah. Sedangkan yang
kontra berkata pemerintah bagaikan pahlawan kesiangan, . Hal ini dikarenakan
telah ada yang lebih dulu melakukan hal tersebut, yaitu LSM yang concern pada bidang pendidikan dan
penanganan masyarakat tidak mampu. Adanya kurang rasa harus sekolah, kesadaran
akan pendidikan sangat kurang, anak lebih mementingkan pekerjaan dari pada
harus sekolah yang tidak mengeluarkan apa-apa. Biaya pendidikan gratis hanya
sampai dengan Sekolah Menengah Pertama sedangkan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas
tidak. Sedangkan tamatan Sekolah Lanjutan Tingkat Ataslah yang merupakan tombak
utama dan usia yang mapan untuk mencari pekerjaan serta penghasil devisa
negara. Sekolah menjadi bermutu karena
ditopang oleh peserta didik yang punya semangat belajar. Mereka mau belajar
kalau ada tantangan, salah satunya tantangan biaya .
Generasi muda dipupuk untuk tidak mempunyai
mental serba gratisan . Sebaiknya mental gratisan dikikis habis. Kerja keras,
rendah hati, toleran, mampu beradaptasi, dan takwa, itulah yang harus
ditumbuhkan agar generasi muda ini mampu bersaing di dunia internasional, mampu
ambil bagian dalam percaturan dunia, bukan hanya menjadi bangsa pengagum,
bangsa yang rakus mengonsumsi produk. Paling susah adalah pemerintah menciptakan
kondisi agar setiap orang tua mendapat penghasilan yang cukup sehingga mampu
membiayai pendidikan anak-anaknya.
Tidak hanya murid saja melainkan guru
yang terkena imbas dari pendidikan gratis ini. Kebanyakan dari guru sekolah
gratisan mengalami keterbatasan mengembangkan diri dan akhirnya akan kesulitan
memotivasi peserta didik sebab harus berpikir soal “ bertahan hidup” lebih
celaka lagi bila guru berpikiran pelayanan
padapeserta didiki hanya sebatas honor saja . Jika demikian situasinya, maka ”jauh panggang dari api” untuk
menaikkan mutu pendidikan. Sekolah,
terutama sekolah swasta kecil, akan kesulitan menutup biaya operasional
sekolah, apalagi menyejahterakan gurunya. Pembiayaan seperti listrik, air,
perawatan gedung, komputer, alat tulis kantor, transportasi, uang makan, dan
biaya lain harus dibayar. Mencari donor pun semakin sulit. Sekolah masih
bertahan hanya berlandaskan semangat pengabdian pengelolanya. Tanpa iuran dari
peserta didik, bagaimana akan menutup pembiayaan itu.
Pemberlakuan sekolah gratis bukan berarti penurunan kualitas pendidikan, penurunan minat belajar para siswa, dan penurunan tingkat kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar di dunia pendidikan. Untuk itu bukan hanya siswa saja yang diringankan dalam hal biaya, namun kini para guru juga akan merasa lega dengan kebijakan pemerintah tentang kenaikan akan kesejahteraan guru. Tahun 2009 ini pemerintah telah memutuskan untuk memenuhi ketentuan UUD 1945 pasal 31 tentang alokasi APBN untuk pendidikan sebesar 20%. Sehingga akan tersedianya anggaran untuk menaikkan pendapatan guru, terutama guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) berpangkat rendah yang belum berkeluarga dengan masa kerja 0 tahun, sekurang-kurangnya berpendapatan Rp. 2 juta. Dana BOS yang diterima sekolah wajib menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP), pembelian buku teks pelajaran, biaya ulangan harian dan ujian, serta biaya perawatan operasional sekolah.
Pemberlakuan sekolah gratis bukan berarti penurunan kualitas pendidikan, penurunan minat belajar para siswa, dan penurunan tingkat kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar di dunia pendidikan. Untuk itu bukan hanya siswa saja yang diringankan dalam hal biaya, namun kini para guru juga akan merasa lega dengan kebijakan pemerintah tentang kenaikan akan kesejahteraan guru. Tahun 2009 ini pemerintah telah memutuskan untuk memenuhi ketentuan UUD 1945 pasal 31 tentang alokasi APBN untuk pendidikan sebesar 20%. Sehingga akan tersedianya anggaran untuk menaikkan pendapatan guru, terutama guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) berpangkat rendah yang belum berkeluarga dengan masa kerja 0 tahun, sekurang-kurangnya berpendapatan Rp. 2 juta. Dana BOS yang diterima sekolah wajib menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP), pembelian buku teks pelajaran, biaya ulangan harian dan ujian, serta biaya perawatan operasional sekolah.
Sedangkan
biaya yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memiliki biaya besar, seperti:
study tour (karyawisata), studi banding, pembelian seragam bagi siswa dan guru
untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah), serta pembelian bahan
atau peralatan yang tidak mendukung kegiatan sekolah, semuanya tidak ditanggung
biaya BOS . Dan
pemungutan biaya tersebut juga akan tergantung dengan kebijakan tiap-tiap
sekolah, serta tentunya pemerintah akan terus mengawasi dan menjamin agar
biaya-biaya tersebut tidak memberatkan para siswa dan orangtua. Bagaimana jika
suatu waktu terjadi hambatan atau ada sekolah yang masih kekurangan dalam
pemenuhan biaya operasionalnya? Pemerintah daerah wajib untuk memenuhi
kekurangan dari dana APBD yang ada. Agar proses belajar-mengajar pun tetap terlaksana
tanpa kekurangan biaya.
Melihat kondisi diatas, semua itu
adalah usaha pemerintah untuk mensejahterahkan rakyatnya dalam hal ekonomi dan
pendidikan, tapi alangkah baiknya tidak memberlakukan sekolah gratis melainkan
sekolah murah, dan program Beasiswa. Mengapa sekolah harus murah, sekolah murah adalah harapan semua orang,
tidak hanya para murid dan orangtuanya, namun juga para guru selagi
kesejahteraannya mendapatkan jaminan dari pemerintah. Sekolah murah dalam
banyak hal bisa menyenangkan, tanpa dibebani tanggungan biaya sekolah sang anak
yang mahal, orang tua dapat tenang menyekolahkan anaknya dan urusan pencarian
dana untuk memenuhi kebutuhan keluarga lebih dikosentrasikan kepada kebutuhan
sandang, pangan, papan dan kesehatan. Sang anak pun bisa tenang melakukan
aktivitas pendidikan, sebab tidak lagi merasa menjadi beban bagi orangtua.
Dan bukankah suasana yang menyenangkan salah satu faktor terpenting dalam proses belajar-mengajar? Bagaimana peserta didik dapat belajar dengan baik jika konsentrasinya harus terbagi memikirkan dana sekolahnya yang belum terlunasi orangtuanya. Ataupun waktu di luar sekolahnya harus terbagi untuk membantu orangtuanya mencari tambahan penghasilan. Tidakkah kasus murid-murid yang bunuh diri karena biaya sekolah yang mencekik belum menjadi peringatan? Adanya sekolah murah yang dana aktivitas pendidikannya terbanyak atau sepenuhnya ditanggung pemerintah, bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan peran dan keberadaan pemerintah. Kebijakan-kebijakan pemerintah akan segera didengar dan dipatuhi masyarakat selagi masyarakat benar-benar merasa pemerintah berada di pihak mereka dan berusaha menyejahterahkan masyarakatnya. Sebaliknya, pemerintah pun akan memiliki bargaining politik yang kuat. Salah satu prasyarat pemerintahan yang kuat dan berdaulat adalah harus mendapatkan cinta dari rakyatnya .
Dan bukankah suasana yang menyenangkan salah satu faktor terpenting dalam proses belajar-mengajar? Bagaimana peserta didik dapat belajar dengan baik jika konsentrasinya harus terbagi memikirkan dana sekolahnya yang belum terlunasi orangtuanya. Ataupun waktu di luar sekolahnya harus terbagi untuk membantu orangtuanya mencari tambahan penghasilan. Tidakkah kasus murid-murid yang bunuh diri karena biaya sekolah yang mencekik belum menjadi peringatan? Adanya sekolah murah yang dana aktivitas pendidikannya terbanyak atau sepenuhnya ditanggung pemerintah, bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan peran dan keberadaan pemerintah. Kebijakan-kebijakan pemerintah akan segera didengar dan dipatuhi masyarakat selagi masyarakat benar-benar merasa pemerintah berada di pihak mereka dan berusaha menyejahterahkan masyarakatnya. Sebaliknya, pemerintah pun akan memiliki bargaining politik yang kuat. Salah satu prasyarat pemerintahan yang kuat dan berdaulat adalah harus mendapatkan cinta dari rakyatnya .

0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.