Home » » Pendidikan Gratis

Pendidikan Gratis

Written By Berbagi ide muda Berkarya on Apr 24, 2013 | 9:31 AM


                                                                                                           
        Pendidikan merupakan faktor utama dalam kehidupan . Pendidikan di Indonesia sangatlah penting . Banyak masyarakat – masyarakat pribumi yang akan kurang pendidikan . Anak – anak jalanan juga penting pendidikan , karena mereka berhak untuk di didik dan mendapatkan pengajaran . Kebanyakan banyak anak-anak  yang putus sekolah karena mahalnya biaya pendidikan. Pendidikan yang mahal membuat mereka terlantar , karena orang tua mereka tidak mampu lagi membiayai untuk uang sekolah.
         Sekarang pendidikan ialah sangat penting , tanpa pendidikan kita tidak dapat berubah ke masyarakat modern . Anak – anak jalanan pun walau mereka tidak bersekolah , akan tetapi berhak mendapat pendidikan . Berkat adanya pendidikan , kita tidak dapat dibodohi lagi oleh orang penjajah . Dengan adanya pendidikan , sekarang anak remaja , anak- anak kecil ,maupun orang tua bisa menjadikan dirinya lebih berkarakter , bermoral . Mereka bisa mengoperasikan komputer , menciptakan sesuatu hal yang terbaru . Terciptanya pendidikan kita mampu bersaing dalam era globalisasi .Pendidikan sekarang menjadi pegangan utama dalam hidup . Pendidikan merupakan suatu  kunci dalam berusaha , walaupun mereka hanya sampai tamat SMA, akan tetapi mereka sudah dapat pengajaran  pendidikan sebelumnya di masa SMA . Demi terciptanya pendidikan dan pengajaran yang layak , Presiden SBY  akhirnya menerapkan adanya Pendidikan Gratis . Pendidikan gratis kini sudah  tersebar luas ke pelosok – pelosok desa maupun kota . Pendidikan Gratis di sebarkan melalui adanya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). BOS membantu siswa – siswi yang kurang mampu, akan tetapi walaupun sudah ada dana tersebut BOS menetapkan pendidikan gratis  dan biaya peralatan seperti seragam sekolah , alat tulis dan lainnya beli sendiri .Tanggapan masyarakat pun senang dengan adanya dana BOS tersebut . Mereka  merasa BOS telah meringankan sedikit beban mereka untuk menyekolahkan anaknya. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga menyediakan beasiswa – beasiswa prestasi kepada pelajar .
           Pemerintah sejak dahulu telah merencanakan sekolah gratis , ternyata masih banyak juga biaya yang harus dikeluarkan oleh  wali murid  terutama untuk membeli buku pelajaran dan seragam sekolah . Buku yang di wajibkan per semester terus berubah untuk setiap tahunnya , sehingga murid harus selalu membeli buku baru .Ini sangat memberatkan wali murid yang seharusnya di tanggung pemerintah .Kita berharap pemerintah dengan serius melakukan kebijakan sekolah gratis sehingga wali murid tidak perlu repot memikirkan biaya sekolah putra putrinya sehingga mereka bisa menabung untuk anaknya mengecap pendidikan tinggi .Pendidikan selayaknya dibiayai oleh pemerintah karena sesuai dengan amanat UUD ‘ 45 . Adapun impian masyarakat akan datangnya pendidikan gratis yang telah ditunggu – tunggu dari sejak zaman kemerdekaan Republik Indonesia telah muncul dengan seiring datangnya fenomena pendidikan gratis untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama .Fenomena pendidikan gratis ini memang sangat ditunggu – tunggu , pasalnya Pemerintah mengeluarkan dana BOS ( Biaya Operasional Sekolah ) untuk menutupi harga – harga buku yang kian  hari kian melambung , sumbangan ini itu , gaji guru yang tidak cukup dan biaya – biaya lainnya . Banyak orang tua siswa menganggap bahwa pendidikan Sekolah Dasar bukanlah suatu hal yang keharusan lagi atau dasar perkembangan ilmu yang akan dilanjutkan ke depannya, karena mereka menganggap bahwa pendidikan gratis adalah hal yang menyenangkan sehingga para orang tua siswa tidak terlalu memfokuskan anaknya untuk sekolah dan tidak mendorong anaknya supaya pintar , bagaimana tidak pendidikan  kan gratis  , jadi kapan aja bisa sekolah/masuk, jadi tidak perlu takut dipecat dari sekolah karena dimana aja bisa mendaftar gratis pula.
         Hal ini sangatlah ironis karena pendidikan sekarang ini bukanlah untuk menciptakan orang-orang yang berilmu tinggi,akan  tetapi diterapkan pada sistem gratis. Karena pendidikan gratis, maka setiap siswa tidak lagi gigih dalam menuntut ilmu, melainkan berleha-leha karena kalaupun dipecat bisa masuk ke sekolah negeri manapun dengan biaya gratis. Apakah pemerintah mengharapkan kwalitas pendidikan seperti ini ?  Kalau saja Pemerintah memberikan sekolah gratis bagis siswa yang berprestasi minimal peringkat 10 besar, maka semua siswa khususnya yang tidak mampu akan berlomba-lomba untuk belajar dan pintar demi mendapatkan beasiswa tersebut yang notabene karena ketidakmampuan ekonomi keluarga.
         Hal ini mungkin sangat baik dan mendidik baik bagi orang tua siswa , maupun siswa yang bersangkutan. Dari kejadian ini maka dapat dipastikan program pemerintah yang membuat pendidikan gratis adalah tidak mendidik sama sekali tetapi pemerintah hanya mengharapkan bahwa rakyat Indonesia dapat menyelesaikan pendidikan sampai dengan SLTA dengan tidak memiliki ilmu. Apakah ini yang kita harapkan dari pemerintah buat rakyatnya  ? Program-program itu mengatakan bahwa itu adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penurunan angka anak putus sekolah, sekolah gratis bagi orangtua bisa mengurangi beban pikirannya untuk masalah biaya pendidikan dan tidak ada lagi anak-anak yang tidak boleh ikut ujian hanya karena belum bayar iuran sekolah. Sedangkan yang kontra berkata pemerintah bagaikan pahlawan kesiangan, . Hal ini dikarenakan telah ada yang lebih dulu melakukan hal tersebut, yaitu LSM yang concern pada bidang pendidikan dan penanganan masyarakat tidak mampu. Adanya kurang rasa harus sekolah, kesadaran akan pendidikan sangat kurang, anak lebih mementingkan pekerjaan dari pada harus sekolah yang tidak mengeluarkan apa-apa. Biaya pendidikan gratis hanya sampai dengan Sekolah Menengah Pertama sedangkan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas tidak. Sedangkan tamatan Sekolah Lanjutan Tingkat Ataslah yang merupakan tombak utama dan usia yang mapan untuk mencari pekerjaan serta penghasil devisa negara.   Sekolah menjadi bermutu karena ditopang oleh peserta didik yang punya semangat belajar. Mereka mau belajar kalau ada tantangan, salah satunya tantangan biaya .
          Generasi muda dipupuk untuk tidak mempunyai mental serba gratisan . Sebaiknya mental gratisan dikikis habis. Kerja keras, rendah hati, toleran, mampu beradaptasi, dan takwa, itulah yang harus ditumbuhkan agar generasi muda ini mampu bersaing di dunia internasional, mampu ambil bagian dalam percaturan dunia, bukan hanya menjadi bangsa pengagum, bangsa yang rakus mengonsumsi produk. Paling susah adalah pemerintah menciptakan kondisi agar setiap orang tua mendapat penghasilan yang cukup sehingga mampu membiayai pendidikan anak-anaknya.
          Tidak hanya murid saja melainkan guru yang terkena imbas dari pendidikan gratis ini. Kebanyakan dari guru sekolah gratisan mengalami keterbatasan mengembangkan diri dan akhirnya akan kesulitan memotivasi peserta didik sebab harus berpikir soal “ bertahan hidup” lebih celaka lagi bila guru berpikiran pelayanan padapeserta didiki hanya sebatas honor saja . Jika demikian situasinya, maka ”jauh panggang dari api” untuk menaikkan mutu pendidikan.  Sekolah, terutama sekolah swasta kecil, akan kesulitan menutup biaya operasional sekolah, apalagi menyejahterakan gurunya. Pembiayaan seperti listrik, air, perawatan gedung, komputer, alat tulis kantor, transportasi, uang makan, dan biaya lain harus dibayar. Mencari donor pun semakin sulit. Sekolah masih bertahan hanya berlandaskan semangat pengabdian pengelolanya. Tanpa iuran dari peserta didik, bagaimana akan menutup pembiayaan itu.
           Pemberlakuan sekolah gratis bukan berarti penurunan kualitas pendidikan, penurunan minat belajar para siswa, dan penurunan tingkat kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar di dunia pendidikan. Untuk itu bukan hanya siswa saja yang diringankan dalam hal biaya, namun kini para guru juga akan merasa lega dengan kebijakan pemerintah tentang kenaikan akan kesejahteraan guru. Tahun 2009 ini pemerintah telah memutuskan untuk memenuhi ketentuan UUD 1945 pasal 31 tentang alokasi APBN untuk pendidikan sebesar 20%. Sehingga akan tersedianya anggaran untuk menaikkan pendapatan guru, terutama guru Pegawai Negeri Sipil (PNS)  berpangkat rendah yang belum berkeluarga dengan masa kerja 0 tahun, sekurang-kurangnya berpendapatan Rp. 2 juta. Dana BOS yang diterima sekolah wajib menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP), pembelian buku teks pelajaran, biaya ulangan harian dan ujian, serta biaya perawatan operasional sekolah.
         Sedangkan biaya yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memiliki biaya besar, seperti: study tour (karyawisata), studi banding, pembelian seragam bagi siswa dan guru untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah), serta pembelian bahan atau peralatan yang tidak mendukung kegiatan sekolah, semuanya tidak ditanggung biaya BOS .  Dan pemungutan biaya tersebut juga akan tergantung dengan kebijakan tiap-tiap sekolah, serta tentunya pemerintah akan terus mengawasi dan menjamin agar biaya-biaya tersebut tidak memberatkan para siswa dan orangtua. Bagaimana jika suatu waktu terjadi hambatan atau ada sekolah yang masih kekurangan dalam pemenuhan biaya operasionalnya? Pemerintah daerah wajib untuk memenuhi kekurangan dari dana APBD yang ada. Agar proses belajar-mengajar pun tetap terlaksana tanpa kekurangan biaya.
          Melihat kondisi diatas, semua itu adalah usaha pemerintah untuk mensejahterahkan rakyatnya dalam hal ekonomi dan pendidikan, tapi alangkah baiknya tidak memberlakukan sekolah gratis melainkan sekolah murah, dan program Beasiswa. Mengapa sekolah harus murah, sekolah murah adalah harapan semua orang, tidak hanya para murid dan orangtuanya, namun juga para guru selagi kesejahteraannya mendapatkan jaminan dari pemerintah. Sekolah murah dalam banyak hal bisa menyenangkan, tanpa dibebani tanggungan biaya sekolah sang anak yang mahal, orang tua dapat tenang menyekolahkan anaknya dan urusan pencarian dana untuk memenuhi kebutuhan keluarga lebih dikosentrasikan kepada kebutuhan sandang, pangan, papan dan kesehatan. Sang anak pun bisa tenang melakukan aktivitas pendidikan, sebab tidak lagi merasa menjadi beban bagi orangtua.

        Dan bukankah suasana yang menyenangkan salah satu faktor terpenting dalam proses belajar-mengajar?    Bagaimana peserta didik dapat belajar dengan baik jika konsentrasinya harus terbagi memikirkan dana sekolahnya yang belum terlunasi orangtuanya. Ataupun waktu di luar sekolahnya harus terbagi untuk membantu orangtuanya mencari tambahan penghasilan. Tidakkah kasus murid-murid yang bunuh diri karena biaya sekolah yang mencekik belum menjadi peringatan?  Adanya sekolah murah yang dana aktivitas pendidikannya terbanyak atau sepenuhnya ditanggung pemerintah, bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan peran dan keberadaan pemerintah. Kebijakan-kebijakan pemerintah akan segera didengar dan dipatuhi masyarakat selagi masyarakat benar-benar merasa pemerintah berada di pihak mereka dan berusaha menyejahterahkan masyarakatnya. Sebaliknya, pemerintah pun akan memiliki bargaining politik yang kuat. Salah satu prasyarat pemerintahan yang kuat dan berdaulat adalah harus mendapatkan cinta dari rakyatnya .




0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.